Sab08302014

Last update09:04:48 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

2 Maret Deadline Laporan Dana Kampanye

PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Selatan  mengingatkan peserta pemilu baik partai politik (Parpol) maupun calon anggota Legislatif  (Caleg) agar melaporkan pembukuan rekening awal dana kampanye ke KPU Sumsel tepat waktu. Menurut Komisioner KPU Sumsel, Divisi Sosialisasi dan Kampanye, A Naafi SH Mkn, peserta pemilu wajib menyerahkan laporan pembukuan rekening awal dana kampanye ke KPU Sumsel pada 2 Maret.

Sedangkan penutupan pembukuan rekening dana kampanye, 17 April mendatang.
"Bagi Caleg yang tak melaporkan dana kampanye, maka akan diberikan sangsi dicoret atau didiskualifikasi jika terpilih," kata Naafi kepada Sumatera Ekspres usai sosialisasi pemili pemula di Politeknik Negeri Sriwijaya, Sabtu (22/2).
Ia  menambahkan, KPU telah melakukan sosialisasi teknis pelaporan kepada jajaran KPU dan peserta pemilu sesuai dengan tingkatannya. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak tepat waktu dalam pelaporannya. “Parpol jangan menunggu hingga batas akhir karena kemungkinan masih ada perbaikan-perbaikan,” jelasnya.
Masih menurut Naafi, berdasarkan UU nomor 8 tahun 2012 dan PKPU nomor 17 tahun 2013, KPU menunjuk KAP untuk mengaudit dana kampanye Partai. Dimana, 1 KAP akan melakukan audit terhadap 2 Parpol di tingkat Provinsi dan kabupaten/kota se-Sumsel. "Sesuai jadwal tanggal 24 Maret nanti, kami akan menunjuk KAP secara langsung yang memenuhi kriteria dan berdasarkan rekomendasi ikatan akuntan Indonesia (IAI)," paparnya.
    Naafi menambahkan, dalam penerimaan sumbangan dana kampanye, parpol maksimal menerima sumbangan Rp1 M dari perseorangan dan Rp7,5 M dari badan usaha atau kelompok. Sementara Caleg DPD maksimal menerima sumbangan Rp250 juta dari perseoarang dan Rp750 juta dari kelompok atau badan usaha.
“Apabila jumlah sumbangan melebihi batas maksimal maka tidak boleh digunakan dan harus dikembalikan. Nantinya KAP akan memberikan hasil audit kepada KPU untuk diumumkan, bagaimana laporan dan sumber dana kampanye, apakah sesuai atau malah ada manipulasi data,” pungkasnya. (mik/ndy)