>> Home Home Arsip BERITA UTAMA Dibalik Penangkapan Agus Supriyanto
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Dibalik Penangkapan Agus Supriyanto

Ummu Nausyah (22), tidak percaya jika suaminya Agus Supriyanto terlibat aksi teroris. Pasalnya, kesehariannya lulusan sekolah khusus bahasa Arab Ma’Had Abu Bakar Surakarta itu, dikenal sebagai sosok penyayang, penyabar sekaligus mudah bergaul dengan siapa saja.

------------------------------------------------------
EDWARD. D – EDWAR. S - BANYUASIN
------------------------------------------------------

Tidak begitu sulit menemukan rumah orang tua Agus Supriyanto (29), yang berada di Jalur 17, Jembatan IV, Desa Banyu Urib, RT 12/6, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Namun kondisi jalan yang menuju kediaman bapak Suripto (52), tidak bisa dilalui kendaraan roda. Sumatera Ekspres yang sempat menyambangi rumah tersebut, Senin (7/5) siang, harus menempuh waktu sekitar 30 menit berjalan kaki.  “Silakan mas, dari media ya,” ucap Sudirman (55), Ketua RT 2 langsung menyambut. Sebelumnya Sudirman, sudah menerima laporan dari warga kalau ada yang akan menemui istri Agus dan keluarganya.
“Kami sekeluarga masih shok dan trauma Mas. Kami masih tidak percaya. Kami awalnya hanya tahu kalau suami saya diculik oleh orang yang mengaku sebagai petugas Telkomsel. Apalagi adik bungsunya Hanif,” kenang Ummu panggilan akrabnya.
Memang banyak warga tidak percaya kalau Agus diduga terlibat jaringan teroris beberapa waktu lalu. Di mata keluarga dan tetangga, ayah dari Nausyah Assyammari itu, bersifat penyabar dan penyayang. Ummu memulai ceritanya. Minggu (6/5) sekitar pukul 17.00 WIB, ada seorang laki-laki yang mendatangi warung milik mertuanya. “Katanya mobil yang ditumpangi mereka terpater (terperosok, red). Mereka pakai mobil Xenia mas. Tapi mereka pakai baju seragam Telkomsel warna abu-abu. Sempat tanya keluhan sinyal Telkomsel di sini. Datangnya sebelum salat Magrib,” kata Ummu.
Laki-laki itu tadi lanjut Ummu, juga sempat minta dibuatkan mi instan di warung. “Yang turun dua orang laki-laki, terus yang di moil ado satu orang lagi. Kami sama sekali tidak curiga, apalagi minta dibuatkan mi instant. Orang tadi juga sempat tanya lahan untuk membuat tower seluler di kampung ini. Saya jawab saja, kalau harga lahan seperempat hektar saja sekitar Rp25 juta hingga Rp40 juta,” katanya. Tidak lama kemudian, dua orang tadi menanyakan masjid untuk mengerjakan salat magrib. Nah, saat itulah, bersamaan Agus juga akan keluar bersama adiknya Hanif (5).
“Mas Agus juga mau salat magrib. Orang itu juga sempat dipinjami motor bapak untuk ke masjid. Singkatnya, Hanif pulang diantar oleh salah seorang laki-laki tadi dan kunci motor langsung diberikan Hanif. Saat ditanya kemana mas Agus, Hanif langsung bilang sudah diculik orang saat di masjid tadi. Kami belum curiga dan menduga kalau diajak untuk lihat lahan yang ditanyakan tadi,” cerita Ummu. Yang jelas Ummu, hingga saat ini tidak percaya kalau suaminya dibawa oleh petugas Densus 88 Mabes Polri karena terlibat aksi teroris. “Kalau tidak ada surat penangkapan, saya belum percaya, apakah orang itu polisi atau tidak,” cetusnya.
Selain menjadi guru olahraga di Solo, Agus mengajar les bahasa Arab. “Kalau les bahasa Arab tergantung permintaan warga sekitar rumah. Malah warga senang, kalau anak-anaknya diajari bahasa Arab. Selain bahasa  Arab, mas Agus juga menekuni ilmu bela diri Tapak Suci. Malah pernah menjadi juara pertama se-provinsi Jawa Tengah sebelum menikah tahun 2009. Pernah juga dijanjikan menjadi atlit untuk PON, tapi herannya bukan mas Agus yang dipilih tapi yang juara kedua yang masuk,” ujar Ummu.
Dalam mengasah pendidikannya, Agus salah satu orang yang mempunyai tekat yang bisa diacungi jempol. Untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Islam (SPDI), Agus tidak pernah meminta biaya kuliah dengan orang tuanya. “Selama kuliah tidak pernah meminta uang, dia cari sendiri, karena pintar bahasa Arab dan mudah bergaul sama siapa saja. Kata orang mas Agus sekolahnya di pondok pesantren, tapi bukan. Dia malah sekolah di SMA Muhammadiyah Jogjakarta dan tinggal di asrama tempat ia tinggal. Setelah tamat lalu sekolah keahlian bahasa arab di Ma’had selama dua tahun dan terus melanjut kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta,” kata Ummu lagi.
Ummu yang kini tengah hamil delapan bulan, belum bisa menuntut atau melapor kepada siapa pun, namun jika memang nanti suaminya ditangkap lantaran terkait terduga salah satu pelaku teroris, ia sudah menyiapkan seorang kuasa hukum. “Kami sudah menyiapkan seorang  kuasa hukum dari Tim Pembela Muslim (TPM) Pusat, Ahmad Mihdan SH. Dan kami tetap menunggu perkembangan terbaru,” tukas Ummu yang sempat meneteskan air mata.
Sementara, Suripto mengatakan hal yang sama. Hingga saat ini pihak keluarga belum mendapat kabar mengenai keberadaan anaknya Agus. “Tidak ada kabar, Handphone (Hp) juga tidak dibawa, karena waktu itu mau salat. Kami cari-cari di masjid, yang ada hanya sandal jepit yang tertinggal. Saat meninggalkan rumah, Agus mengenaka baju koko berwarna abu kehitaman dan sepan dasar warna hitam. Sehari-hari, dengan tetangga Agus sering bergaul. Kami terus berdoa dan selalu ikhtiar dan masih berharap Agus bisa kembali,” kata suami dari Sumini (45) ini.
“Kita sudah mencari tahu keberadaan Agus. Kita sempat datangi Pos Pol yang ada di Jalur 19, pagi tadi (kemarin, red). Dari informasi yang diberikan kepada kami oleh salah seorang petugas, membenarkan kalau Agus sudah dibawa ke Jakarta. Tapi tidak menyebutkan alasannya. Kami juga disarankan untuk mengecek informasi ke Polda Sumsel biar lebih jelas. Saya juga awalnya tidak mengetahui cerita saat Agus dibawa oleh laki-laki saat berada di masjid. Selama ini belum ada kejadian atau warga dari pulau Jawa yang datang ke tempat kami yang dituduh macam-macam,” beber Sudirman.


