| Tertelan, Permen Karet Ganggu Pencernaan |
|
|
|
| Selasa, 27 Juli 2010 22:24 | |||||||||
Mengunyah permen karet memang mengasyikkan. Pada orang
dewasa, mengulum permen karet bisa membunuh waktu saat senggang. Mengulum permen karet juga mengurangi ketegangan. Ada pula yang memanfaatkan permen karet, terutama jenis sugar free aroma mint, untuk membantu menurunkan berat badan. Sedangkan bagi anak-anak, kebanyakan dilarang makan permen karet. Alasannya, kalau tertelan, permen karet bisa membelit di usus. Menurut FX Wahyurin Mitano, memang kemungkinan tertelan patut diwaspadai orang tua ketika buah hatinya mengulum permen karet. Sebab, balita belum memiliki kemampuan mengulum permen karet sebagaimana orang dewasa. Apalagi, sampai mengeluarkan bubble besar. ‘‘Bila tertelan, bukan membelit usus, tapi dikhawatirkan bisa memengaruhi saluran cerna anak,’’ jelasnya. Permen karet yang tertelan, lanjut ahli gizi dari RSUD dr Soetomo itu, memang keluar bersama feses. Sayang, permen karet tersebut tak akan sempurna tecerna oleh usus. ‘‘Ada kemungkinan mengganggu sistem pencernaan. Parahnya, bisa juga mengarah ke komplikasi pada beberapa anak yang memang sistem pencernaannya rentan,’’ katanya. Perempuan yang akrab disapa Ririen itu tak menganjurkan orang tua membiarkan buah hatinya mengulum permen karet. Apalagi, sekadar coba-coba. Ada juga risiko balita tersedak. Terutama, bagi anak yang belum memiliki mekanisme mengunyah dan menelan makanan dengan baik. ''Anak belum bisa memahami sepenuhnya alasan permen karet tak boleh ditelan. Dipikir sama dengan jenis permen lain yang kenyal,'' tambahnya. Yang patut dijadikan pertimbangan adalah bahan permen. Ririen memaparkan, permen karet biasanya dibuat dari pemanis, perasa, dan bahan sintetis (gum resin). Bahan tersebut akan menyulitkan tubuh untuk mencernanya. Terutama, ginjal. Misalnya, warna merah dari rhodamin B atau permen berwarna kuning yang menggunakan metal yellow. ''Rhodamin B itu bahan pewarna tekstil. Tentu, bahan itu tak boleh dimanfaatkan sebagai pencampur makanan,'' jelasnya. Bila tak hati-hati, bahan tambahan tersebut memicu kanker. Ada pula yang menggunakan sakarin. Gula buatan itu menghasilkan rasa sangat manis. Sebagian besar menimbulkan rasa pahit atau getir di lidah konsumen. ''Belum lagi tambahan bahan lain berupa asam organik yang memberikan rasa segar buah-buahan. Misalnya, asam sitrat,'' tuturnya. Bila berlebihan, lanjut dia, bahan tersebut membahayakan lambung. (ai/c7/nda)
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
|

HIDUP SEHAT
-
Tifoid, Gejalanya Demam dan Sakit Kepala
Demam Tifoid adalah penyakit infeksi akut disebabkan oleh kuman gram negatif Salmonella ...
-
Merokok Dan Minuman Keras Picu Kanker Mulut
Rasanya hampir semua orang merokok. Namun, menyadari atau tidak, merokok sangat ...
-
Sering Mengucek Mata Sebabkan Bintitan
Masyarakat masih beranggapan mata bintitan disebabkan karena sering mengintip. ...
-
Luka Bekas Jerawat
Jerawat sangat mengganggu dan menjadi masalah yang sering dialami hampir 80 ...
-
DE Ganggu Hubungan Pasutri
Fungsi seksual pada pasangan suami istri (pasutri) adalah untuk reproduksi, kenikmatan ,dan kasih ...

Terbanyak Dibaca
- Harga Baru Mitra Bisnis Sumatera Ekspres (26028)
- Tamara Bleszynski Main Film Panas (21186)
- Harga Baru Society Biz Sumatera Ekspres (21079)
- Tamara Bleszynski Main Film Dewasa (19075)
- Kemungkinan Memang Luna Maya? (10678)
- 2010, Gaji TNI Naik Lima Persen (8733)
- Anang-Syahrini “Berjodoh” (7816)
- “YU Itu Bukan Yuniza Umirtuningsih!” (7562)





Mengunyah permen karet memang mengasyikkan. Pada orang
dewasa, mengulum permen karet bisa membunuh waktu saat senggang. Mengulum permen karet juga mengurangi ketegangan. Ada pula yang memanfaatkan permen karet, terutama jenis sugar free aroma mint, untuk membantu menurunkan berat badan. 












