>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Hindari Kucek Mata, Cegah Konjungtivitis

MATA Anda belekan? Mata merah atau belekan merupakan penyakit yang tidak pandang usia. Dari anak kecil hingga orang tua, bisa terkena penyakit ini. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak. Bahkan, ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak mata.
Dr dr Fidalia SpM (K), dari Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, mengatakan, istilah medis untuk penyakit ini dikenal dengan konjungtivitis (peradangan selaput lendir pada kelopak mata). Penyakit ini disebabkan oleh virus dan terkadang virus tersebut juga ditunggangi oleh kuman sehingga terjadi infeksi pada bagian mata. “Orang yang menderita penyakit ini merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak. Selain itu, saat bangun tidur, juga sangat terasa hingga membuat pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata,” jelas Fidalia kepada Sumatera Ekspres.
Penyakit ini, sambung Fidalia, sangat cepat menular melalui media penularannya, seperti benda-benda yang dipakai atau bersentuhan dengan mata si penderita, yakni kacamata, handuk, sapu tangan. “Bisa juga melalui jari tangan apabila si penderita mengusap matanya dengan tangan sehingga tangannya tercemar virus. Tidak mengherankan, jika orang lain atau anggota keluarga akan sangat mudah tertular,” terangnya.
Penggunaan salep atau obat tetes mata adalah salah satu cara pengobatannya. “Beli lah obat infeksi mata sesuai dengan resep dokter karena pemakaian obat mata sembarangan bisa membahayakan mata,” imbaunya. Virus penyakit ini biasanya berada di tempat-tempat yang kumuh, seperti percikan air banjir.
“Untuk itu, dapat dilakukan pencegahan dengan hindari memegang dan mengucek mata jika terasa gatal dan hindari kontak langsung dengan si penderita agar tidak terkena belekan. Bagi penderita, sebaiknya menggunakan kacamata agar tidak menulari orang lain. Bila tidak memakai kacamata, maka mata akan semakin merah akibat terkena debu dan sinar matahari,” tukasnya.
Tetapi bagi orang yang belum terserang penyakit tersebut, sebaiknya jagalah kesehatan tubuh karena kesehatan tubuh yang baik mempersulit kuman untuk masuk ke dalam tubuh kita. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. (cj6/ce4)
.



Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078