Back Anda disini: Home

Artikel

Gaya Pacaran Remaja di Taman Kota

Taman kota di Metropolis kerap dijadikan tempat pamer kemesraan sepasang muda-mudi. Tingkah mereka pun kerap menyulut emosi yang melihatnya, karena tidak sesuai dengan kaidah agama dan norma sosial masyarakat.
--------------------

GERAM dan kesal. Mungkin itu yang tersirat bila melihat tingkah pacaran anak remaja sekarang di sejumlah taman kota di Metropolis, sebut saja Benteng Kuto Besak (BKB) dan Kambang Iwak (KI). Mereka acap kali tak menghiraukan kaidah hingga norma yang ada dalam masyarakat.
Memang, gaya pacaran remaja zaman sekarang beragam. Ada yang menjurus pada hal positif ada pula yang negatif. Semua berharap, pacaran menjadi sarana dalam bersikap dan berpikir positif dalam meraih masa depan yang cerah. Bukan terlena dalam perilaku yang dilarang agama.
Lantas seperti apa gaya pacaran remaja di Kota Palembang ? Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan tempat lainnya. Pada umumnya, mereka terlihat berdua-duaan. Ya, ada yang hanya ngobrol di taman kota dan tempat wisata lainnya.  Tapi, ada saja yang berbuat “nakal” hingga harus menutup mata bagi yang melihatnya.
Misalnya saja, di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB). Sepasang muda-mudi acap kali memperlihatkan adegan yang tak patut. Seperti, meraba bagian tubuh pasangannya dengan duduk dekatan. Tidak hanya itu, sepasang anak muda yang tengah dilanda asmara itu kerap mempertontonkan gaya memeluk, membelai hingga mencium.
Umumnya, sepasang anak muda itu mencari celah saat suasana mulai larut malam. Fenomena itu kerap dijumpai di sudut BKB yang berdampingan dengan Sungai Musi. “Kami habis pulang kuliah mampir ke BKB dulu sambil ngabisin waktu sebelum pulang ke rumah,” kata Rian, salah seorang mahasiswa bersama pacarnya yang terlihat berduaan di BKB.
          Di BKB, terutama malam Minggu, tampak puluhan kawula muda berkumpul secara berpasang-pasangan di dermaga dan plaza BKB tersebut. Kawula muda itu pada umumnya sengaja mojok di pinggir sungai untuk pacaran sambil menikmati pemandangan.
 Mereka kerap mengumbar kemesraan dengan saling berpegangan tangan. Walaupun berada dalam pengawasan petugas Pol-PP, beberapa pasangan ada yang berani berpelukan dan merangkul bahu. Mereka mencuri kesempatan dalam kesempitan.
Beberapa kejadian, pasangan yang berbuat yang melampaui batas diamankan oleh petugas Sat Pol-PP dengan mendata dan memanggil orang tuanya supaya tidak mengulangi perbuatan mesum di BKB. Namun, terkadang pengawasan tidak bisa maksimal karena mereka selalu mencari celah saat petugas lengah.
          Demikian pula Jembatan Ampera dijadikan lokasi pacaran. Bagi pasangan yang membawa kendaraan, biasanya memarkirkan mobil atau motor milik mereka di sepanjang jembatan tersebut. Bahkan, ada yang menaikkan sepeda motor ke trotoar Jembatan Ampera. Bahkan, ada istilah asmara subuh, yakni kebiasaan muda-mudi yang berkumpul di BKB dan Jembatan Ampera. Pada umumnya, asmara subuh dilakukan pada hari pertama bulan puasa Ramadan.
          Pemandangan seperti itu pada awalnya biasa-biasa saja, karena jumlah pasangan yang nongkrong di atas kendaraan tidak terlalu banyak. Tetapi, sekarang banyak remaja memadati jembatan. “Para remaja kayaknya mencari alternatif lain yang gratis untuk pacaran yakni nongkrong di Jembatan Ampera,” kata Doni, warga sekitar.         
