>> Home Metropolis Geliat Bisnis Mancing Metropolis
Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia
JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di Djarum Indonesia Open 20...Readmore
Perampok Tembak Pedagang Emas
KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang diduga berjumlah enam orang...Readmore
BCL Gendong Noah, Momo Dicegat Fans
PALEMBANG –  Ada pemandangan menarik di Bandara Sultan Mahmud Badaruddi...Readmore
Ambisi Posisi
PALEMBANG - Big match Persib Bandung melawan Sriwijaya FC menjadi pertaruhan pering...Readmore
Gubernur Riau Resmi Ditahan
JAKARTA - Setelah dua kali lolos Jumat keramat, Gubernur aktif Provinsi Riau, Rusli...Readmore
  • Ahsan-Hendra Selamatkan Indonesia

    JAKARTA - Indonesia tidak jadi malu sebagai tuan rumah di...

  • Perampok Tembak Pedagang Emas

    KAYUAGUNG – Kawanan perampok bersenjata api yang di...

  • BCL Gendong Noah, Momo Dicegat Fans

    PALEMBANG –  Ada pemandangan menarik di Bandar...

  • Ambisi Posisi

    PALEMBANG - Big match Persib Bandung melawan Sriwijaya FC ...

  • Gubernur Riau Resmi Ditahan

    JAKARTA - Setelah dua kali lolos Jumat keramat, Gubernur a...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Geliat Bisnis Mancing Metropolis

Dahulu, mancing masih menjadi sekedar hobi segelintir orang. Belakangan, demam mancing  melanda sebagian masyarakat. Hobi ini bak gayung bersambung bagi mereka yang punya uang lebih. Tak heran, bermunculanlah kolam-kolam pancing di metropolis.
------------------

Sebut saja kolam pemancingan Tirta Loka di JL Purwasari, Kalidoni. Saat koran ini mampir ke sana, kemarin (22/4), tampak deretan mobil mewah di parkiran kendaraan. Itu artinya, sebagian pemancing di sana merupakan masyarakat kalangan menengah ke atas.
Usman, pengurus kolam pemancingan ini mengatakan,  kolam pemancingan Tirta Loka berdiri sejak tahun 2009. Dalam sehari, rata-rata bisa 30 pemancing yang ada. “Kita di sini ada 44 lapak pancing,”katanya.
Ada beberapa sistem mancing di kolam pemancingan. Seperti mancing sistem
kiloan, sistem tarikan, dan sistem jackpot. Nah, kini sedang marak digunakan sistem arisan.
Pemancing di kolam pancing Tirta Loka menggunakan sistem arisan galatama. Artinya, para pemancing membayar sejumlah uang, namun ikan yang berhasil dipancing tidak boleh diambil.
“Kalau sistem ini, kebanyakan hanya untuk kesenangan karena ikannya besar-besar. Nanti, pemancing yang paling banyak dapat ikan dan memiliki bobot ikan terberat/paling besar, mendapatkan uang arisan, dipotong biaya kolam,” beber Usman.
Biaya kolam tergantung banyaknya jumlah pemancing. Misal, tiap pemancing mengumpulkan uang Rp 200 ribu. Bagi yang juara berhak mengambil uang arisan para pemancing lain, barulah dipotong untuk bayar kolam. “Persentase potongannya bisa mencapai 30-60 persen, tergantung juara-juaranya. Yang juara ialah pemilik ikan terberat dan total ikan terberat,”jelasnya.
Kolam pemancingan Bukit Sangkal juga menerapkan sistem serupa. Yanti, istri pemilik kolam pemancingan ini mengatakan, setiap harinya selalu ada saka pemancing yang datang. Bahkan di hari libur selalu ramai pemancing, termasuk yang datang bersama keluarga.
Di kolam pemancingan itu, pernah diadakan lomba mancing berhadiah mobil. Diceritakan Yanti, para pemancing yang mengikuti lomba tersebut ada yang datang dari luar daerah Sumsel. “Yang menang lomba waktu itu malah orang Lampung. Dia dapat informasi lomba ini dari SMS teman-temannya sesama penghobi mancing,” imbuhnya.
Selain sistem arisan galatama, dikenal pula sistem arisan deposit. Dimana para pemancing berhak mengambil ikan yang berhasil dipancingnya. Fasilitas di kolam pemancingan disediakan kantin yang menyediakan makanan dan minuman. Juga disediakan caddy bagi para pemancing.
Selain kolam pemancingan yang menggunkan sistem tertentu, marak pula tempat mancing ala kadarnya. Tak terlalu bagus, tapi kesannya lebih merakyat. Misalnya saja kolam pemancingan di kawasan Talang Jereng, Kelurahan Sako Baru.
Walaupun disebut kolam pemancingan, namun lokasi mancing ini tidak seperti kolam pancing pada umumnya. Menurut Iwan (38), empunya kolam pancing ini, ikan yang ada dalam kolam seperti betok, sepat, tembangkang, gabus dan sebagainya. Bisa dipancing dan dibawa pulang oleh pemancing.
Awal mula kolam pemancingan ini lantaran sebelumnya cukup banyak warga yang mencari tempat memancing. Melihat peluang tersebut, Iwan kemudian membuka dan membersihkan rawa miliknya.
“Sebenarnya lahan rawa berukuran 0,75 hektar ini untuk tambak ikan lele, nila dan gurame. Tapi karena gunakan waring (jaring ikan), jadi masyarakat bisa mancing di luar tambak,”bebernya. Biayanya cukup murah, hanya Rp5 ribu sepanjang hari. Per harinya, ia mendapatkan Rp30 ribu, bahkan di hari libur pendapatannya mencapai Rp 100 ribu.    
Seorang penghobi mancing, Andi (40) yang berprofesi sebagai guru SMK mengaku, sebelumnya ia kesulitan mencari tempat mancing yang enak dan murah. “Tapi dengan adanya kolam ini jadi terbantu menyalurkan hobi. Selain biayanya murah, banyak juga ikannya. Bisa mancing sepuasnya seharian,”katanya.
Soni, pemancing lain mengatakan, dengan memancing bisa menghilangkan stress, rasa suntuk dan kepenatan karena aktifitas rutin sehari-hari. “Dengan mancing bisa menghilangkan rasa jenuh. Waktu dapat ikan dan kita tarik joran, rasanya senang dan ada kepuasan tersendiri,”tukasnya.(gti)




Add this to your website
 

ALL SPORT

article thumbnailPercepat Jalur Juara
23 Feb 2013

LONDON - Manchester United akan bertandang ke markas Queens Park Ranger dalam lanjutan Premier League yang akan dilangsungkan Sabtu (23/2). Pertandingan yang rencananya disiarkan Global TV mulai pu [ ... ]


Berita lain

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailKim-Vali Masih Tanda Tanya
23 May 2013

JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078