Sen08312015

Last update06:51:37 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Puasa Media Menggapai Kebahagiaan

Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Bagaimana cara menggapainya?
Secara kebahasaan, dalam bahasa Inggris kebahagiaan itu disebut happines dan dalam bahasa Arab disebut as-sa’adah. 
Secara kemaknaan, kebahagiaan memang sulit didefinisikan. Ada yang mengatakan bahwa kebahagiaan itu adalah manakala kita memiliki harta benda yang banyak, tetapi kenyataannya banyak orang yang hilang kebahagiaan karena harta, bahkan menimbulkan bencana. Ada lagi yang mengatakan, bahwa kebahagiaan itu adalah manakala kita memiliki keturunan atau anak, namun kenyataannya anak juga dapat menghilangkan kebahagiaan orang tuanya. Ada lagi yang menawarkan makna kebahagiaan adalah manakala seseorang menduduki suatu jabatan yang strategis, dapat mengambil kebijakan dikelilingi oleh para loyalis, tetapi pada kenyataannya kedudukan dan jabatan juga sering menjadi media yang dapat menghilangkan kebahagiaan seseorang.
Islam mengajarkan, bahwa yang dinamakan kebahagiaan itu manakala seseorang mematuhi ajaran-ajaran agama, yaitu beriman dan beramal saleh. Salah satunya adalah dengan melakukan ibadah puasa dengan didasari iman. Inilah salah satu makna yang dapat ditafsirkan dari perintah qiyamul lail dalam bentuk salat tarawih, witir, tahajjud, tadarus Alquran dan lain-lain yang didasari iman dan mengharap keridhaan dan keberkahan dari Allah swt. “Barangsiapa menghidupkan malam bulan Ramadan karena iman dan mengharap keridhaan Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” demikian Nabi mengungkapkan.   
Atas dasar itu, maka marilah kita terus beramal saleh, menunaikan ibadah puasa dengan berbagai melalui aktivitas qiyamul lail di bulan Ramadan dengan didasari iman dan pengharapan kepada Allah. Sebab, amal saleh seperti inilah yang menjadi media menggapai kebahagiaan hakiki. (*/ce1)