Rab12172014

Last update12:49:22 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Pelaku Mengaku Sadar Bunuh Dua Anak

PEMBUNUH SADIS - Sapril diborgol masih sempat merokok, saat dikawal petugas kepolisian di Mapolres Empat Lawang. foto: Hendro/Sumeks.


EMPAT LAWANG - Tersangka Sapril (30), Jumat (10/10) malam setelah kejadian langsung diamankan di Mapolres Empat Lawang.

Tersangka yang berprofesi sebagai petani ini dijemput anggota Polres Empat Lawang di Mapolsek Muara Pinang. Tersangka dibawa ke Mapolres Empat Lawang guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab setelah kejadian, warga Desa Pajar Menang, kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang sempat dibuat gempar atas perbuatan tersangka yang tergolong sadis.

Tersangka pun setalah melakukan aksinya langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Muara Pinang. Lalu pihak Polsek Muara Pinang berkoordinasi dengan Polres Empat Lawang supaya menjemput tersangka untuk diamankan di Mapolres Empat Lawang.

Ketika ditemui di Mapolres Empat Lawang, tersangka Sapril mengatakan ia tidak dalam keadaan mabuk saat membunuh kedua anaknya Shinta (5) dan Sari (2). Ia pun mengaku siap bertanggung jawab dan di hukum atas perbuatannya tersebut.

"Saya membunuhnya (Shinta dan Sari,red) dalam keadaan sadar dan saya masih waras. Saya siap dihukum," kata tersangka Sapril.

Ia juga menjelaskan bahwa ia dan istrinya Wini (30) sudah pisah ranjang selama kurang lebih dua bulan karena ada permasalahan keluarga. Kekesalannya kembali datang setelah mengetahui istrinya kembali lagi menjadi biduan. "Saya kesal karena istri saya kembali lagi jadi biduan dan sering joget dengan laki-laki di atas panggung," jelasnya.

Diceritakan tersangka Sapri, pernikahannya dengan Wini sudah delapan tahun dan sudah dikarunia dua anak yakni Shinta dan Sari. Kini kedua putrinya yang masih anak-anak itu harus tewas ditangganya. Lagi-lagi, kekesalannya terhadap istrinya itu dilampiaskan kepada dua putrinya yang belum mengetahui apa-apa.

"Saya nekat membunuh kedua anak saya supaya kami tidak ada lagi keturunan. Saat kejadian, di rumah ada ada bibi, saya dan kedua anak saya, tapi bibi sedang sholat Maghrib," akunya.

Kapolres Empat Lawang AKBP M Ridwan SIk melalui Kasat Reskrim AKP Nanang Supriatna mengatakan, pihaknya nanti akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka maupun saksi-saksi.

"Istri tersangka juga akan kita panggil dan periksa sebagai saksi. Untuk sejauh ini istri tersangka masih sebagai saksi dan akan kami lihat dulu apakah ada ketelibatan atau tidak terhadap perkara ini. Tersangka sudah kami amankan dan dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun penjara. Barang bukti yang diamankan sebilah pisau dan sarungnya yang digunakan tersangka," ungkap Nanang.

Bagaimana kronologis kejadian ? Nanang menjelaskan, sebelum kejadian tersangka baru pulang kerja di kawasan Lahat. Setelah tiba di rumah, sekitar pukul 18.00 WIB ia melihat hanya ada anaknya Sari sendirian. Tidak lama kemudian datang mertuanya sambil mengendong anaknya yang pertama Shinta.

Lalu tersangka bertanya kepada mertunnya dimana istrinya. Dijawab mertuannya, kalau Wini sedang nyanyi di panggung. Dengan rasa kesal mendengar istrinya kembali lagi menjadi biduan, ia lalu membawa kedua anaknya ke rumahnya di desa Pajar Manang, kecamatan Muara Pinang, Empat Lawang.

Tiba di desa Pajar Menang sekitar pukul 18.30 WIB, di rumah itu ada bibi tersangka namun sedang sholat Magrib. Sementara tersangka bersama kedua putrinya makan di dapur. Setelah makan, tersangka menelepon istrinya mengatakan bahwa kedua anaknya sudah di bawa ke Desa Fajar Menang.

Dijawab oleh istrinya, "terserah mau kau apakan anak itu". Nahas, setelah selesai makan itu, tersangka yang masih bersama kedua anaknya didapur  langsung membacok anaknya yang kedua Sari dan disaksikan oleh anaknya yang pertama Shinta.

"Kedua korban dibunuh di ruang dapur, setelah selesai makan. Pertama yang dibunuh yakni korban Sari, korban ditelungkupkan di lantai lalu dibacok pelaku menggunakan pisau. Kedua tangan korban lepas, seluruh badan kena luka bacokan karena tersangka membacoknya secara membabi buta," jelas Nanang.

Setelah membantai putri keduannya, selanjutnya tersangka membantai putrinya yang pertama. "Korban kedua sama ditelungkupkan dulu lalu dibacok, kedua tanganya lepas, kepala bagian belakang luka bacok dan bagian tubuh lainnya juga kena bacokan. Setelah kejadian itu, tersangka langsung mendatangi kantor Mapolsek Muara Pinang dan menyerahkan diri," pungkas Nanang. (eno)