Sab10252014

Last update10:44:47 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Kena Penyakit Langka, Farhan Alami Moonface

PONOROGO - Wajah Farhan Maulana Akbar berubah drastis hanya dalam rentang waktu setahun. Pipi dan dagunya membesar sampai wajahnya membulat menyerupai bulan. Dalam dunia medis, itu disebut moonface. Perubahan tersebut muncul setelah bocah laki-laki 10 tahun itu divonis menderita autoimmune hemolytic anemia (AIHA), penyakit yang menyerang kekebalan tubuh.
 
Salah satu gejalanya, anak semata wayang pasangan Anis Sutajab dan Siti Komariatin, warga Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, tersebut kerap diserang demam tinggi. Pipi Farhan kini bengkak sampai hidungnya tertutup. Matanya juga berubah sipit. Membandingkannya dengan foto siswa kelas IV SD itu setahun lalu ibarat bumi dengan langit. Tubuhnya makin gemuk.
 
''Anak saya sudah 10 kali menjalani kemoterapi. Dua minggu sekali harus ke Surabaya sekarang untuk kontrol dan transfusi darah,'' kata Siti sedih kemarin (12/10).
 
Sekali transfusi, empat kantong darah ukuran masing-masing 160 mililiter digerojokkan ke tubuh Farhan. AIHA memang membuat sistem kekebalan tubuh penderita gagal mengenali sel-sel darah merah, bahkan malah menghancurkan sel tersebut. Akibatnya, kadar hemoglobin gampang drop. ''HB anak saya pernah hanya satu,'' ungkap Siti.
 
Keceriaan Farhan yang semasa sehat suka bermain futsal dan bersepeda mendadak sirna. Pasien anak itu sempat opname panjang selama enam bulan di RSUP dr Soetomo Surabaya. Anis dan Siti kini fokus memburu keselamatan nyawa putra satu-satunya itu. Dua minggu sekali mereka membawa Farhan ke Surabaya untuk periksa rutin dan menjalani transfusi darah. Uang ratusan juta rupiah yang didapat Anis saat merantau ke Malasyia sudah ludes. ''Sekarang pinjam sana-sini demi Farhan,'' ujar Siti.
 
Sekali jalan ke Surabaya, dia membutuhkan biaya Rp 500 ribu. Jika harus transfusi, tambah Rp 500 ribu lagi. Padahal, Anis kini tidak memiliki pekerjaan tetap. Sementara itu, honor Siti sebagai guru honorer hanya Rp 200 ribu per bulan. Ketika Farhan harus menjalani serangkaian pengobatan beberapa waktu lalu, orang tuanya tidak terdaftar di program jamkesmas. ''Kami sudah habis-habisan,'' jelas Siti.
 
AIHA sejatinya jarang menyerang anak-anak. Penyakit itu cenderung diidap perempuan usia produktif. AIHA yang diderita Farhan termasuk tipe warm (hangat). Bukan penyakit keturunan, tetapi diduga dipicu faktor polusi udara atau makanan yang dikonsumsi. Siti mencatat, Farhan senang makan sosis instan. (aan/hw/JPNN/c19/any)