Back Anda disini: Home

Artikel

Enam Orang Guru Honorer K2 Tertipu Calo

PANDEGLANG - Sedikitnya enam orang guru tenaga honorer yang selama ini bertugas di sejumlah SD Negeri di kawasan Sumur, Munjul dan Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, mendatangi Satuan Reskrim Polres Pandeglang, untuk melaporkan kasus dugaan penipuan yang dialaminya.

Usai melapor di unit II Satreskrim Polres Pandeglang, salah seorang korban Ip, yang selama ini bertugas di SD Negeri Kertamukti, Kecamatan Sumur, mengaku kedatangannya bersama rekan lainnya untuk melaporkan kasus dugaan penipuan dalam tes CPNS.
 
"Kami ikut tes CPNS Kategori 2 tahun 2013 lalu. Waktu itu kami dijanjikan oleh seseorang yang mengaku sebagai konsultan BKN bahwa kami bisa lolos CPNS," kata Ip, kepada Satelit News (Grup JPNN), Selasa (22/4).

Peristiwa itu terjadi bulan Februari 2013. Dia kedatangan seseorang bernama Beni yang mengaku-ngaku bisa membantunya agar lolos jadi CPNS. Karena pembicaraan Beni dianggap meyakinkan, akhirnya Ip dengan begitu mudahnya percaya.
          
Malah, ia juga sempat dipertemukan dengan seseorang yang disebut-sebut sebagai konsultan BKN bernama Dewi. Guna memuluskan keingiannya, akhirnya Ip mengabulkan permintaan pelaku dengan memberikan uang kepada pelaku Dewi sekitar Rp 12 juta yang dinilai sebagai uang DP.

"Permintaannya sekitar Rp 50 jutaan per-orang. Uang Rp 12 juta itu sebagai DP saja," tambahnya.

Setelah ada pengumuman tes CPNS tahun 2013 lalu, ternyata namanya dan rekan-rekan yang lain juga tidak masuk dalam daftar yang lolos tes. Dia pun langsung berusaha mencari dan menemui Beni dan Dewi. Saat itu, keduanya menjanjikan akan mengembalikan uang yang sudah diterimanya.

Proses musyawarah dan negosiasipun berjalan alot, sampai terakhir Maret 2014, Ip dan rekannya mengancam akan melaporkan hal itu ke kepolisian. Kemudian, Beni dan Dewi sempat menjanjikan lagi akan mengembalikan akhir Maret.

"Kenyataannya, nggak ada juga. Makanya kami laporkan ke sini (Ke Polres,red)," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto, mengakui adanya laporan dugaan penipuan CPNS itu. Ia mendapat laporan dari anggotanya yang saat itu sedang bertugas/piket dan menerima pengaduan para tenaga honorer. Namun demikian, laporan itu belum diprosesnya karena TKP-nya ada di wilayah Serang. (mar/jar)