>> Home
Kenalkan Alam Lewat Eksperimen Sains
INSPEKTUR MARZUKI- menggali kreatifitas dan keingintahuan anak-anak, PG dan TK Mangga...Readmore
Turnamen Tenis Sumeks Open 2013
PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open 2013 telah rampung digela...Readmore
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
  • Kenalkan Alam Lewat Eksperimen Sains

    INSPEKTUR MARZUKI- menggali kreatifitas dan keingintahuan an...

  • Turnamen Tenis Sumeks Open 2013

    PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open ...

  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Ratusan Pegawai Erba Demo

PALEMBANG - Ratusan pegawai Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar (Erba), sekitar pukul 07.00 WIB, kemarin (24/4), menggelar aksi damai. Mereka mengajukan mosi tidak percaya terhadap Plt Direktur RS Erba, dr Latifah SpKJ MKes.
Pantauan Sumatera Ekspres, hampir empat jam pelayanan RS Erba terganggu.  Aktivitas kembali normal sekitar pukul 11.00 WIB. Semua bagian demo, termasuk pegawai administasi. Hanya, beberapa dokter dan perawat standby di UGD.
Berawal dari para pegawai kumpul di halaman ruang ICU. Kemudian menuju kantor RS Erba yang lokasinya masih dalam satu area. Puluhan pasien yang sudah datang untuk berobat di layanan kesehatan Poliklinik Umum RS Erba hanya duduk dan berdiri menyaksikan aksi tersebut.
Mereka kebingungan. Hanya menunggu di pintu masuk pelayanan, tanpa ada dokter maupun perawat yang menemui. Di sana, tidak ada dokter maupun perawat. “Kapan kita dilayani kalau begini,” ujar seorang pasien yang duduk di kursi pintu masuk ruang poliklinik umum.
Di tengah guyuran hujan, peserta aksi tetap semangat. Mereka meneriakkan tuntutan kepada pimpinan mereka. Tampak pada kertas karton ada tulisan,”Pegawai membutuhkan seorang pemimpin yang adil.” Lalu, ”Kita menginginkan kenyamanan dalam bekerja, bukan kezaliman dari seorang pemimpin.”
Setelah satu jam berorasi di halaman gedung kantor RS Erba, sekitar  pukul 08.00 WIB ratusan pegawai melanjutkan aksi ke kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel. Saat itu, di UGD hanya ada tiga perawat berseragam putih. Mereka duduk di atas motor di area  pintu masuk UGD.
“Sebagian saja yang datang ke sana (Pemprov), kita tetap melayani pasien di sini. Kalau pelayanan UGD harus stand by, termasuk juga pelayanan kesehatan di Poliklinik Umum, tetap berjalan normal. ’Kan tidak semuanya pergi,” kata petugas perawat UGD yang enggan menyebutkan namanya. 
Menuju kantor Pemprov, para pegawai RS Erba berangkat dengan dua unit bus. Mereka hendak menyampaikan 12 tuntutan langsung kepada Gubernur H Alex Noerdin.  Menurut koordinator aksi, Hendri, selama menjabat Plt Direktur RS Erba, dr Latifah tidak bisa mengambil kebijakan yang sifatnya mendasar.
Pegawai, tambah dia, merasa diintimadasi dan tidak ada kenyamanan. Tuntutan itu,  akan terus digulirkan oleh pegawai hingga dr Latifah turun dari jabatannya. “Kebijakan yang diambil kadang tidak sesuai dan sejalan dengan yang kita (pegawai) harapkan. Sebelumnya, kita sudah menggunakan cara diplomasi dengan menemui DPR, namun belum membuahkan hasil. Jadi demo inilah pilihan jalan terakhir. Kalau ini tidak terealisasi, aksi ini tetap dilakukan sampai dr Latifah mengundurkan diri.”
Tiba di Pemprov Sumsel, para peserta aksi langsung menyampaikan unek-unek  kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin SH. Hadir Sekda Sumsel H Yusri Effendi, Kadinkes Sumsel dr H Zulkarnain Noerdin dan beberapa pejabat teras Pemprov Sumsel.
Kepada seluruh pegawai RS Erba, Gubernur menegaskan kalau PNS bukan LSM. Ada cara yang lebih elegan untuk menyampaikan pendapat. “Jangan bergaya seperti bukan PNS. Selama jadi PNS harus patuh terhadap peraturan.”
Gedung RS Erba yang baru di kawasan Alang-Alang Lebar akan diresmikan Juli mendatang. “Kalau 90 persen pegawainya demo, apa jadinya. Niat baik jangan disampaikan dengan cara yang salah,” kata Alex.
Lantaran terkait aspirasi, Gubernur berjanji akan menurunkan tim inspektoran Provinsi Sumsel untuk meneliti masalah ini lebih lanjut.  Hasil penelitian akan jadi masukan kepada Gubernur. “Setelah itu saya akan ambil keputusan. Insya Allah, keputusan itu tidak salah. Secepatnya.”
Gubernur menambahkan, sebenarnya ia bisa saja langsung mengambil keputusan setelah mendengarkan aspirasi dari para pegawai RS Erba. Tapi hal itu tidak boleh dilakukan karena berarti sama saja Gubernur bertindak sewenang-wenang. “Ternyata tidak mudah jadi kepala SKPD. Seorang pemimpin itu harus adil, Gubernur juga harus berlaku adil,” pungkas Alex.
Sekda Sumsel H Yusri Effendi meminta seluruh pegawai RS Erba yang mengadakan aksi damai kembali bekerja seperti semula agar pelayanan kesehatan di rumah sakit itu tidak terganggu. “Kita harap semuanya kembali ke tempat kerja, bekerja seperti biasa lagi,”imbuhnya. Sekitar pukul 10.30 WIB para peserta aksi kembali ke RS Erba dan memberikan pelayanan. (wek/tha)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078