Sen09012014

Last update10:33:50 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Konsumen Pilih Cash Bertahap

PALEMBANG - Developer mulai mencari ancang-ancang untuk menyiasati tingginya DP dan suku bunga KPR. Strateginya, yakni memberikan fasilitas cash bertahap kepada konsumen sesuai permintaan. Angsurannya bisa tiga tahun tanpa bunga.     "Itulah kenapa kami menjadi tak khawatir permintaan RSh turun lantaran DP dan suku bunga tinggi. Karena kita coba menjangkau daya beli konsumen dengan fasilitas cash bertahap," jelas Direktur PT Sriwijaya Surya Gemilang, Arfandi.

    Sejauh ini permintaan cash bertahap cukup banyak sejak berlakunya kebijakan LTV baru. "Yang banyak memanfaatkan fasilitas ini mulai Januari. Diprediksi permintaannya akan terus meningkat," imbuhnya.
    Dikatakan, rumah jadi kebutuhan primer yang tak bisa diabaikan. "Walaupun mahal ya tetap akan dibeli konsumen. Makanya kami optimis permintaan tetap ada," imbuhnya. Itulah kenapa, diyakini pasar RSh akan terus berkembang. Pihaknya menargetkan pembangunan RSh tahun ini bisa capai 250 unit.
    Tetapi pihaknya masih mewaspadai naiknya harga RSh Maret nanti. "Tentu saja makin mengurangi daya beli," kata dia. Sehingga penawaran fasilitas cash bertahap dirasa masih berat dipilih konsumen, karena harga RSh meninggi. "Konsumen tentu akan menunda pembelian," imbuhnya. Jika mengambil kredit di perbankan, harga RSh Rp105 juta itu angsurannya sekitar Rp900 ribu-Rp1 juta per bulan. Kalau harganya Rp88 juta itu hanya Rp700 ribu per bulan.
    Bagi developer, kebijakan ini sebenarnya menguntungkan karena bisa dapat income lebih besar walau penjualan turun. Tapi bagi konsumen justru merugikan.        
    Senada diungkapkan Head Marketing Citra Grand City Palembang, Judi Perdana Putra. Kini konsumen cenderung pilih cash bertahap. "Permintaan rumah masih tetap tinggi. Tetapi berhubung suku bunga KPR tinggi maka konsumen lari ke cash bertahap fasilitas dari developer," tandas dia. Di tahun ini, Citra Grand menargetkan omzet Rp200 miliar, naik 80 persen dibanding realisasi omzet 2013 Rp120 miliar. (cj9/fad/ce2/ndy)