>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Volvo Kanit Provos Tewaskan Lima Nyawa

LAMONGAN – Bila beberapa waktu lalu nama Afriyani Susanti (29) mendadak terkenal, karena mobil Xenianya membunuh sembilan nyawa di Jakarta. Kali ini, tak tanggung-tanggung, mobil Volvo Kanit Provos Bripka Sudarto yang melenyapkan lima nyawa. Kejadiannya di jalan raya Sukodadi–Paciran, Lamongan, Jatim. Dua sepeda motor yang masing-masing ditumpangi tiga orang, ditabrak mobil Volvo yang melaju kencang dari arah berlawanan. Lima orang tewas dan satu luka.
Dua korban tewas seketika dan tiga lainnya meninggal di rumah sakit. Tiga di antara lima korban tewas masih satu keluarga. Dua korban tewas lagi adalah tukang ojek yang mengantar keluarga tersebut.
Mereka yang masih satu keluarga adalah Suladi (48); Suryati (40), dan Hadri Surya (5). Sedangkan dua korban lainnya, Yatmijan (47) dan Haryanto (45). Keduanya adalah tukang ojek.
”Bapak dan adik berboncengan satu motor. Sedangkan saya sama ibu berboncengan dengan motor lain. Kami dari rumah ngojek, mau ke Semlaran, Sukodadi,” kata Achmad Feriyadi, (17), anak pertama pasangan Suladi dan Suryati yang selamat dalam kecelakaan itu. Feriyadi menderita patah tulang kaki kiri dan masih dalam perawatan di RSI Muhammadiyah Lamongan.
Kepada JPNN, Feriyadi mengungkapkan, keluarganya selama ini tinggal di Kedinding Utara, Surabaya. Mereka pulang ke Kalitengah, Lamongan, untuk keperluan foto kartu tanda penduduk (KTP). Untuk kembali ke Surabaya, mereka harus naik ojek di pertigaan Semlaran, Kecamatan Sukodadi. Dari sini mereka akan naik bus menuju Surabaya.
Keluarga beranggota empat orang ini naik dua ojek. Feriyadi naik Honda Supra X nopol S 2797 JR yang dikemudikan Yatmijan bersama Suryati, ibunya. Sedangkan Suladi, bapaknya, naik ojek Supra X nopol S 3350 JS yang dikendarai Haryanto bersama Hadri, sang adik. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00.
Ketika mereka sampai di jalan rabat beton Desa Pucangro yang kanan kirinya rawa dan sungai, tiba-tiba sebuah sedan Volvo nopol S 1420 AH nyelonong ke lajur yang dilalui dua sepeda motor tersebut. ”Saya tidak ingat. Tahu-tahu saya sudah ada di rumah sakit ini,” katanya.
Sukeri, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 07.30. Sedan Volvo biru yang dikemudikan seorang anggota polisi bernama Bripka Sudarto meluncur dengan kecepatan cukup tinggi dari arah selatan. Dari arah berlawanan melaju dua motor ojek yang ditumpangi para korban dengan kecepatan sedang.    
Tak diketahui pasti penyebabnya, sedan Volvo tersebut menabrak dua motor yang sebenarnya sudah berada di pinggir atau badan jalan. Akibat kerasnya tabrakan, dua motor ojek yang melaju beriringan itu terpental hingga masuk kali. Secara bersamaan, sedan Volvo juga tercebur di kali sedalam sekitar enam meter tersebut.
”Sopir sedan yang katanya pak polisi itu diselamatkan dari dalam mobil. Untung dia selamat. Sebab, saat dikeluarkan dari mobil, kondisinya sudah pingsan,” ungkap Sukeri.   
Kasat Lantas Polres Lamongan AKP P. Sujatmiko yang ikut mengevakuasi korban mengungkapkan, dua korban tewas seketika di TKP (tempat kejadian perkara). Dua korban lainnya meninggal di rumah sakit sekitar satu jam setelah dirawat.
Korban tewas menjadi lima orang, karena Suryati yang kondisinya kritis, akhirnya meninggal setelah dirawat sekitar lima jam.
”Jalan cukup sempit. Jika mobil berkecepatan tinggi, tentu banyak makan jalan. Mungkin tinggal setengah meter. Apa pun kondisinya, motor dari arah berlawanan pasti tertabrak,” terang Sujatmiko.
Sujatmiko menjelaskan, pihaknya kini menyelidiki penyebab mobil sedan Volvo yang dikendarai Bripka Sudarto melaju hingga ke arah kanan. Apakah ada kendaraan lain sehingga pengendara mobil harus lebih ke kanan atau ada penyebab lain. ”Ini masih kami selidiki. Informasinya dia memang tergesa-gesa karena takut telat berangkat piket ke polsek,” terangnya.
Saat ditanya, Bripka Sudarto mengatakan tidak tahu persis kejadiannya. Pria yang juga Kanit Provos Polsek Solokuro, Lamongan, itu mengatakan, saat kejadian, dia merasa tidak mengantuk atau melamun.
”Saya tidak ingat apa-apa. Tahu-tahu mata saya terasa gelap. Saya juga baru sadar ketika sudah di rumah sakit ini,” ujarnya saat berbaring di ruang IRD RSI Muhammadiyah Lamongan. (idi/fiq/c2/ce1)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078