Back Anda disini: Home

Artikel

Temukan Dugaan Pelanggaran Calon DPD

PALEMBANG- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang menemukan dugaan pelanggaran kampanye  oleh oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang juga Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palembang, berinisial AZ, dan calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, berinisial AF. Menurut anggota Panwaslu Divisi Pengawasan dan Humas Kota Palembang, Amrullah, dugaan pelanggaran kampanye tersebut berawal dari laporan Panwascam Kemuning dan Panwascam Kertapati.

“Untuk yang di Kecamatan Kemuning, kejadiannya pada Jumat (7/2) lalu di gedung Yayasan Al-Furqon. Di sana ada oknum Kepala Dinas tingkat Kota Palembang dan Ketua PGRI yang melibatkan calon anggota DPD RI yang juga pembina PGRI,” kata Amrullah kepada Sumatera Ekspres, kemarin.
Dijelaskan, dalam kegiatan yang dibalut peringatan Maulid Nabi tersebut, seluruh guru hadir dan sekolah diliburkan. Hanya, dalam kegiatan itu, diduga terjadi pelanggaran kampanye, berupa pembagian kalender dan kartu nama, serta pemasangan atribut kampanye yang menyalahi aturan.
“Kita sudah memeriksa Plt Kepala UPTD Diknas Kecamatan Kemuning, dalam permasalahan ini. Dan dalam keterangannya, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh PGRI dalam rangka Maulid Nabi, dan ia tidak mengetahui jika ada umbul-umbul ataupun spanduk yang memasang gambar calon anggota DPD RI. Masalah ini masih kita proses dan patut kita duga dilakukan di 16 kecamatan se-Kota Palembang,” tambah Amrullah.
Temuan selanjutnya, terjadi di Masjid Kimerogan, Kecamatan Kertapati, pada Selasa (11/2) kemarin. Tapi calon anggota DPD RI, AF, tidak hadir. Selain melibatkan PNS dalam politik praktis, kegiatan tersebut juga bisa dikatakan pencurian start kampanye karena diduga melakukan pengerahan massa, sementara kampanye terbuka belum dibolehkan.
“Kegiatannya mirip dengan di Kemuning, masih mengatasnamakan PGRI. Bahkan seluruh siswa SD, SMP dan SMA se-Kecamatan Kertapati yang masuk sekolah pagi, diliburkan. Kita juga menemukan, pelanggaran kampanye berupa pemasangan atribut di tempat ibadah, melibatkan oknum PNS, dan ada pembagian kalender bergambar calon anggota DPD RI, berinisial AF,” terang Amrullah lagi.
Sementara itu, Anggota Panwaslu Palembang, Divisi Hukum dan Tindak Lanjut Pelanggaran, Jhon Heri menambahkan, Panwaslu Palembang berencana memanggil calon anggota DPD RI berinisial AF, hari ini (12/2), pukul 15.00 WIB untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye tersebut. “Kita telah melakukan pemanggilan terhadap AZ, kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palembang. Namun yang bersangkutan, mangkir atau tidak memenuhi panggilan tanpa ada alasan,” katanya.
Mengenai sanksinya, kata Jhon, bisa sampai sanksi pidana maupun sanksi administrasi. Pasalnya, permasalahan ini bisa kita kategorikan dengan pelanggaran kampanye di luar jadwal. “Sanksinya dapat berupa sanksi pidana, maupun administrasi,” tukasnya.
Sementara itu, AZ ketika dikonfirmasi melalui handphone tidak mengangkat. Bahkan ketika di-SMS, tidak membalas. Informasinya, ia sedang berada di Jakarta. Hal sama juga saat koran ini mengonfirmasi AF. Nomor handphone yang biasanya dihubungi 0811786637 tidak aktif. Ketika mengkonfirmasi, ajudannya juga tidak menjawab. (mik/ce4/ndy)