Sab07042015

Last update07:38:03 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Elpiji Melambung Tinggi di Pamekasan

KELANGKAAN gas elpiji 3 kilogram mulai terjadi di Pamekasan. Warga kebingungan karena beberapa pangkalan penyedia elpiji 3 kg selalu kosong. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp 25 ribu per tabung. Warga terpaksa tetap membeli karena memang butuh.

"Karena susah didapat, elpiji 3 kilogram tetap dibeli meski harus bayar Rp 25 ribu," kata Abdul Hamid, pemilik pangkalan elpiji saat ditemui di Dusun Tengah, Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan dilansir Jawa Pos (induk JPNN.com), Senin (22/6).

Lelaki yang sekaligus pengelola pangkalan LPG 3 kilogram Domestik Gas Region V itu mengaku hanya kebagian jatah 30 tabung elpiji melon setiap hari.

"Itu pun kadang seminggu bahkan dua minggu tidak mendapat kiriman elpiji dari Kecamatan Waru," ujarnya.

Untuk menanggulangi kelangkaan, banyak pedagang elpiji melon yang kulakan langsung ke Kabupaten Pamekasan dengan harga lebih tinggi. Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kilogram sebenarnya Rp 16 ribu per tabung.

Tapi, karena terjadi kelangkaan, saat ini pedagang menjual elpiji 3 Kg Rp 18 ribu–Rp 19 ribu per tabung.

"Karena itu, ketika dijual ke konsumen di wilayah Kecamatan Waru, harganya Rp 20 ribu per tabung," jelas Hamid.

Saatun, warga Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, menyatakan rela membayar Rp 25 ribu untuk memperoleh satu tabung elpiji 3 kilogram.

"Daripada tidak bisa masak di bulan puasa ini," katanya.

Dia berharap kelangkaan elpiji 3 Kg di wilayahnya segera teratasi. Sebab, permintaan elpiji 3 Kg ke depan dipastikan semakin meningkat. Lagi pula, kelangkaan bisa saja dimanfaatkan oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.(via/hud/c23/any)