Selain U-21, Harus Ada U-17 PDF Cetak E-mail
Selasa, 27 Juli 2010 23:00
PT Liga Indonesia memberlakukan satu lagi syarat menjadi pengikut Indonesia Super League ( ISL). Kontestan kompetisi bergengsi di Indonesia tersebut harus memiliki dua tim junior. Selain tim U-21 yang sudah diberlakukan sejak ISL bergulir pada musim 2008/2009, musim depan mereka harus punya tim U-17.
Menurut Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalomboboy, dua tim junior tersebut sifatnya mutlak dibentuk. Mereka akan bertarung dalam kompetisi yang disediakan PT Liga Indonesia atau Liga. Tujuan pembentukan ini supaya klub memiliki cadangan pemain muda yang siap bersaing di kemudian hari, selain menyediakan bahan baku untuk Timnas.
”Faokus kami memang youth development. Keharusan memiliki dua tim junior itu akan termaktub dalam Manual Liga yang baru. Saat ini kami sedang membahasnya dan nanti akan sosialisasikan ke klub supaya dapat masukan,” ujar Tigor di kantor Liga, Kuningan, Jaksel.
Dengan embrio dua kompetisi junior kontestan ISL ini, tak menutup kemungkinan Liga akan mengambil alih tugas PSSI dalam hal mengurus kompetisi kelompok umur. Tugas itu saat ini dibebankan kepada Badan Pembinaan Pemain Usia Muda (BP2UM) yang dipimpin Rahim Soekasah. Dan, Liga tak merasa mengusik tugas BP2UM, justru seharusnya mereka terbantu dengan kebijakan tersebut.
Dikatakan Tigor, kebutuhan dana tim ISL memang akan bengkak dengan kebijakan baru ini. Namun, dia akan membantu memampatkannya dengan format. Untuk kompetisi U-17, Liga akan memakai format home tournament. Sementara untuk U-21 tetap memakai format grup dengan sistem home and away.
Agar pemain muda terserap di kompetisi regular, kata Tigor, Liga akan mewajibkan setiap klub merekrut 5 hingga 7 pemain muda. Implementasinya, tiga pemain muda masuk dalam line up.
Tak hanya tim junior yang harus dipenuhi ke-18 kontestan ISL. Mereka juga harus mematuhi peraturan baru soal perizinan. Tim harus dapat kepastian izin 14 hari sebelum kickoff. Jika tidak mampu, klub tersebut harus melapor ke Liga agar dicarikan solusi. Salah satunya pindah venue. Jika tidak melapor, mereka akan divonis kalah walk out jika pertandingan batal.
”Musim depan kami siapkan stadion khusus untuk gelar pertandingan yang tidak dapat izin setelah H-7. Kandidatnya, Stadion Manahan, Solo dan Gelora Delta, Sidoarjo. Dua stadion itu akan jadi tempat pertandingan usiran,” ucapnya.
Musim lalu, Persija dua kali tak bisa gelar pertandingan karena tak kantongi izin. Yakni, ketika jamu Persiwa Wamena untuk tim senior dan jamu PSPS Pekanbaru untuk Persija U-21. Oleh Komdis, kedua pertandingan itu masing-masing dimenangkan 3-0 tim tamu. Satu lagi ketika Persik Kediri jamu Persebaya.  Hanya, belakangan Persik yang sudah divonis kalah 0-3 diputus rematch lawan Persebaya pada 5 Agustus mendatang. (kmd)

Comments
Add New Search
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

HASIL DAN DATA

Stop
Play
  • Tanpa Kuyt Sebulan Kabar buruk bagi Liverpool. Striker andalan mereka, Dirk Kuyt, mengalami cedera bahu parah saat berg...
  • Ingin Berubah demi Azzurri Antonio Cassano menjadi bintang Italia saat mengalahkan Estonia 2-1 pada laga perdana kualifikasi Eu...
  • Crossing Mulai Hidup Timnas Indonesia alami perkembangan di uji coba kedua melawan tim  lokal. Ketika dijajal Pro Titan ...
  • Resmi Ikat 22 Pemain Persija Jakarta akhirnya resmi ikat pemain untuk berlaga di Indonesia  Super League (ISL) 2010/2011...