>> Home
Dicat dan Diperbaiki
PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Ampera 2010 lalu, hingga ki...Readmore
Demo BBM Meluas
SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (...Readmore
La Furia Roja (Belum) Perkasa
RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim penguasa dunia. Menghadapi j...Readmore
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
  • Dicat dan Diperbaiki

    PALEMBANG – Pascakebakaran bagian bawah jembatan Am...

  • Demo BBM Meluas

    SUMSEL - Aksi demontrasi besar-besaran menolak kenaikan h...

  • La Furia Roja (Belum) Perkasa

    RECIFE - Spanyol menunjukkan jati dirinya sebagai tim pen...

  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Atensi Khusus Ngon-Wanggai

PALEMBANG – Posisi Sriwijaya FC di puncak klasemen sementara Indonesia Super League (ISL) belum aman dari gangguan tim-tim lain. Untuk terus memperlebar jarak dengan pesaing terutama dari Persipura, Laskar Sriwijaya harus meraih poin setiap pertandingan. Target terdekat adalah mengalahkan Persidafon Dafonsoro Senin nanti (14/5) di Stadion Mandala Jayapura.
“Kami tak pernah meremehkan setiap pertandingan. Sebab, semuanya kami anggap berat. Apalagi, kami akan menjalani tur Papua yang terbilang berat. Dan kami akan bermain dikandang Persidafon yang dihuni pemain bagus,” kata pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi.
Untuk itu, tactician asal Solo itu terus mengintruksikan kepada anak asuhnya untuk mewaspadai pergerakan Gabus Sentani (julukan Persidafon). Terlebih kepada dua striker andalan Persidafon, Ngon A Djam dan Patrick Wanggai.
“Dua striker ini sangat berbahaya. Pemain jangan sampai memberikan ruang  kepada Patrick dan Ngon A Djam untuk menciptakan peluang. Sebab, bila lengah sedikit ini sangat berbahaya,” lanjut tactician asal Solo itu.
Maklum, bila Kas (sapaan Kas Hartadi) was-was dengan pergerakan duo striker yang dimiliki Persidafon. Patrick Wanggai sendiri merupakan mesin gol Elang Papua (julukan lain Persidafon). Musim ini, pemain kelahiran Nabire, 27 Juni 1988 itu telah membukukan 10 gol untuk Persidafon.
Sedangkan Ngon A Djam sendiri memang kurang produktif musim ini bersama Persidafon. Selama memperkuat tim asal Papua itu, Ngon A Djam belum pernah menciptakan gol. Namun, itu tak bisa menjadi patokan.
Gol-gol yang dibukukan Persidafon juga banyak hadir dari umpan-umpan pemain kelahiran 24 Januari 1980 itu. Terlebih, Ngon (sapaan Ngon A Djam) pernah memperkuat Sriwijaya musim 2008-2009 lalu.Praktis Ngon sedikit banyak mengetahui karakter Sriwijaya, dan motivasinya bakal berlipat lantaran menjadi ajang pembuktiannya.
“Kami juga tak boleh melepas begitu saja lini tengahnya terutama Eduard Ivakdalam yang menjadi motor serangan Persidafon. Serangan-serangan Persidafon hampir semuanya dari Ivakdalam,” pungkasnya. (gsm)





Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078