>> Home Metropolis 25 Tim Berlaga di Kompetisi Robot
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
UN SD Resmi Dihapus
JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik jenjang ke SMP/sederajat...Readmore
Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan
PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada putaran kedua Indonesia Sup...Readmore
  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

  • UN SD Resmi Dihapus

    JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik...

  • Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan

    PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada pu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
25 Tim Berlaga di Kompetisi Robot

PALEMBANG-Bagaimana ceritanya bila robot raksasa mengacak-ngacak bangunan gedung bertingkat. Sepintas hal ini tak mungkin terjadi. Namun bisa terjadi dalam sebuah cerita film ataupun komik anak-anak. Hal apapun yang menjadi imajinasi, percaya atau tidak dipercaya bisa saja tercipta dari kreasi yang terampil dan cerdas.

Seperti yang diperlihatkan 25 peserta kompetisi robot yang diikuti kalangan pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA dan perguruan tinggi. Mereka berlaga dikompetisi robot yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika MDP Palembang di kampus MDP kemarin (20/5). Mereka begitu piawai mensetting sensor dan pergerakan robot.

Kompetisi ini dibagi dalam dua kategori. Yakni kompetisi robot line follower (robot yang pergerakannya mengikuti garis) dengan dua jenis. Meliputi kompetisi robotika analog (kerja si robot menggunakan alat tanpa diprogram yang pesertanya khusus untuk tingkat SMP dan SMA. Kemudian robotika programming (si robot harus diprogram terlebih dahulu sesuai dengan keinginan untuk digerak-gerakan) diikuti peserta umum, SMP, SMA dan mahasiswa.

Selain kompetisi robot line follower, juga ada kompetisi robot follow (menyusun konstruksi robot). Pesertanya diikuti mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai SMP dan umum. Sebelum lomba dimulai, panitia mempersilahkan kepada setiap peserta untuk menguji coba perlintasan robot.

Waktu pengujian diberikan selama satu menit. Barulah peserta menurunkan robot-robotnya diatas papan yang dibalut dengan perlintasan sensor ukuran sekitar 6x4 meter untuk dilombakan. Disini penitia memberikan waktu 3 menit bagi setiap peserta untuk menampilkan robot-robotnya berjalan diperlintasan yang sudah dibuat sesuai sensor gerak robot.

Berdasarkan pantauan, pergerakan robot diperlintasan bervariasi. Mulai dari tak tentu arah alias keluar dari perlintasan sensor hingga sang robot jalannya tersendat-sendat diperlintasan. Adapula robot yang mengitari perlintasan dengan berjoget-joget. Pasalnya robot dengan dua roda tersebut pergerakannya maju mundur dan naik turun badannya.

“Disini kita menyelenggarakan kompetisi robot line follower dan follow. Follow salah satu robot kids yang disusun-susun, kalau line follower analog itu robot yang geraknya mengikuti garis. Ini ada dua jenis, ada yang analog ada yang programming. Kalau dia analog, dia kerjanya hanya menggerakan alat tanpa diprogram. Kalau programming harus diprogram dulu sesuai dengan keinginan kita gerak-geraknya,” kata Kepala Lab Robotika dan Jaringan STMIK MDP, Dedi Hermanto.

Dia menerangkan, maksud dan tujuan kompetisi robotika yang diselenggarakan pihaknya untuk menyebarkan segala hal berbau robotika di kota Palembang. “Tahun kemarin kita dapat pesertanya tidak sampai 20. Tapi kalau tahun ini lebih dan bisa sampai 40. Tapi kita hanya membatasi sampai 25 peserta,” terangnya.

Sejauh ini, kata Dedi, penyelenggaraan kompetisi robot di Palembang begitu minim. Hal ini sangat berbeda dengan gelaran kompetisi robot di pulau Jawa. “Kalau Sumatera terus terang kurang gereget. Kalau di Jawa kompetisi seperti ini pasti ramai. Paling tidak ada 40 peserta lebih,” ujarnya.

Namun untuk peminat atu komunitas robot di Palembang, Edi tetap optimis perkembangannya kedepan akan semakin pesat. “Kalau di MDP, robotika itu sudah lumayan baik. Kalau di Palembang, kalau dulunya tidak terlalu banyak sekarang sudah banyak, sekolah-sekolah juga. Kalau dulu bisa dihitung dengan jari sebelah, sekarang sudah banyak,” kata Dedi.

Sementara itu, Teguh (24) anggota komunitas robotik Palembang bernama Xsys Robotics mengaku ajang kompetisi robot di Palembang memang begitu minim bila dibandingkan dengan di Jawa. Sebab di Jawa, kompetisi seperti ini setiap tahun paling tidak lima kali pagelarannya dilakukan.

“Kita memang sangat minim kompetisi seperti ini. Makanya, saya antusias ikut andil dalam lomba kompetisi robot ini. Sebab dari sinilah nantinya akan tercipta generasi penerus yang handal dengan mencipatkana temuan-temuan atau terobosan teknologi lewat dunia robotik,” pungkasnya.(wek)

 


Add this to your website
 

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078