Back Anda disini: Home

Artikel

Bantah Colok Mata Bocah

PALEMBANG – Bidan bernama Yulianti, yang diberitakan mencolok mata Septiani (4) menggunakan gagang sapu hingga cacat permanen, akhirnya angkat bicara. Didampingi suaminya, Sersan Dua (Serda) Sarwono, dan kuasa hukumnya, Yulianti membantah semua yang dikatakan ibu Septiani, Ermawati kepada awak media di Mapolresta Palembang, Sabtu (22/2).

“Ermawati itu mengada–ada kalau saya mencolok mata anaknya. Saat kami cekcok tak ada siapapun, hanya kami berdua. Tidak ada anaknya sama sekali,” kata Yulianti, yang kemarin (23/2) juga mendatangi Mapolresta Palembang.
 Justru menurut Yulianti,  saat mereka telah dilerai warga dan pulang ke rumah, baru ibu dari Ermawati mendatangi rumah Yulianti. Dia mengatakan kalau mata bagian kiri cucunya berdarah dan harus segera mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Dak tahu darimano pacak bedarah itu. Itu bohong semua yang dibilang oleh dia (Ermawati). Saya sendiri telah dizalimi,”  ujarnya.
Begitu juga dengan latar belakang keributan yang terjadi. Menurut Yulianti saat pulang kerja dirinya disiram oleh Ermawati menggunakan segayung air. Sehingga dirinya harus mendatangi rumah Ermawati untuk menanyakan maksudnya.  Bukan seperti yang dikatakan Ermawati, anaknya yang bernama Martin, telah makan mi instan dan roti di rumah Yulianti.
 “Namonyo anak kecil, dak mungkin kami marahi. Tapi memang suami aku dan aku jugo sudah sering pergoki anak dio itu maling rumah kami. Dari situ mungkin dio kesal dan menyiram aku. Pas rumahnyo kudatangi dio langsung mukul aku pakai asbak dan sapu. Aku jugo sempat dapati perawatan dan langsung lapor ke polsek,”beber Yulianti.
Lebih lanjut ia berharap polisi dapat segera mengusut kasus ini secara terang benderang dan tidak menyudutkan pihak manapun. Ia juga mengimbau Ermawati untuk tidak sembarangan bicara kepada media. “Kami sudah berulang kali memang berusaha untuk mediasi. Namun, seperti tidak ada iktikad baik dari mereka. Jadi, kami juga akan teruskan proses hukum ini. Kami harap polisi juga bekerja maksimal,” tambah Serda Sarwono, suami Yulianti.
 Diberitakan sebelumnya, Ermawati mendatangi Polresta Palembang hendak mempertanyakan kasusnya yang ditangani Unit PPA Satreskrim Polresta Palembang. Sebab menurutnya, putrinya, Septiani (4),  sampai cacat permanen di mata kirinya, imbas terkena sapu dari keributan antara Ermawati dan tetangganya, bidan bernama Yulianti, pada 18 Oktober 2013 lalu.
Mereka merupakan warga Komplek Mutiara Indah blok C1, Rt 33/09, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako. Sementara Kasat Reskrim Polresta  Palembang Kompol Djoko Julianto SIk MH, mengatakan status bidan Yulianti sudah sebagai tersangka. Berkas perkaranya sudah dua kali dilimpahkan ke Kejari Palembang, namun selalu P-19 (kurang lengkap). Terakhir berkasnya sudah dirampungkan dan gelar perkara, serta dikirim lagi ke Kejari Palembang.  Tinggal menunggu proses selanjutnya.  (aja/air/ndy)