Back Anda disini: Home

Artikel

Ganti Bustomi

PALEMBANG – Sriwijaya FC cukup sabar dalam bursa transfer jelang hadapi Indonesia Super League (ISL) musim depan. Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini masih hargai kontrak para pemain incaran. Karena itulah manajemen belum terang-terangan sebutkan nama-nama untuk diboyong ke Jakabaring.

Hanya saja, klub kebanggaan masyarakat Sumsel itu telah melepas beberapa pemain. Sebut saja, Frank Olivier Ongfiang (playmaker/Kamerun),  Muhammad Hamzah (defender), Ahmad Sumardi (defender), dan Muhammad Sobran (defender). Sementara sisa amunisi masih digantung karena kontrak para penggawa baru akan usai November. Beberapa nama yang bakal dipertahankan di antaranya, Asri Akbar (gelandang). Nah, untuk menutup lubang lini tengah, Sriwijaya diisukan mengincar pemain berkelas untuk menjadi tandem Asri.
“Memang kita sedang mencari pemain yang pas dan memiliki kriteria yang kreatif dalam memberikan umpan ke depan,” ujar Benny Dollo, pelatih anyar Sriwijaya FC, kemarin (12/10).
Tetapi, Bendol masih bungkam mengenai pemain mana yang menjadi kriterianya nanti. “Namanya memang sudah ada, sekarang lagi tahap negosiasi karena pemain kontraknya masih akan berakhir November ini,” katanya lagi.
Sempat terdengar jika pria 64 tahun ini menyukai gaya permainan Gustavo Lopes, pengatur serangan Arema. Namun untuk boyong talenta Uruguay itu, tidak mudah. Pasalnya, pemain berbadan kekar tersebut sudah menjadi bidikan klub rakasasa ISL, sebut saja Mitra Kukar, Persib, Persipura, dan Arema sendiri siap mempertahankan.
Nah, jika Gustavo batal, Bendol menggantikan opsinya kepada gelandang serang yang juga bermain di Malang, Ahmad Bustomi. “Ya, Bustomi pemain yang bagus, kreatif, dan juga kepemimpinan yang baik,” katanya.
Apakah ini menjadi tanda jika Bustomi akan berseragam Sriwijaya FC musim depan? “Belum tahu, semuanya bisa terjadi,” tegas pelatih asal Manado itu.
Seperti diketahui, pemilik nomor punggung 19 itu memang belum pernah dikaitkan dengan klub yang pernah mendapatkan gelar double winner 2007/2008 ini. Namanya pun melesat ke jajaran pemain top ketika memperkuat Timnas Indonesia di bawah pelatih Alfred Riedl, dan sepertinya Bendol menyukai itu.  “Ya nantilah, kita lihat ke depan,” tutupnya.  (cj11/yun/ion/ce4)