Jum07032015

Last update09:28:05 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Kompak Hilang, HP Non Aktif

SEPI: Rumah Ketua DPRD Muba, Riamon Iskandar.

Kasus operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Muba, Bambang Karyanto, dan anggotanya Adam Manundar oleh KPK 
atas dugaan suap terkait pembahasan APBD Muba 2015 berbuntut panjang. KPK menduga suap itu rencananya dibagi-bagi ke seluruh anggota dewan yang terlibat dalam pembahasan anggaran. Bagaimana sebenarnya? 
----------------------------
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan anggota DPRD Musi Banyuasin (Muba) terkait kasus OTT ini. Apa mungkin uang suap itu akan dibagi-bagi? Koran ini coba menelusuri kebenarannya dengan mencari keberadaan pimpinan-pimpinan DPRD Kabupaten Muba. 
Pimpinan DPRD itu, meliputi Ketua DPRD Kabupaten Muba, Riamon Iskandar, Wakil Ketua I, Darwin SH, Wakil Ketua II, H Islan Hanura ST MM, serta Wakil Ketua III, Aidil Fitri SE. Pagi-pagi, sekali koran ini pun mendatangi rumah dinas pimpinan DPRD Kabupaten Muba tersebut di pinggir jalan Kolonel Wahid Udin, Kelurahaan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.
Bangunan empat rumah dinas pimpinan DPRD Muba itu didominasi warna kuning dan berjejer di pinggir jalan. Hampir semua pintu pagar dalam kondisi tertutup dan dijaga oleh petugas Pol PP pada pos pengamanan yang ada.
Koran ini kemudian mendatangi anggota Pol PP yang tak mau disebutkan namanya di sana. “Mau cari siapa, Pak?” tanya dia. Setelah diberi tahu maksud kedatangan koran ini, barulah petugas mengizinkan masuk ke komplek rumah dinas Pimpinan DPRD Muba tersebut. 
Anehnya, tak ada satupun orang di dalam rumah dinas yang dihuni Wakil Ketua I, Darwin SH, Wakil Ketua II, H Islan Hanura ST MM, serta Wakil Ketua III, Aidil Fitri SE. Hanya saja ada beberapa petugas kebersihan di rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Muba, Riamon Iskandar.
“Pak Riamon kabarnya berada di Kota Jambi sekarang ini,” kata seorang laki-laki di sana. Ditanya lebih lanjut soal urusan Pak Riamon kesana, dia mengatakan Riamon memang memiliki rumah tempat tinggal di Kota Jambi itu. “Saya tak tahu nomor handphone (HP) yang bisa dihubungi,” cetusnya.
Tak hanya ketua DPRD, para wakilnya juga tak ada yang tahu keberadaannya. Seolah-olah mereka memang kompak untuk menghilang. Anehnya lagi, ketika koran ini menghubungi ponsel pimpinan dewan ini satu persatu, tak ada satu pun pimpinan yang bisa dihubungi lewat ponsel atau handphone yang dimiliknya.
Sekwan DPRD Kabupaten Muba, Thabrani Rizki, mengatakan, pihaknya tak mengetahui sama sekali kasus yang menjerat dua anggota DPRD dan dua pejabat Kabupaten Muba itu. Dia pun tak mengetahui persis keberadaan empat pimpinan DPRD Kabupaten Muba.
“ Coba dihubungi saja handphonenya yang ada masing-masing,” ungkapnya. Bila tidak, diakuinya, datangi rumah dinas pimpinan DPRD Kabupaten Muba. (yud/fad)