Back Anda disini: Home

Artikel

Lorenzo Menang, Marquez Juara

MOTEGI - Marc Marquez sukses mewujudkan pesta dini Repsol Honda di ranah Jepang. Finis runner-up di 
belakang Jorge Lorenzo pada balapan di Sirkuit Twin Ring Motegi kemarin (12/10), rider 21 tahun itu mengunci gelar juara dunia MotoGP 2014. Kemenangan itu sekaligus mencatatkan namanya sebagai jawara kelas premium dua musim beruntun.  
Catatan istimewa bagi Marquez mengingat musim ini baru memasuki tahun kedua partisipasinya di MotoGP. Dialah rider termuda sepanjang masa yang berhasil merengkuh titel juara dunia back-to-back. 
MotoGP musim ini masih tersisa tiga seri lagi. Namun, Marquez sudah bisa menahbiskan diri menjadi juara jika mampu finis di depan dua pesaing terdekatnya di klasemen, Dani Pedrosa dan Valentino Rossi. Syarat itu pun berhasil dia penuhi kemarin.
Tak ingin gagal tiga kali, Marquez memutuskan untuk tampil sabar. Dia menepikan sifat agresifnya dalam membalap. Sejak lomba dimulai, hanya Valentino Rossi yang berpeluang menunda pesta rider berjuluk Baby Alien itu. Rossi yang start dari posisi kedua langsung merangsek ke depan melewati Andrea Dovizioso (Ducati) yang memulai balapan dari pole position.
Cukup lama Rossi memimpin lomba. Baru pada lap kelima, rekan setimnya Jorge Lorenzo melewatinya di tikungan kelima. Juara dunia dua kali itu tampil impresif seperti ketika merebut juara dunia tiga tahun lalu. Begitu memimpin, Lorenzo langsung menjaga jarak aman jauh di depan. Setelah itu, tidak ada yang mengganggu dominasi rider 27 tahun itu hingga bendera finis dikibarkan.
Marquez yang sempat melorot ke posisi tujuh, pelan-pelan memperpendek jarak dengan rider di depannya. Di lap sembilan, Dovizioso menjadi korban dalam perebutan tempat ketiga. Marquez yang menguntit ketat di belakang Rossi tidak terlihat ngoyo seperti biasanya. Dia memilih menunggu waktu yang tepat untuk melewati juara dunia sembilan kali itu.  
Peluang tersebut pun datang di lap 16. Marquez memanfaatkan kesalahan kecil Rossi yang sedikit melebar di tikungan. Tapi, Rossi tak tinggal diam dan kembali merebut posisi kedua yang baru direbut Marquez di tikungan berikutnya. 
Saat balapan masih menyisakan sembilan lap itulah gelar juara dunia 2014 sudah ditentukan. Marquez mengaku ”takut” di awal balapan karena tekanan untuk menang di kandang. Namun dengan kesabaran, dia sukses mengalahkan Rossi untuk finis kedua. 
”Hari ini (kemarin, Red) seperti mimpi. Targetku finis di depan Valentino (Rossi) dan Dani (Pedrosa) benar-benar tercapai,” ungkapnya seperti dilansir Crash. ”Di awal aku kehilangan banyak waktu karena aku takut. Tapi aku pikir itu normal, karena aku juga manusia dan merasa tertekan,” imbuhnya.
Di akhir lomba, selebrasi menarik menyambut pesta Marquez dan Honda. Seorang Samurai berbaju lengkap dengan membawa pedang ”Katana” menyambut Marquez. Pedang tersebut diserahkan kepada kakak Alex Marquez dan digunakan untuk memotong tali pengikat balon raksasa bertuliskan angka satu.
Lalu, seorang wanita berbaju kimono menyerahkan helm juara dengan desain warna emas. Tak hanya itu, t-shirt tanpa lengan bernuansa emas juga dikenakan sebelum sang juara dunia berkeliling sirkuit merayakan pesta kemenangannya.
Jorge Lorenzo yang berdiri di podium tertinggi Sirkuit Motegi mengapresiasi pencapaian Marquez. Dia mengakui, titel juara musim ini memang pantas kembali disandang kompatriotnya itu. ”Musim ini nyaris sempurna bagi Marc. Pengecualian terjadi di Aragon dan Misano, tapi di luar trek tersebut dia selalu membalap dengan level yang sangat tinggi,” ungkapnya. 
Kini Marquez telah menyandang empat gelar juara dunia. Gelar pertamanya di kelas 125 cc direngkuhnya pada musim 2010. Dua musim berikutnya, rider berjuluk the Smiling Assassin tersebut mencatatkan namanya sebagai juara dunia Moto2 saat usinya masih 19 tahun. Kemarin gelar juara MotoGP untuk kali kedua kembali direngkuhnya. (cak/wn/ce2)