Rab09032014

Last update10:51:01 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Effendi Gazali Mundur dari Komite

PERSONEL Komite Konvensi Capres Partai Demokrat dipastikan berkurang. Salah seorang anggota yang berasal dari unsur profesional, Effendi Gazali, resmi mengajukan pengunduran diri. Meski demikian, panitia penyelenggara ajang penjaringan capres itu memastikan pelaksanaan konvensi tetap berjalan normal.

    “Konvensi jalan terus. Kami hormati pengunduran diri beliau,” ujar Sekretaris Komite Konvensi, Suadi Marasabessy, saat dihubungi, kemarin (18/2).     Meski belum membaca langsung, Suadi menyatakan sudah mendapat laporan atas masuknya surat pengunduran diri pengamat komunikasi politik UI itu. “Kami berterima kasih terhadap sumbangsih pikiran dan tenaga beliau selama ini terhadap pelaksanaan konvensi,” imbuh politikus Partai Demokrat itu.
    Apakah akan ada penggantinya? Purnawirawan jenderal bintang tiga tersebut memastikan komite tidak akan mencari lagi penggantinya. “Tidak, tidak, waktunya sudah mepet. Yang ada sekarang masih sangat cukup,” tegasnya.
    Alasan utama Effendi mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan komite adalah harus merawat kakinya. Dia menjalani operasi achilles tendon di RSCM Kencana pada 5 Februari lalu. Otot kakinya putus karena ditekling saat bermain futsal. “Untuk pemulihan, biasanya butuh waktu tiga sampai enam bulan. Jadi, saya harus merawat kaki saya dan tidak banyak beraktivitas,” kata Effendi saat dihubungi, kemarin.      
    Dia memastikan bahwa alasan pengunduran dirinya tidak terkait kredibilitas komite yang diketuai mantan menteri Agama Maftuh Basuni itu. “Selama saya di komite, saya jamin tidak pernah menemukan niat kecurangan apa pun yang dilakukan komite,” tegasnya.
    Dia mengungkapkan, pihaknya memang termasuk yang mendapat surat dari salah seorang peserta konvensi Anies Baswedan tertanggal 3 Februari 2014. Isinya, antara lain, mempersoalkan tidak disiarkannya acara debat di stasiun televisi nasional. “Dan saya sangat setuju dengan Anies,” katanya.
    Pada saat diundang untuk masuk Komite Konvensi, Effendi menyatakan bahwa pendidikan politik tidak hanya dalam bentuk konvensi. Tapi juga, soal keadilan akses ke stasiun televisi nasional.  “Saya tetap mengharapkan Konvensi PD berjalan dengan sukses. Saya selama ini sudah menjaga komitmen tidak menerima honor apa pun dari komite dan tetap yakin bahwa konvensi adalah pendidikan politik yang penting bagi partai mana pun,” ungkapnya. (dyn/c6/tom/ce4/ndy)