>> Home Home Arsip GELORA SRIWIJAYA Dibunuh, Lalu Dibakar
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
UN SD Resmi Dihapus
JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik jenjang ke SMP/sederajat...Readmore
Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan
PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada putaran kedua Indonesia Sup...Readmore
  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

  • UN SD Resmi Dihapus

    JAKARTA - Mulai tahun depan siswa SD/sederajat yang mau naik...

  • Perkuat Transisi Menyerang-Bertahan

    PALEMBANG – Sriwijaya FC baru melakoni satu partai pada pu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Dibunuh, Lalu Dibakar

PALEMBANG - Polisi harus bekerja ekstrakeras dalam mengungkap tabir tewasnya Mukkong alias Atet (40) dan istri, Acen (38), serta dua anak mereka, Sherly (17), dan Ranti (12). Diduga kuat, keluarga itu dibunuh lalu dibakar oleh pelakunya untuk menghilangkan jejak.
“Keempat korban dibunuh,” ujar Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting SIk, kepada wartawan, kemarin. Salah satu unsur pembunuhan itu, kata Ginting, dapat dilihat dari api yang membakar korban. Hanya saja, polisi masih berhati-hati untuk mengungkap motif dan memastikan siapa pelakunya.
“Dengan kondisi luka tusuk di tubuh mereka, jelas ada pembunuhan terhadap keempat korban. Terlalu dini kita menyimpulkan motifnya, sementara pelakunya belum diketahui. Semuanya masih dalam penyelidikan termasuk meminta keterangan saksi-saksi. Ya, salah satunya korban Louis yang sekarang masih menjalani perawatan,” terang Ginting saat menjenguk korban Louis di RS Pelabuhan Boom Baru, kemarin (3/5).
Louis, satu-satunya korban selamat masih menjalani perawatan di RS Pelabuhan Boom Baru, Palembang. Dia menjadi saksi kunci bagi polisi untuk mengungkap kasus yang menewaskan kedua orang tua beserta dua kakak perempuannya. Saat ini, Louis dirawat di ruangan Hight Care Unit (HCU) dan dalam perawatan dr Yanuar SpB. Untuk keamanan dan kepentingan penyelidikan kasusnya, polisi mengawal ketat kamar tempat Louis dirawat.
“Kita telah menjenguk (melihat) kondisi Louis yang sekarang masih dirawat. Sejauh ini, belum ada keterangan-keterangan yang dapat kita jadikan pegangan. Karena masih mengalami trauma dan menderita tekanan psikologis sehingga kita terpaksa menunggu pulih kondisi kesehatannya,” kata Ginting lagi.
Informasinya, beberapa hari terakhir seseorang sering datang ke rumah korban, di Jl Pangeran Antasari, Lr KIP No 285 C, RT 06/02, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang. Bahkan orang tersebut sempat menginap di rumah korban dan diduga adalah pelakunya.
Namun, sempat beredar kabar, salah seorang korban adalah salah satu pelakunya. Dugaan lain, Mukkong nekat menghabisi nyawa istri dan anak-anaknya.
“Kita masih menyelidiki dan belum mengetahui siapa pelakunya. Untuk mengungkap kasus ini perlu bukti-bukti yang jelas seperti keterangan dari saksi-saksi. Itulah kita berharap Louis segera pulih kondisinya, terutama psikis agar dapat memberikan keterangan. Begitu juga dengan motifnya,” tukas Ginting.
Dugaan polisi yang menegaskan keempat korban dibunuh juga dikuatkan dari hasil autopsi dokter forensik Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Dokter melakukan autopsi terhadap jasad korban Mukkong, Acen, dan Sherly, kemarin (3/5). “Autopsi dilakukan terhadap dua jenazah (jasad Mukkong dan Acen, red). Hasilnya, jelas ada unsur pembunuhannya. Sementara, pada jasad Sherly ditemui tindak kekerasan yang menyebabkannya meninggal,” ujar dokter forensik RSMH Palembang, dr Binsar Silalahi Spf DMF SH.
Binsar menjelaskan, jasad Ranti tak bisa dilakukan autopsi karena kondisi jasadnya telah rusak akibat hangus terbakar. Hanya saja, kekerasan fisik terlihat pada jasad keempat korban itu seperti ditemukannya bekas luka tusuk maupun luka gores akibat benda tajam. “Keempat korban dapat dipastikan meninggal karena adanya tindak kekerasan,” kata Binsar.
Terpisah, Kepala RS Pelabuhan Boom Baru Palembang dr Danny Husni Nur Hakim, mengatakan, saat ini kondisi Louis sudah berangsur pulih dan mulai stabil. Begitu juga kesadarannya sudah mulai pulih dan dapat diajak berbicara. Namun, masih trauma untuk mengingat kejadian yang menimpa orang tua dan kedua kakaknya itu.
“Dia masih terus diobservasi karena terdapat luka cukup parah dengan kedalaman sekitar 3 sentimeter di pinggang. Apabila dua hari ke depan, lukanya mulai membaik maka tak perlu dilakukan operasi,” kata Danny.
Setelah melakukan autopsi, keempat korban itu dibawa ke rumah duka RS RK Charitas Palembang. Rencananya, pihak keluarga akan mengabukan keempat jenazah korban itu hari ini (4/5). “Kita akan membicarakannya dulu dengan keluarga yang lain,” ujar Poloy alias Anyen (50), kakak korban Mukkong.
Anyen juga tak yakin kalau Mukkong nekat membunuh istri dan anaknya. Meski tak mengetahui kondisi rumah tangga Mukkong, Anyen menilai itu tindakan bodoh. “Memang saya tak mengetahui kondisi rumah tangga mereka, tapi alangkah bodohnya bila dia (Mukkong, red) melakukan itu. Kami sekeluarga menyerahkan sepenuhnya pada polisi untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas,” tandasnya.
Seperti diberitakan, Mukkong alias Atet (40) dan istri, Acen (38), serta dua anak mereka, Sherly (17), dan Ranti (12), ditemukan tewas dalam rumah mereka, di Jl Pangeran Antasari, Lr KIP No 285 C, RT 06/02, Kelurahan 14 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, sekitar pukul 06.00 WIB, kemarin (2/5).
Rumahnya terbakar hingga penghuninya mengalami luka bakar, namun anehnya mereka juga menderita luka tusukan. Hanya si bungsu, Louis Alfredo (11), selamat dalam musibah itu. Kondisinya kritis dan sekarang masih dirawat di RS Pelabuhan Boom Baru, Palembang. (cj11/rim/ce1)


Add this to your website
 

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078