>> Home Sumatera Ekspres Menkes Mundur
Turnamen Tenis Sumeks Open 2013
PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open 2013 telah rampung digela...Readmore
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
  • Turnamen Tenis Sumeks Open 2013

    PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open ...

  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Menkes Mundur

JAKARTA - Endang Rahayu Sedyaningsih memilih untuk mengakhiri kariernya sebagai menteri kesehatan di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua. Penyakit kanker paru-paru yang diidap sejak Oktober 2010 membuat Endang mengajukan pengunduran diri dari kursi menkes ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Seusai menjenguk Endang di RSCM, Jakarta, kemarin (26/4), SBY mengungkapkan adanya surat pengunduran diri tersebut. “Tujuannya semata-mata supaya berkonsentrasi untuk pengobatan beliau, dengan demikian kementerian kesehatan tidak terbengkalai,” kata SBY.
SBY mengaku menghormati keputusan yang dipilih Endang tersebut. Permohonan pengunduran itu pun dikabulkan. “Saya setujui pengunduran diri beliau. Untuk sementara kementerian kesehatan sehari-hari dijalankan oleh wamen (wakil menteri) beserta pejabat terkait,” ujarnya. Posisi Wamenkes saat ini diisi oleh Ali Gufron Mukti.
Dalam kacamata SBY, Endang termasuk menteri yang gigih. Misalnya saat mendampingi presiden melakukan kunjungan kerja ke daerah. “Bahkan saya tahu ketika beliau sudah mulai sakit tapi tidak mengurangi semangat dan irama kerjanya,” tutur SBY yang didampingi Ani Yudhoyono dan Ali Gufron Mukti.
Dia lantas mengajak untuk bersama-sama berdoa untuk kesembuhan Endang. “Saya beserta yang lain mendoakan semoga ada kebesaran Tuhan Yang Maha Kuasa kepada beliau sehingga bisa sembuh seperti sedia kala,” katanya.
Selain Presiden, kemarin Wapres Boediono dan Ibu Herawati juga ikut menjenguk. Selain itu ada sejumlah menteri, yakni Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PPA) Linda Gumelar, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. “Kita datang ke sini hanya memberikan support. Tadi beliau juga masih bisa berkomunikasi,” jelas Mari Elka ditemui usai menjenguk Endang.
Senada dengan Mari Elka, Linda pun ingin memberikan dukungan bagi Endang. Bahkan dia mengaku sempat bercanda dengan Endang yang tengah terbaring sakit. “Kalau menteri-menteri perempuan kan selalu bekerja sama. Kita joke saja, ya. Kita tadi berbincang-bincang kok,” imbuh Linda.
Sementara itu, Mantan Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih ternyata telah menjalani perawatan di RSCM selama dua setengah minggu. Hal itu diungkapkan Direktur Utama RSCM Prof Dr dr Akmal Taher SpU (K) di Laboratorium Penyakit Dalam, RSCM, kemarin. “Jadi dua minggu setengah dirawat di sini (RSCM). Tapi sempat pulang tiga hari, pas weekend,” jelas Akmal.
Akmal menuturkan, Endang dirawat di RSCM Kencana. Menurut kabar, pejabat berusia 57 tahun itu menghuni ruang VIP yang terletak di lantai tujuh. Sejauh ini, lanjut dia, kondisi kesehatan Endang belum membaik dibandingkan pekan lalu. Namun, Akmal membantah jika Endang mengalami masa kritis. Pihaknya bahkan terkejut saat yang bersangkutan dikabarkan meninggal. “Memang dibanding minggu lalu belum ada perbaikan yang berarti. Tapi kalau ada kabar beliau kritis, bahkan ada yang sampai sangat ekstrim (meninggal) itu tidak betul,” tegasnya.
Dia menuturkan, hingga kemarin, Endang masih dalam keadaan sadar. Bahkan, ibu tiga anak itu masih bisa menerima tamu. Namun, diakui Akmal, Endang masih memerlukan perawatan intensif dan beberapa pemeriksaan serta pengobatan dalam bentuk rehabilitasi medik, fisioterapi hingga terapi radiasi. Untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya, diberikan obat-obatan dalam bentuk cairan. Sebab, kondisi Endang cukup lemah. “Ya seperti orang yang tidur lama, jadi kondisinya lemah. Karena itu, pengobatan yang diberikan untuk support keadaan badannya, terutama untuk menopang fungsi tubuh beliau dan mengembalikan daya tahan tubuhnya,” paparnya.
Selanjutnya, Akmal menyatakan pihak RSCM akan terus memonitor kondisi Endang secara intensif. Ketika ditanya, apakah Endang juga menjalani kemoterapi, Akmal membantah. Dia juga menolak menjelaskan lebih detail kondisi kesehatannya. “Nggak diberikan kemo. Beliau juga tidak sampai muntah-muntah. Soal data-data mendik yang detail, maaf tidak bisa saya sampaikan,” ujarnya.
Disinggung soal prediksi kesembuhan Endang, Akmal juga mengaku belum berani berspekulasi. Namun, pihaknya berjanji akan mengupayakan penanganan yang terbaik bagi Endang. Dia juga mengungkapkan, Endang ditangani tim dokter yang terdiri dari enam orang. “Tim dokter tersebut ada yang dari RSCM, RS Dharmais dan RSPAD. Mereka adalah dokter spesialis rehabilitasi medik, spesialis penyakit dalam dan bagian radioterapi,” imbuh dia.
Endang dideteksi mengidap kanker paru sejak Oktober 2010. Sejak itu dia telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun. Pengobatan yang selama ini telah dijalani oleh Endang antara lain radiasi lokal dan bedah beku, tujuannya untuk mengobati kanker secara lokal serta meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, setelah menjalani pengobatan tersebut, kata dia, kondisi Menkes cukup baik dan tidak ada keluhan. Namun, sekitar dua minggu yang lalu, Endang merasakan keluhan nyeri di tubuhnya. Karena itu, Endang lantas menjalani perawatan intensif di RSCM.
Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan, presiden belum memikirkan pengganti Endang yang akan menjabat menkes. Dia menegaskan, tugas-tugas menkes diambil alih oleh wamenkes dan jajaran pejabat eselon I.
Julian menolak disebutkan akan ada perombakan kabinet lagi, termasuk untuk mengisi menkes yang ditinggalkan Endang. “Kami belum ada informasi dan juga belum pernah ada pembicaraan untuk langsung mengganti Ibu Endang sebagai menkes, meskipun pengunduran diri beliau sudah diterima oleh Pak Presiden,” kata Julian.
Di bagian lain, Partai Demokrat sebagai partai utama pemerintah memilih bersikap pasif. Wakil Sekjen Partai Demokrat Saan Mustofa menyatakan, partainya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terkait penggantian posisi Endang Rahayu tersebut.
“Kami percayakan sepenuhnya kepada presiden, karena itu merupakan hak prerogatif beliau,” kata Saan, saat dihubungi, kemarin. Termasuk, lanjut dia, soal latar belakang pengganti menkes dari parpol atau profesional juga menjadi hak sepenuhnya presiden. Dia yakin, SBY akan bisa memilih calon terbaik sosok yang akan mengisi posisi orang nomor satu di kemenkes tersebut.
Menyangkut kemungkinan sejumlah parpol lain yang akan mengajukan nama pengganti, dia belum bisa memastikannya. “Tapi, saya yakin, parpol-parpol akan sangat menghormati prerogatif presiden,” tandas sekretaris fraksi Partai Demokrat itu.(fal/ken/dyn/ce1)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078