>> Home
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
UN SD Resmi Dihapus
JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik jenjang ke SMP/sederajat...Readmore
Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan
PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada putaran kedua Indonesia Sup...Readmore
  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

  • UN SD Resmi Dihapus

    JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik...

  • Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan

    PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada pu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Punya Intergritas,Antusias

PALEMBANG - Kehadiran Menteri BUMN, Dahlan Iskan, memang selalu menjadi sosok menarik. Sekalipun dalam seminar pendidikan dengan tema serius, ”Pendidikan Karakter untuk Indonesia Lebih Baik” di Aula Magister Manajemen Universitas Sriwijaya, Bukit Besar, Palembang, kemarin.
“Acara show ini saya pikir adalah acara yang menyiksa karena saya pikir Anda yang hadir sudah pada capek. Tetapi ternyata Anda masih antusias mengikutinya,” ujar Dahlan ketika memulai menyapa para undangan yang hadir.
Dahlan lantas mengurai bagaimana kiat dirinya memilih dan mencari seorang pemimpin, semisal, kepala bagian ataupun direktur sebuah perusahaan. Katanya, ia tak memakai pemimpin dengan intelektual text book.  “Tugas saya tidak banyak, yang utama adalah bagaimana menemukan orang yang tepat,” jelasnya.
Menurut Dahlan, ada beberapa kriteria yang diutamakan ketika memilih pemimpin sebuah perusahaan. Pertama, orang tersebut mempunyai integritas baik.  “Integritas itu maksudnya jujur, bisa dipercaya, dan berkelakuan baik,” ungkap Dahlan.
Selain itu, tidak menjadi bagian dari persoalan, tapi mencoba mencari pemecahan masalah.  Lantas, orangnya dapat bekerja sama dalam tim. “Orang seperti ini tidak egois, tidak kaku, dan tidak mudah marah. Yang jelas, orang tersebut tidak termasuk orang berpotensial konflik,” beber Dahlan, kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 lalu. “Kriteria terakhir adalah antusias yang menjadi sumber untuk maju,” katanya lagi.
Membahas hal tersebut, Dahlan balik mengajukan pertanyaan kepada peserta, yakni apakah ada seseorang yang integritasnya sudah baik tetapi tidak antusias? Lantas, dua orang ditunjuk oleh Dahlan untuk naik ke atas panggung. Ia pun menjanjikan akan memberi Rp100 ribu kepada peserta yang berani naik panggung. “Maaf ya, saya tidak bawa dompet. Saya ada janji uang Rp100 ribu kepada Anda. Tidak tahu gimana? Pokoknya utang ini akan saya ganti,” ujarnya sambil menunjukkan kantongnya yang tidak berisi  dompet.
Terkait jawaban pertanyaan itu, ia mengatakan secara teoritis itu tidak ada, tetapi secara praktik ada. “Saya punya pengalaman, ada seorang pemimpin perusahaan yang memiliki integritas yang baik dan diteladani oleh bawahannya. Tetapi karena ia tidak antusias, maka saya ganti. Hal seperti itu, ibarat ingin masuk surga sendiri,” ungkapnya disambut gelak tawa peserta.
Tatkala sesi tanya jawab banyak peserta mengacungkan tangan. Dahlan pun menghitung ada 26 orang yang ingin bertanya. “Maksud saya, teman yang saya tunjuk naik ke atas panggung untuk foto bersama dan bubar,” ujarnya langsung disambut gelak tawa peserta lagi.
Dari sekian banyak pertanyaan yang diajukan oleh ke-26 peserta itu, Dahlan mengatakan jawaban dari beragam pertanyaan itu, jawabannya cuma satu. “Itupun  bentuknya hanya doa. Ihdinashirootol mustaqiim,” beber Dahlan lagi.
Menyinggung soal karakter, kata Dahlan, karakter itu dapat berubah apabila orang tersebut sering mengalami benturan. “Seseorang yang jarang terbentur dalam hidupnya maka ia terlambat menjadi dewasa. Oleh karena itu, kesempatan untuk membentuk karakter adalah menjadi aktivis. Orang yang menjadi aktivis itu jiwanya akan sangat matang,” ungkapnya.
Ketua panitia, Elly Sumantri, mengatakan, kegiatan seminar merupakan rangkaian dari Kongres Ke-1 Komunitas Generasi Cendekia (KGC) Pusat, sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional. “Kongres sendiri telah kita lakukan pada 4 -5 Mei yang lalu,” ujarnya di sela-sela acara.
Mengenai concern KGC, dijelaskannya KGC mempunyai fokus di bidang pendidikan, moral dan entrepreneurship. Adapun segmennya adalah pelajar. “Ke depan, kita akan kembangkan KGC secara nasional. Di Sumsel sendiri, KGC telah berdiri di 15 kabupaten/kota,” jelasnya.
Peserta yang mengikuti seminar berjumlah sekitar 630 orang. Terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, guru, pelajar, dan pihak profesional se-Sumsel. “Melalui seminar ini diharapkan pendidikan dapat menjadi pilar terpenting untuk membangun bangsa,” ungkap Elly kepada wartawan.
Selain Dahlan Iskan, pembicara lain di antaranya, H Marzuki Alie SE MM mengupas pendidikan karakter melalui pendekatan religius, dan Dr Drs Ardiyan Saptawan MSi membahas pendidikan karakter ditinjau dari pendekatan sosial budaya. (cj7/ce1)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078