H+2 Puasa Pasar Murah PDF Cetak E-mail
Kamis, 22 Juli 2010 23:46
Meningkatnya harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran Kota Palembang dan sejumlah daerah di Sumatera Selatan beberapa bulan belakangan, memaksa Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) menggelar operasi pasar (OP) alias pasar murah. Khusus kota pempek ini, pelaksanaannya hari kedua (H+2) bulan Ramadan di seluruh kecamatan.
     "Hari kedua bulan puasa atau sekitar tanggal 12, 13 Agustus nanti kita lakukan pasar murah," ungkap Drs H Eppy Mirza, kadisperindag Sumsel saat meninjau sejumlah gudang beras di Kertapati dan Gudang Bulog Kenten bersama Komisi II DPRD Sumsel, kemarin (22/7).
Menurut dia, pelaksanaan OP dilakukan karena ada keputusan Menpan  bahwa pasar murah tidak perlu menunggu hingga kenaikan 25 persen. "Saat ini, harga beras naik 15 persen.  Sudah bisa dilakukan pasar murah.”
 Sembako yang dipasarmurahkan, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, margarin, beras, tepung, dan beberapa komoditi lainnya. Dalam OP, Disperindagkop memberikan subsidi Rp2 ribu. Diambil dari  APBD induk Rp100 juta.
Hanya, lantaran pelaksanaannya selama 25 hari, perlu subsidi Rp800 juta. Nah, menutupi kekurangan tersebut, Disperindag mencari dana bekerja sama dengan BUMN seperti PT Pertamina, PT Pusri dan beberapa BUMN lainnya. "Kita meminta bantuan dengan beberapa BUMN tersebut," tambahnya.
Ia mencontohkan, harga yang nilainya Rp9.500 per kilo, bila disubsidi menjadi Rp7.500. Kemudian beras diambil dari Bulog Divre Sumsel dengan jenis medium. Setara kualitas Bulog Rp3.730 setelah disubsidi Rp2 ribu.
"Jumlah barang akan dialokasikan per item 5 ton. Sedangkan minyak goreng 5 ribu liter perharinya," ungkap Eppy. Pelaksanaan pasar murah tersebut di tiap kecamatan dan beberapa titik dengan dua hingga tiga kali putaran.
"Sistem pembelian menggunakan kupon. Disebar oleh kelurahan di rumah tangga. Harapannya, masyarakat menerima sembako tepat sasaran," bebernya. Menurut dia, usai  Ramadan  diperkirakan harga sembako akan mengalami penurunan.
    Katanya, bila ada indikasi penimbunan sembako oleh oknum pasar akan dilakukan penindakan sesuai aturan hukum yang ada. "Hukumannya bisa 15 tahun penjara.”
     Suplai beras ke luar daerah, katanya, bukan persoalan. Asal  komoditi di Sumsel terpenuhi dan mencukupi. "Hasil penelitian, per orang membutuhkan 11 kilo beras dalam satu bulan.”
     Kepala Divre Bulog Sumsel Babel, Tomi S Sikado menegaskan, pelaksanaan OP memang akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum pasar murah digelar. "Senin nanti kita siap OP. Tapi, kalau harga beras per kilo jenis medium masih Rp5.800, saya kira belum perlu OP.”
     Ia mencontohkan, ketika harga beras di pasaran mencapai angka di atas Rp6 ribu maka dianggap perlu OP. "Kita benar-benar menghitung pasnya kapan melaksanakan OP.”
     Harga yang dipatok Bulog dalam pelaksanaan OP Rp5.730. Ditambah transport, Rp5.900-Rp6 ribu. "Jadi, saat ini belum tepat OP karena harga masih stabil. Penentuan pelaksanaan OP sendiri, harus memiliki selisih dengan pasar Rp300-Rp500.”
     Pelaksanaan pasar murah, tambah dia, tidak akan mengganggu ketersediaan stok beras  untuk program raskin. Saat ini, stok di gudang Divre Sumsel Babel 66 ribu ton. Sedangkan Palembang  38 ribu Ton.  
Ketua Komisi II DPRD Sumsel, Budiarto Marsul menegaskan, pihaknya berharap OP bisa segera dilaksanakan. “Tidak perlu nunggu naik 25 persen.”
     Anggota Komisi II, melakukan tinjauan di PT Buyung Jakabaring dan PT Jaya Mandiri, Kertapati. Stok di PT Buyung 25 ribu ton. Per hari didistribusikan sebanyak 300 ton. Lalu,  PT Jaya Mandiri distribusi perhari  150 Ton dengan stok  10 ribu ton. (mg44)

Comments
Add New Search
Beri Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."