>> Home Home Arsip BERITA UTAMA Ditangkap usai Salat Magrib
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Ditangkap usai Salat Magrib

BANYUASIN - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri mengamankan Agus Suprianto bin Suripto (32), warga Jalur 17, Jembatan IV, Desa Banyu Urip, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sabtu (5/5). Pelaku yang diduga terlibat aksi terorisme ini, ditangkap usai melakukan salat Magrib di Masjid Jaron, sekitar 200 meter dari rumahnya. 
Penangkapan Agus mengagetkan jemaah masjid. Apalagi, Agus dikawal beberapa orang menggunakan senjata panjang. Wajah Agus pun langsung ditutupi dengan gazebo. 
Beberapa saat usai penangkapan, warga baru tahu kalau alasan penangkapan Agus diduga karena terlibat jaringan terorisme, Solo, pada pertengahan 2011. “Perkiraan, kedatangan Tim Densus ini sudah sejak tiga minggu lalu,” ujar Topan, salah seorang warga Banyu Urip.
Pasalnya, kata Topan, sebelum penangkapan banyak orang yang tidak dikenal datang ke Desa Banyu Urip. Bahkan, Suripto (51), orang tua Agus Suprianto, sempat didatangi orang yang tidak dikenal. “Mereka mengaku petugas dari Telkomsel,” kata Topan. 
Menurut Topan, dia sempat melihat beberapa orang mengeluarkan senjata api laras panjang.  “Tapi, dia tidak menembak,” ujarnya. Topan  juga tidak pernah menyangka kalau Agus terlibat jaringan terorisme. “Orangnya ramah dan mudah bergaul dengan tetangga, kami tidak pernah menyangka kalau Agus terlibat jaringan teroris.”
Suripto (51), orang tua Agus, menegaskan, penangkapan anak pertama dari enam bersaudara itu, tidak pernah diberitahukan oleh petugas. “Terus terang saya sampai sekarang masih bingung, yang nangkap itu siapa? Polisi apa Densus atau siapa? Saya tidak pernah diberitahu.”
Memang diakui Suripto, sejak tamat SMP, Agus melanjutkan studi di Jogjakarta dan Solo. Baru setelah menikah bersama Ustanul (istri Agus) keduanya kembali ke Banyu Urip dan hidup sebagai petani.  “Agus itu orangnya telaten, dia bertani karet dan jamur tiram. Hasilnya mereka jual ke pasar.”
Usai penangkapan, lanjut Suripto, istri dan anaknya Nausah (2) tinggal bersama Suripto. 
Sekdes Banyu Urip, Perayitno membenarkan kalau Agus memang warga Banyu Urip. Menurutnya Agus merupakan alumnus salah satu pondok pesantren di Jawa Tengah. “Setahu saya, Agus sejak lulus SMP melanjutkan  pendidikan di pesantren wilayah Solo dan Jogjakarta.”
Agus juga pernah mengajukan surat pindah dari Palembang ke Aceh. Rekomondasi itu langsung ditujukan kepada pemerintah setempat, tetapi Agus  belum pindah ke Aceh. “Ia bersama istrinya pernah berangkat ke Aceh, tetapi kembali lagi ke Banyu Urip. Alasannya, istrinya tidak betah tingal di sana. Kalau tidak salah sekitar  awal tahun 2011,” jelasnya.
Camat Tanjung Lago, Okta Vianus SSos, membenarkan salah satu warganya ditangkap oleh Pasukan Densus 88 itu, diketahui dari laporan perangkat desa setempat.       
“Iya laporan yang masuk kepada saya seperti itu, tetapi belum ada konfirmasi resmi dari pihak Densus 88 ke pemerintah setempat “ terang Octa.
Penangkapan Agus juga diketahui warga Desa Bangun Sari yang berjarak 2,5 km dari Banyu Urip.  “Kami dengar dari kawan-kawan, ada penangkapan teroris oleh Tim Mabes. Tapi, saya tidak tahu kronologis penangkapannya seperti apa,” kata Sekdes Bangun Sari, Abdul Razak, tadi malam.  (sep/war/cj12/ce1)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078