Sen06292015

Last update07:56:58 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Atasi Mudik, Polres Cirebon Turunkan 900 Polisi

CIREBON – Sebanyak 900 polisi diterjunkan Polres Cirebon agar arus lalu lintas di sejumlah titik saat mudik tiba nanti lancar. Salah satu mereka akan ditugasi untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan pasca pembukaan jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

“Kami mengantisipasi melalui penjagaan pos-pos pelayanan polisi di sepanjang jalur. Namun terdapat penambahan personel di jalur timur seperti Kanci, Gebang dan Losari yang memang disinyalir rawan kemacetan. Untuk bantuan personel dari Mabes Polri, jumlahnya belum dipastikan. Akan ditentukan setelah rapat internal lintas sektoral nantinya,” kata Wakapolres Cirebon Kabupaten, Kompol Agung Reja dilansir Radar Cirebon (Grup JPNN.com), Senin (22/6).

Menurut Agung, arus lalu lintas tahun sekarang mengalami kenaikan volume kendaraan sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya. Meski dibukannya jalan tol baru, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah atau sebaliknya tidak mengalami penurunan volume kendaraan.

 “Dari tahun ke tahun volume kendaraan tidak pernah menurun. Bahkan semakin meningkat. Kerana itu, kita sebagai petugas kepolisian terlebih lagi yang bertugas di lalu-lintas, harus bekerja ekstra, untuk meminimalisasi angka kecelakaan pada arus mudik nanti,” katanya.

Karena menurutnya, kendaraan besar seperti bus dan roda dua diprediksi tetap memadati jalur pantura. Untuk mengantisipasi kepadatan di jalur pantura akibat adanya pasar tumpah dan kendala lainnya, pihaknya akan mengalihkan arus kendaraan ke jalur-jalur alternatif.

“Jalur alternatif di wilayah timur itu daerah Losari dan Pabuaran. Sementara jalur alternatif di wilayah Cirebon barat berada di titik Bunder, Kecamatan Susukan hingga Jenun, Kecamatan Arjawinangun,” jelasnya.

Persiapan menghadapi datanganya arus mudik, titik-titik jalur alternatif sudah mulai diperbaiki. Seperti yang terlihat di Desa Jenun-Ciwaringin. Meski fasilitas penerangan belum tersediakan.

"Jajaran kepolisian akan melakukan pengamanan selama 24 jam di jalur-jalur tersebut mulai H-7 sampai H+7. Kalau tak ada perubahan,” tambahnya.

Wardi (47) seorang warga yang melintas laur Jenun-Ciwaringin mengatakan, jalan alternatif sudah biasa direnovasi pada setiap tahunnya menjelang arus mudik. Tumpukan pasir dan bahan material lainnya sudah berada di bahu jalan sejak beberapa hari lalu. Namun hingga saat ini belum terlihat adanya proses perbaikan dari petugas terkait.

“Padahal saya sangat mengharapkan sekali perbaikan itu segera dilakukan. Karena selain berlubang, jalan itu sangat berdebu dan mengganggu warga. Seharusnya jalan alternatif ini diperhatikan, bukan hanya saat arus mudik saja, namun diperhatikan setiap enam bulan sekali. Karena jalur ini dijadikan sebagai alternatif jika terjadi penumpukan di pasar sandang Tegalgubug,” katanya.(arn/jpnn)