-----------------
Data Sagala

Saat memasukin Desa Banyu Urip, kami bertanya kepada semua orang yang kami lihat dijalan, kebanyakan menjawab tidak pernah terdengar adanya penangkapan didaerah desa mereka, tetapi kami tidak putus asa dan meneruskan tetap untuk mencari dimana keberadaan kediaman Agus beserta istrinya.
Baru kami mendapatkan informasi dari Sekdes Desa bangun Sari yang merupakan tetanggan Desa banyu Urip, kami putuskan untuk melanjutkan pencarian besok pagi dikarenakan hari telah malam. Sekitar jam 10.00 WIB, kami tiba dirumah kediaman Agus, dan langsung disambut oleh RT ditempat kediamanya Sudirman,  beserta orangt tua Agus da juga istri agus, Ummu Nausyah (22) yang saat itu lagi menggendong anak pertama mereka yang bernama  ketempat mertuanya tempat mereka tinggal, ia mengatakan mereka sempat menanyakan lahan kosong untuk mau dibeli,” Saya bilang kalau tanahk kosaong disini seperempat hektarnya harga rata-ratanya sekitar Rp25 sampai Rp30jutaan. Sete;ah itu mereka pergi keujung dusun ini, dan tak berapa lama saat menjelang magrib datang lagi dan menanyakan dimana mesjid, kebetulan dekat rumah ada, lalu Mas Agus minjamin motor satu sama mereka

Dan berangkat sama-sama kemesjid, sewaktu selesai salat magrib, yang pulang sendiri Hanif (5) (adik bungsu Agus,red) dan membawa kunci motor yang mereka pinjam dan Mas Agusnya diculik kata adiknya, dia (adik Agus,red) sampai sekarang masih trauma atas kejadian ini Pak. Kami sekeluarga dan khususnya saya sendiri tidak percaya kalau suami saya ini terlibat dalam jaringan teroris, karena selama ini dia orangnya tidak pernah berbuat yang aneh-aneh. Selama kami tinggal diJogjakarta, Mas Agus kerjanya mengajar  bidang olah raga, ngajar anak-anak belajar bahasa Arab dan juga karate tapak suci itulah selama ini yang saya tahu dari mas Agus. Kebetulan ia (Agus,red) pernah juara tapak suci se-Jateng pada masa itu, dan pernah juga dijanjikan akan masuk atlet untuk PON, tapi bukan mas Agus yang dibawa, malah yang juara duanya yang masuk,”ungkap Ummu yang telah hamil delapan bulan ini
Dalam melanjutkan pendidikanya, Agus salah satu orang yang mempunyai tekat yang bisa diacungi jempol, untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Islam (SPDI) ia dapatkan tanpa ia meminta biaya kepada kedua orang tuanya,” kalau mas Agus cerita, selama ia kuliah ia tidak pernah meminta uang selama ia kuliah, dia cari sendiri, karena pintar bahasa Arab, dan mudah bergaul sama siapa saja. kata orang mas Agus sekolahnya di pondok pesantren, bukan, tapi di SMA Muhammadiyah Jogjakarta dan tinggal diasrama tempat ia tinggal, setelah tamat ia mengambil sekolah keahlian bahasa arab di Ma’had selama dua tahun dan terus melanjut kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, yang benar begitu,di palembang aja ada Ma’had yang dekat Universitas Muhammadiyah Palembang, benarkan Pak?





Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078