Back Anda disini: Home

Artikel

Perumnas-Pemkot Saling Tunggu

PALEMBANG - Hak guna usaha (HGU) rumah susun (rusun) di kawasan 24 Ilir dan sekitarnya sudah berakhir 2013 lalu. Sayang, hingga sekarang, rencana revitalisasi rusun tersebut belum juga terealisasi.

Rencana itu tersumbat karena tidak ada komunikasi dan sulitnya koordinasi antara Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Manajer Perum Perumnas, Hotland Sianipar mengatakan, HGU rusun memang sudah habis sejak 2013 lalu, dengan jangka kepemilikan selama 30 tahun. Saat ini, belum ada tindak lanjut upaya dan langkah konkret untuk melakukan revitalisasi.

“Memang ini sudah masuk dalam program nasional. Namun harus diketahui, pembangunan rusun ini tidak hanya menjadi wewenang kami, tapi juga pemkot,” katanya, Selasa (25/2).

Kendala lain, tidak ada lagi Perhimpunan Pengurus Rumah Susun (PPRS). Ini menyulitkan Perum Perumnas dalam melakukan koordinasi dengan para penghuni rusun.

Di atas lahan seluas 17 hektare tersebut, total ada 3.500 unit petak. Sayangnya, yang tinggal di sana saat ini didominasi penyewa, bukan pemilik asli. “Rusun tersebut dibangun pada 1984, artinya sudah berusia 30 tahun. Memang sudah seharusnya direnovasi sekarang,” ujar Hotland.

Tidak mudah merevitalisasi rusun ini. Selain dibutuhkan investor dan biaya ganti rugi yang besar, juga perlu ketersediaan lahan dan bangunan untuk relokasi penghuni rusun. Rencananya, ucap Hotland, peremajaan rusun akan berbentuk  semi apartemen atau hunian murah dengan berbagai fasilitas, sarana dan prasarana.

Perhitungannya, semi apartemen ini minimal tingginya 16 lantai. Model ini sudah pernah dibangun di Medan. “Kalau pemkot menggandeng kami, maka kami akan carikan investor yang mau membangunnya,” tuturnya. Jika itu terwujud, semi apartemen akan menjadi perwajahan baru Kota Palembang. Pasalnya, lokasi rusun sekarang  berada di kawasan pusat kota dan cukup strategis.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya (PU CK) dan Perumahan Kota Palembang, Anna Heriyana mengatakan, pihaknya memang ada rencana untuk melakukan peremajaan rusun. Namun, pihaknya masih menunggu kesiapan dari Perum Perumnas. “Lebih baik tanya sama Perum Perumnas karena mereka yang punya wewenang masalah rusun ini,” tukasnya. (yun/ce4)