>> Home Gelora Sriwijaya All Sport Industri Migas Perlu 3K
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
UN SD Resmi Dihapus
JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik jenjang ke SMP/sederajat...Readmore
Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan
PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada putaran kedua Indonesia Sup...Readmore
  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

  • UN SD Resmi Dihapus

    JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik...

  • Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan

    PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada pu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Industri Migas Perlu 3K

JAKARTA - Industri hulu minyak dan gas (migas) tanah air memasuki masa sulit. Menuanya lapangan penghasil dan turunnya produksi menjadi masalah utama yang mengancam ketahanan energi nasional. Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA), Elisabeth Proust mengatakan, dibutuhkan keseriusan para pemangku kepentingan di industri migas dalam mengatasi hal tersebut.
”Perlu kolaborasi, kerja sama, dan koordinasi (3K) dari seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari institusi pemerintah, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, LSM, masyarakat, serta industri ini sendiri. Jika ini dilakukan, maka industri migas akan dapat menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya, saat Konferensi Pers Pra-Konvensi dan Pameran IPA ke-36 di Jakarta, kemarin (8/5).
Menurut Elisabeth, Indonesia yang merupakan negara dengan pertumbuhan cepat membutuhkan energi untuk dapat terus berkembang. Namun, sebagian besar dari lapangan penghasil migas yang berada di wilayah barat saat ini telah menua dan mengalami penurunan produksi.
Sementara pengembangan baru di wilayah timur membutuhkan investasi yang sangat besar dan teknologi terkini untuk mengeksploitasi potensi cadangan yang ada.
”Maksimalisasi pemulihan produksi lapangan tua dan dorongan kegiatan eksplorasi serta pengembangan potensi cadangan energi yang sebagian besar terletak di daerah frontier menjadi fokus industri migas saat ini. Disinilah perlunya kolaborasi, kerja sama, dan koordinasi untuk melakukannya,” ujarnya.
Sementara itu, tadi malam (8/5) BP Migas melaksanakan pisah sambut Kepala Perwakilan BP Migas Sumbagsel di Hotel Arista Palembang. Terhitung 2 Mei, Setia Budi resmi menggantikan Elan Biantoro. Elan mengakui, Sumsel masuk dalam 4 wilayah yang mendapatkan perlakuan khusus di bidang eksplorasi migas. “Yang pertama Aceh, lalu Sumsel, Madura dan Papua. Industri kita ini salah satu industri yang vital,” jelas Elan.
Dia mengatakan, pemasukan terbesar APBN diperoleh dari sektor migas. Sumbangsihnya mencapai 35 persen atau senilai Rp350 triliun dari nilai APBN sebesar Rp1.100 triliun. "Apabila tidak dikelola dengan baik, tentu negara kita lah yang merugi,” katanya. (wek/ego)


Add this to your website
 

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078