>> Home Home Arsip SLIDE NEWS Tujuh Pemain “Keroyok” Ponaryo
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Tujuh Pemain “Keroyok” Ponaryo

JAKARTA - Segala upaya dilakukan PSAP Sigli agar tidak menjadi lumbung gol Sriwijaya FC 6 Mei mendatang. Salah satunya dengan menumpuk pemain di lini tengah. Rencananya, tim asal Tanah Rencong itu akan menugaskan tujuh pemain menjaga lini yang dikenal rohnya sepak bola tersebut.
"Inti dari sepak bola adalah lini tengah. Kami akan berusaha kuasai lini tengah dengan menggunakan skema 2-7-1. Dengan menumpuk pemain di tengah, diharapkan bisa menyaring setiap serangan yang datang," ujar Asisten Pelatih PSAP Sigli Arman.
Diakui Arman, komposisi lini tengah terbaik saat ini dimiliki Sriwijaya FC. Di sana ada Ponaryo Astaman, Firman Utina, dan Lim Jun Sik. Kreatifitas mereka membuat striker dimanjakan peluang. Dari ketiga pemain ini, Arman justru khawatir dengan Lim Jun Sik. Menurutnya, dialah penyeimbang permainan Sriwijaya FC. Makanya, Arman pun berharap pemain asal Korea Selatan itu absen di pertandingan nanti.
Meski menumpuk pemain di tengah, Arman anti dengan permainan negatif. Hanya bertahan dan menunggu lawan lengah baru menyerang. Baginya, pertahanan terbaik adalah menyerang. "Kami tetap akan main offensive. Semua orang butuh permainan menghibur karena semua butuh tontonan. Kami akan beri tontonan menarik," tandasnya.
Menghadapi Sriwijaya FC, kata Arman, anak asuhnya butuh konsentrasi dan disiplin tinggi. Lengah sedikit bisa fatal. Semua pemain Sriwijaya FC bisa memberikan ancaman sewaktu-waktu. Lihat saja di sana ada Kayamba Gumbs, Siswanto, M. Ridwan, Utina, Ponaryo, dan Lim Jun Sik. Mereka kerap menumbang gol kemenangan tim berjuluk Laskar Wong Kito.
Kata Arman, lini belakang Sriwijaya FC juga semakin solid dengan masuknya pemain Australia Michael Jamie Coyne. Buktinya, di lima pertandingan terakhir, tak satu pun tim bisa menembus pertahanan dan menceploskan bola ke jala Ferry Rotinsulu. Artinya, masuknya bek Australia itu membuat pertahanan Sriwijaya FC semakin kokoh.
"Makanya kami sadar diri, datang sebagai underdog. Mudah-mudahan keajaiban dan dewi fortuna menaungi kami. Kami sudah kalah uang, kalah pemain, jangan sampai kami kalah dengan skor besar. Set piece penjadi alternatif untuk memecah kebuntuan," tandasnya. (kmd)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078