Back Anda disini: Home

Artikel

Transmusi Setop Beroperasi Sementara

PALEMBANG – Seluruh sopir dan pramugara Transmusi menerima pembayaran gaji mereka yang tertunggak tiga bulan. Pembayaran gaji Jumat (10/10) di dua tempat. Sebanyak 213 sopir menerima gaji mereka di kantor SP2J Kompleks PTC Mall. Sedangkan 202 pramugara dan 100 lebih staf (mekanik dan security) di pool Transmusi di Terminal Alang-Alang Lebar (AAL).

Direktur Utama PT SP2J, Marwan Hasmen mengatakan, gaji tersebut merupakan gaji terakhir. “Seluruh sopir dan pramugara telah dianggap mengundurkan diri karena mogok kerja melebihi batas waktu. Sedangkan staf, tidak. Tapi, mereka akan dirumahkan dahulu,” ujarnya.

Operasional bus Transmusi juga akan disetop tanpa batas waktu. Selama itu, SP2J akan memperbaiki bus-bus yang rusak. Nantinya, akan ada perekrutan karyawan baru untuk sopir dan pramugara. “Mereka yang telah dianggap mengundurkan diri bisa kembali mendaftar. Tapi, kami tentunya akan lebih selektif memilih,” cetus Marwan.

Manajer Transmusi, H Abdul Kadir mengatakan, dengan telah melunasi gaji yang tertunggak, pihaknya tidak ada lagi tunggakan terhadap karyawan. Perusahaan memang menganggap para karyawan ini telah mengundurkan diri karena sudah lama tidak masuk kerja.

“Karena mereka sudah tidak masuk kerja lebih enam hari, maka sesuai Pasal 168 ayat 1 UU No 13 Tahun 2003 dan pasal 6 ayat 1,2,3 Keputusan Menaker No.232/MEN/2003, mereka dianggap mengundurkan diri. Karena itu, kami tidak memberikan pesangon,” jelasnya.

Untuk gaji, tiap karyawan rata-rata mendapat Rp6,2 juta lebih. Tapi, ada yang dipotong sesuai kehadiran masuk kerja dan potongan lain, misalnya pinjaman koperasi dan bank. Untuk saat ini, Transmusi dalam masa tenang. “Nanti akan ada perekrutan karyawan baru untuk menggantikan karyawan yang dianggap mengundurkan diri,” imbuh Kadir sembari memastikan akan beroperasional lagi dalam waktu kurang dari sebulan ke depan.

Kadir menegaskan tidak akan merekrut karyawan yang dianggap telah mengundurkan diri. “Kemungkinan untuk direkrut susah. Kami akan merekrut karyawan yang baru,” cetusnya. Juliansyah, salah seorang sopir Transmusi mengakui kalau mereka, para sopir, telah menerima surat yang isinya mereka dianggap telah mengundurkan diri oleh manajemen SP2J.

“Bersamaan dengan menerima gaji, kami menerima surat itu. Kemungkinan kami tidak akan bekerja lagi. Tapi, kami akan menuntut pesangon yang memang merupakan hak kami,” ujarnya. Mereka semua kecewa karena sudah dianggap mengundurkan diri. “Padahal, kami tidak bekerja karena menuntut kejelasan gaji. Bagaimana mau bekerja kalau uang untuk makan pun tidak ada,” bebernya. (chy/roz/ce4)