Rab07012015

Last update05:27:21 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Warung Remang-remang di Indramayu Ditutup Paksa Aparat

KANDANGHAUR - Pemerintah Kabupaten Indramayu menindak tegas warung remang-remang (warem) yang tetap beroperasi meski sudah memasuki Ramadan. Kamis lalu (18/6), tim gabungan dari Satpol PP Indramayu, aparat koramil dan Polsek Kandanghaur menutup paksa puluhan warung remang-remang di sepanjang Jalur Pantura serta pesisir Pantai Desa Eretan Kulon.
 
“Penutupan disertai pe­nye­gelan itu dilakukan menyusul diberlakukannya pelarangan membuka usaha bagi pemilik tempat hiburan malam, sesuai dengan edaran yang dikeluarkan oleh Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan Kandanghaur (FKPKK) dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Kapolsek Kandanghaur, Kompol Gustaf Sipayung.
 
Saat upaya penutupan itu tidak ada perlawanan dari pemilik warung remang-remang. Bahkan sebagian besar penghuni bangunan liar yang berdiri di atas tanah negara itu sudah menutup usahanya dengan kesadaran sendiri.
 
Namun demikian, aparat tidak lekas percaya. Sebelum menempelken surat imbauan, mereka tetap menggedor setiap warem untuk memberikan pemahaman dan peringatan secara lisan langsung kepada pemiliknya.
 
“Mayoritas tidak berpenghuni. Tapi kita tidak mau lengah, setiap malam akan ada patroli rutin untuk memantau. Kalau ada yang nekat buka, kita tindak tegas,” tandas Gustaf.
 
Berkedok sebagai warung kopi, warem yang biasanya buka saat malam hari memang sering dijadikan tempat transit para sopir kendaraan berat sambil bercengkarama dengan para pekerja seks komersial. Tokoh masyarakat Keca­matan Kandanghaur, Amin mengatakan, keberadaan warem itu sudah merusak citra daerah.
 
“Yang saya tahu para PSK ini kebanyakan berasal dari luar daerah. Ada yang dari Subang, Karawang, Cirebon, Sumedang dan beberapa di antaranya dari luar Kecamatan Kandanghaur. Jadi mayoritas pendatang,” ungkapnya.(jpnn)