Back Anda disini: Home

Artikel

Apa Beda TOEFL dan IELTS?

Kemampuan berbahasa asing bagi mahasiswa adalah suatu keharusan. Bukan cuma bagi mereka yang belajar ilmu kebahasaan (linguistik), tapi juga mereka yang mempelajari ilmu lainnya. Menguasai bahasa asing sangat bermanfaat

antara lain buat memahami diktat, buku, dan materi yang berbahasa asing.
Salah satu kemampuan wajib berbahasa asing itu adalah kemampuan berbahasa Inggris. Karena selain berguna dalam menunjang proses belajar, juga jadi salah satu syarat utama untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri. Nah, untuk mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris seorang mahasiswa, ada beberapa tes yang bisa dijalani. Dua di antaranya adalah Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dan International English Language Testing System (IELTS).
Tapi Xpresia mungkin masih ada yang bingung apa sebenarnya perbedaan antara TOEFL dan IELTS? Karena terkadang di syarat beasiswa ataupun melanjutkan studi keluar negeri ada yang mensyaratkan melampirkan skor TOEFL, namun ada juga yang IELTS. Di edisi Campus kita kali ini kita akan mengupas tuntas beda TOEFL dan IELTS dari sisi sumber, tujuan, struktur dan sistem kedua tes tersebut.
///Beda Sumber
Untuk sumbernya, TOEFL berasal dari Amerika Serikat sementara IELTS berasal dari Inggris. Karena itu, kalo Xpresia ingin melanjutkan sekolah ke Amerika Serikat, yang diperlukan adalah skor TOEFL. Sedangkan kalo ingin bersekolah ke Inggris, Australia, Canada, maka yang diperlukan adalah skor IELTS. Trus, gimana di negara lain seperti Belanda, Jerman, Singapura? Biasanya negara-negara itu menerima semua skor baik TOEFL maupun IELTS.
///Tujuan Utama
Skor TOEFL bertujuan untuk menentukan kemampuan seseorang dalam berbicara, membaca, memahami, dan menulis dengan cukup baik untuk mengikuti perkuliahan yang berbasis bahasa Inggris. Beda halnya IELTS yang bertujuan untuk membuktikan apakah seseorang memiliki standar tertentu dalam bahasa Inggris. Biasanya pada tes TOEFL, pertanyaan-pertanyaan, bahan bacaan, dan bahan mendengarkan semua dirancang untuk masuk ke tingkat perguruan tinggi. Sedangkan program IELTS dirancang untuk mereka yang ingin bekerja atau melanjutkan studi di luar negeri.
///Aksen dan Ragam Bahasa
TOEFL menggunakan aksen dan ragam bahasa Inggris Amerika (American English), sedangkan IELTS dominan bahasa Inggris Britania (British English) plus sedikit Australian English.
//IELTS Lebih Variatif
Bentuk tes di IELTS lebih variatif dari TOEFL. Nggak cuma pilihan ganda atau menjodohkan, di IELTS kamu akan diminta mengisi jawaban berupa angka dan kata-kata singkat.
///Beda Struktur
Kalau dari struktur, biasanya TOEFL dapat diambil secara online iBT (internet based test) atau secara langsung di tempat yang telah ditentukan. Bila diambil secara online, pendaftar memiliki waktu empat jam untuk menyelesaikan tes reading, listening, writing, dan speaking. Setiap tes punya batas waktu sendiri. Tes secara langsung serupa strukturnya dengan tes online, tapi punya lebih banyak pada ujian tes tertulis dibanding dengan tes berbahasa. Keduanya serupa, hanya formatnya yang berbeda. Versi internet TOEFL memiliki skor tertinggi 120 dan terendah 0. Sedangkan versi tercetak (secara langsung) berkisar antara skor 310 dan 577 dengan poin berbeda tiap bagian, tapi tidak termasuk bagian menulis pada nilai akhir.
Sedangkan pada IELTS pendaftar biasanya diminta untuk melengkapi empat modul yakni berbicara, menulis, membaca, dan mendengarkan. Setelah itu, para pendaftar akan menerima sebuah berkas atau skor yang ditampilkan pada formulir laporan IELTS. Skor tertinggi bernilai 9 yang menunjukkan orang tersebut benar-benar kompeten di semua bidang. Tes mendengar dan berbicara sama pada kedua versi tes akademik dan ujian umum, tapi untuk tes membaca dan menulis tidak. Ujian IELTS memakan waktu 2 jam 45 menit. Tes mendengarkan, membaca, dan menulis harus diselesaikan pada hari yang sama. Sedangkan tes berbicara butuh waktu seminggu, sebelum atau setelah tes tertulis.
///Beda Standar
Yang terakhir dari sisi standarnya. Untuk mendaftar program sarjana, universitas di dunia umumnya mensyaratkan skor TOEFL iBT (internet based test)  sebesar 79-80 atau sama dengan skor 550 paper based TOEFL. Sedangkan untuk program pascasarjana (S2 dan S3), skor iBT yang dibutuhkan mencapai 110-115 atau setara 600-650 skor based paper TOEFL. Sementara itu untuk skor IELTS, dibutuhkan band scale dalam rentang 6.0 - 6.5 untuk program sarjana dan band scale 7.0 - 7.5 bagi peminat program pascasarjana.
Well, tipsnya pastikan Xpresia mengetahui jenis kemampuan bahasa yang diminta oleh pemberi beasiswa atau tempat studi tersebut. Jika memang mintanya TOEFL, seperti Fulbright yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat, ya penuhi syarat tersebut. Tapi jika diminta TOEFL/IELTS, persiapkan juga IELTS. Karena saat melakukan preparation, Xpresia bisa sambil belajar juga. Nggak cuma buat tes, tapi juga buat kelak kalo nanti udah bersekolah di luar negeri.
Biasanya juga, pada pendaftaran beasiswa tahap awal, beberapa jenis beasiswa nggak mempermasalahkan jika Xpresia mendaftar dengan TOEFL paper based. Sebab nantinya pendaftar yang lulus akan diberikan tes lagi yang tarafnya internasional. Untuk itu akan lebih baik jika udah punya skor internasional IELTS atau TOEFL.