Back Anda disini: Home

Artikel

Normalkan Gerak Tubuh Pascastroke

MENGALAMI serangan stroke identik dengan mengalami kecacatan. Padahal, kecacatan karena stroke sejatinya dapat dicegah. Caranya, mengikuti rehabilitasi medik secara rutin. Fungsi tubuh bisa kembali dan kualitas hidup terjaga.
    Dokter Rita Vivera Pane SpKFR dari RSU Haji mengatakan, stroke merupakan gangguan pembuluh darah otak. Pasien akan mengalami gangguan saraf. Pasien yang baru saja terserang stroke biasanya mengalami gangguan gerak tubuh dari atas hingga bawah.
    “Mereka juga biasanya kesulitan untuk berbicara dan menelan,” jelas spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi medik itu. Pasien yang mengalami stroke biasanya akan distabilkan dulu oleh spesialis saraf.
    Entah itu tekanan darah, pernapasan, ataupun saturasi oksigen. Apabila semuanya sudah stabil, rehabilitasi kemudian berperan membantu mengembalikan fungsi gerak tubuh pasien. “Jika sebelum stroke anggota tubuh berfungsi 100 persen, setelah menjalani
perawatan stroke, gerak tubuh bisa dikembalikan fungsinya 70-80 persen,” ujarnya.
    Rita mengungkapkan, kerap pascastroke pasien tidak mendapat layanan rehab yang benar. Alhasil, mereka biasanya memilih tidur saja dan beraktivitas terbatas dengan
kursi roda. Padahal, mereka bisa melakukan semuanya dengan mandiri asal mengikuti latihan khusus stroke.
    Dengan mengikuti rehab, banyak pasien yang bisa beraktivitas kembali. Salah satunya pasien Rita yang berprofesi dosen. Pascamendapat serangan stroke, seorang dosen yang mengajar di salah satu kampus ternama di Surabaya tidak bisa membaca,
bahkan berhitung.
    Rita kemudian mengevaluasi hal-hal yang tidak dapat dilakukan pasien dan mulai memberikan latihan. “Latihan itu butuh waktu tidak sebulan dua bulan, tapi paling tidak enam bulan untuk masa recovery pengembalian fungsi tubuh,” paparnya. (kit/ayi/ce4/ndy)