Back Anda disini: Home

Artikel

Giliran Musni Diperiksa

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumsel. Penyidik memanggil sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel. Diantaranya Musni Wijaya, kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel; Sahupi, PNS Dinas PU Cipta Karya Sumsel; dan Sudarto, PNS Dispora Prov Sumsel.

Kepala Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha menyebut tiga orang tersebut diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rizal Abdullah (RA), kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumsel.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RA dalam kaitan dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet Palembang dan Gedung Serbaguna Provinsi Sumsel," kata Priharsa, Senin (14/9) di Gedung KPK.

Diketahui Rizal Abdullah sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011.  Dalam jabatannya itu, Rizal mengatur kemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek. Atas jasanya itu, Pemprov Sumsel menerina fee sebesar 5 persen dari nilai total proyek senilai Rp200 miliar terbagi Gubernur Sumsel 2,5 persen, Rizal dan jajarannya mendapat 2,5 persen juga. Sementara total fee dalam kasus wisma atlet itu sebesar 13 persen yang telah dibagi-bagi pada pihak lainnya yakni mantan Sesmenpora Wafid Muharram, Direktur PT DGI M El Idris, Marketing Permai Grup, Mindo Rosalina Manulang, anggota DPR Komisi X Angelinda Sondakh, dan Nazaruddin.

Atas perbuatannya, anak buah Gubernur Sumsel Alex Noerdin itu dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantaasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (ran)