Selain itu, kawasan Jakabaring Sport City (JSC) juga menjadi lokasi favorit bagi mereka yang ingin berpacaran. Terutama nongkrong di danau buatan yang biasa dijadikan venue Ski Air. Ada di antara pasangan menyewa jet ski dan bermain air meskipun harus merogoh kocek sedikit lebih dalam. Tapi, ada beberapa remaja yang berbuat mesum di kawasan JSC, terutama di kawasan hutannya.
 Selain di lokasi keramaian, ada pula yang suka berpacaran di tempat yang terkesan sepi sehingga tidak akan ada yang mengganggu acara bermesraan mereka. Dua lokasi tersebut adalah kawasan Hutan Wisata Punti Kayu dan Taman Purbakala Bukit Siguntang. Bahkan, masih ada beberapa remaja yang berbuat mesum di kedua lokasi objek wisata Palembang ini.
          Di Bukit Siguntang, selain sangat asri dan nyaman, banyak anak muda yang mengambil spot foto di sana karena lingkungan sejuk dan banyak ditumbuhi pepohonan yang sudah berada di sana sejak ratusan tahun lalu.
Bukit Siguntang merupakan salah satu aset bersejarah di Sumatera Selatan. Saat fasilitas di dalamnya belum memadai, Bukit Siguntang malah dijadikan lokasi pacaran kaum muda-mudi. “Selama mereka masih berada dalam batas kewajaran, ya tidak apa-apa. Tetapi kalau sudah mengganggu, kami akan tindak tegas,” kata salah seorang petugas di kawasan Bukit Siguntang.
Lalu, ada pula lokasi favorit di kawasan Kambang Iwak (KI). Bahkan, lokasi ini pernah dinobatkan menjadi taman kota terbaik se-Indonesia pada tahun 2008 dan 2010 dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Sebab, taman rindang dipenuhi pepohonan yang melingkari air mancur dari Kambang Iwak, ditambah berbagai macam angkringan menarik perhatian remaja untuk nongkrong. “Kami ramai-ramai ngumpul Kak sambil kumpul sama teman kerja. Kalau di pinggir kolam yang tempat gelap sana, banyak yang berduaan,” kata Yadi, salah seorang pengunjung.
Beberapa remaja berkumpul beramai-ramai, tapi beberapa lagi asyik berduaan di pinggir kolam sambil melihat air mancur yang berwarna-warni. Ada pula yang berpacaran di atas kendaraan bermotor. Seperti lokasi lainnya, remaja sambil berangkulan, bahkan ada yang memanfaatkan momen untuk mengumbar kemesraan. Mulai dari pegangan tangan, berpelukan hingga ada yang melakukan petting (maaf, meraba alat kelamin pasangannya). Tidak jarang ada kasus, pasangan remaja yang ditangkap aparat Sat Pol-PP karena ketahuan berbuat tidak senonoh di areal umum tersebut.
Nah, kawasan OPI Jakabaring juga tidak luput dari perhatian remaja. Mereka banyak yang berdatangan ke danau buatan ini. Semenjak dibuka pada awal tahun 2000, kawasan ini semakin diminati untuk menjadi lokasi berpacaran. Sebab, di lokasi pinggir danau ini, banyak terdapat pondok untuk mojok yang disediakan bagi pengunjung menikmati jagung bakar dari para pedagang. Di sini, juga banyak remaja memilih tempat gelap untuk pacaran.
          Selain itu, flyover Polda Sumsel juga dijadikan tempat nongkrong beberapa remaja. Tampak, beberapa pasangan memarkirkan motornya di pinggir jembatan sambil berpacaran, mengobrol, dan melihat pemandangan ke arah bawahnya. Lokasi taman flyover Polda juga kerap dikunjungi para remaja yang ingin berpacaran. (roz/ce4/ndy)