Back Anda disini: Home

Artikel

Samsung Perkuat Pasar AC

JAKARTA – Indonesia masuk dalam 10 negara tingkat polutan tertinggi dunia atau tepatnya peringkat 9 berdasar data Montreal Concordia University. Sedangkan menurut penelitian United State Environment Protection Agency (USEPA), polusi dalam ruang bisa dua sampai lima kali lebih tinggi dibanding luar ruang. Satu dari lima tersebut berisiko mengancam kesehatan manusia, seperti saluran pernafasan.

    Salah satu penyebab utamanya karena pendingin ruangan tak terawat, sehingga menyebabkan polusi udara bagi penggunanya. “Tingginya polusi ini membuat Samsung terus berinovasi untuk memberi kenyamanan kepada pengguna air conditioner (AC), khususnya konsumen kita. Perkembangan teknologi AC kita, 2010-2011, yang pertama meluncurkan inovasi virus doctor, 2012 room series, 2013 inovasi AC WiFi dan tahun ini Triangle Design,” ujar Bernard Ang, consumer electronics director PT Samsung Electronics Indonesia saat peluncuran AC Triangle Design, kemarin.
    Inovasi Triangle Design ini, kata dia, dibuat untuk memenuhi kebutuhan udara bersih dengan menghadirkan filter yang memiliki tingkat kerapatan tinggi dan kipas lebih besar dengan bilah kupu-kupu agar hembusan udara lebih jauh dan merata hingga 14 meter. “Dari berbagai inovasi yang kita lakukan, dalam lima tahun Samsung AC growth dua kali lebih cepat dari pertumbuhan pasar Indonesia. Bahkan, pada 2012-2013, Samsung AC growth lima kali lebih pesat dari pasar nasional,” bebernya.
    Laporan Gfk YTD Desember, pertumbuhan pasar AC 2009-2013 meningkat 160 persen. Sedangkan pertumbuhan Samsung AC mencapai 327 persen. “Samsung AC terbaru ini akan memperkuat pertumbuhan bisnis AC di Indonesia,” ungkapnya.    Christy Candlestine, product marketing Samsung AC menambahkan, garansi yang diberikan Samsung hingga 10 tahun. Garansi ini menjadi yang terlama untuk produk AC di Indonesia. “AC Triangle Design didukung Triple Protector+ untuk menjamin daya tahan kompresor dengan anti karat, anti pemutusan arus pendek dan anti ketidakstabilan listrik,” ungkapnya. Produk ini sudah dipasarkan sejak awal Februari, dengan kisaran harga Rp2,8 juta-Rp11,5 juta dengan kapasitas daya pendingin mulai dari ½ pk, ¾ pk, dan 1 pk. (rei/fad/ce1/ndy)