Sab10252014

Last update10:10:18 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Tinggi Resiko Komplikasi Medis

Pada umumnya kelahiran normal terjadi pada usia kandungan 38-42 minggu, beberapa ibu khawatir terjadi kelahiran di bawah usia kandungan 38 minggu 
yang disebut dengan istilah kelahiran prematur. Kelahiran prematur akan meningkatkan resiko komplikasi medis pada bayi sehingga pada kasus kelahiran prematur sering kali diperlukan perawatan intensif.
-------------------------------------------
MENURUT Dr Fifi Sofiah Sp A, dari Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang. Bayi lahir prematur artinya seluruh organ tubuh belum matang dan berkembang, resiko pada paru yang belum matang dan belum ada zat surfaktan untuk mengembangkan paru, sehingga elastisitas paru untuk mengembang terganggu, maka sering terjadi penyakit hialin membrane disease. “Hal ini erat kaitannya dengan organ paru-parunya yang masih belum sempurna sehingga diperlukan ventilator yang membantu bayi untuk bernafas,”kata dia.
Dalam beberapa kasus ditemukan alat bantu yang dipasang pada bayi yang lahir prematur untuk mengkoordinasikan pergerakan otot dalam menghisap dan menelan sehingga diperlukannya pemberian makanan melalui jarum suntik ke dalam pembuluh darah bayi ataupun dengan menggunakan selang yang dimasukan ke dalam hidung yang sebagian kerongkongan dan perutnya.
Bayi yang lahir prematur memiliki resiko tinggi dalam komplikasi kesehatan diantaranya adalah pendarahan otak, meningkatkan resiko terjadinya infeksi aliran darah (terutama meningitis dan sepsis). Selain itu bayi yang lahir prematur lebih mungkin mengalami komplikasi jangka panjang seperti gangguan penglihatan, gangguan fungsi motorik, dan penyakit paru-paru kronis.
“Mengingat banyak terjadinya komplikasi pada bayi anda yang mengalami kelahiran prematur, perlu diwaspadai. Salah satunya dengan menjaga kesehatan selama kehamilan, resiko kelahiran prematur akan meningkat pada ibu hamil yang memiliki riwayat kelahiran prematur pada anak sebelumnya,” tutupnya. (may)