NEWS UPDATE
- Carragher Sebut Dortmund Seperti Liverpool 2005 LIVERPOOL- Liverpool melakukan aksi hebat ketika menjuarai Liga Champions musim 2005 silam. Saat itu...Sabtu, 25 May 2013
- UU Pemilu Dinilai Bertentangan dengan Pancasila JAKARTA - Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Djohermansjah Djohan mengatakan ...Sabtu, 25 May 2013
- Hatta Rajasa Optimis Iskandar-Hafisz Menang BABAT TOMAN – Menko Perekonomian Ir M Hatta Rajasa menjadi juru kampanye untuk pasangan calon gu...Sabtu, 25 May 2013
- Alex Disambut Haru Warga OKU Timur MARTAPURA - Rasa haru dan gembira tidak bisa disembunyikan dari wajah-wajah pedagang Pasar Gumawang ...Sabtu, 25 May 2013
- Kalah Dari Fatin, Novita Dewi Tetap Bahagia MENJADI juara kedua dalam ajang X Factor Indonesia tak membuat Novita Dewi bersedih. Dia justru bers...Sabtu, 25 May 2013
- Main di Kandang, Persib Ditahan Imbang Persita BANDUNG - Bermain di kandang sendiri, tidak menjamin bagi Persib Bandung untuk memetik poin penuh....Sabtu, 25 May 2013
- Ngefans Dahlan Iskan, Mahasiswi Jakarta Terbang ke Beijing BEIJING - Banyak cara yang dilakukan salah satu mahasiswi Universitas Presetya Bisnis School yang be...Sabtu, 25 May 2013
- Empat Srigala Meriahkan Kampanye DerMa LAHAT - Lapangan sepakbola yang terletak di Kelurahan RD PJKA Bandaragung disesaki oleh ribuan massa...Sabtu, 25 May 2013
- Pilih Pemimpin yang Menepati Janji BANYUASIN - Ribuan warga Pangkalan Balai meramaikan kempanye pasangan ESP-WIN calon gubernur Sumsel...Sabtu, 25 May 2013
- FPI Tetap Awasi Eyang Subur JAKARTA - Niat baik Eyang Subur yang mau menceraikan empat istrinya mendapat tanggapan positif dari ...Sabtu, 25 May 2013
- Handri dan Diana Bujang Gadis OI INDERALAYA - Tahapan pemilihan Bujang Gadis Ogan Ilir 2013 berakhir, Jumat (24/5) malam pukul 24.00....Sabtu, 25 May 2013
- Bangun Masjid dan Sekolah DATUK M AKIB - Keberadaan organisasi masyarakat Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Palembang ...Sabtu, 25 May 2013
-
Politisi PKS: Tunggu Dewasa Fatin Ajak Jadi Kader
JAKARTA - Jawara X Factor, Fatin Shidqia Lubis setidaknya menari perhatian Partai Keadilan Sejahtera...Sabtu, 25 May 2013
-
Pilkada di Daerah Kaya Rawan Konflik
JAKARTA - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indra mengatakan daerah yang sumber daya alamnya ...Sabtu, 25 May 2013
- Ditinggal Empat Istri, Eyang Subur Biasa Saja JAKARTA - Kendati harus menceraikan empat istrinya, Eyang Subur tidak merasa kecewa atau menyesal. D...Sabtu, 25 May 2013
- Eyang Subur Lupa Jumlah Anak JAKARTA - Mungkin karena banyak memiliki istri, Eyang Subur tidak tahu berapa jumlah anaknya. Hal it...Sabtu, 25 May 2013
- Anak Pahlawan Revolusi dan Keluarga PKI Islah JAKARTA - Setelah berpencar selama puluhan tahun akhirnya anak dan keluarga dari pahlawan revolusi s...Sabtu, 25 May 2013
-
Ceraikan Istri, Eyang Subur tetap Beri Nafkah
JAKARTA - Sikap bijak ditunjukkan Eyang Subur. Meski Eyang Subur sudah menceraikan empat istrinya. N...Sabtu, 25 May 2013
- Dukung Kreativitas Seniman PALEMBANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel akan mendukung penuh segala kegiatan yang memajuk...Sabtu, 25 May 2013
- 250 Seniman Unjuk Kebolehan PALEMBANG - Teater Harmoni mengadakan Festival Seni bertemakan Ikhlas Berkreasi Menunju Sumsel Gemil...Sabtu, 25 May 2013
| Ingat Kodrat Wanita |
|
|
--------------------------------------------------
Seandainya Saya Gubernur Sumsel
- agus_edwar@ymail.com Menata birokrasi dan membangun infrastruktur jalan...Kamis, 23 May 2013
- muharram_agussalim@yahoo.com Saya akan memajukan sektor pertanian dan hasil bumi Sriwijaya untuk kemakmuran Rakyat Sumsel...Rabu, 22 May 2013
- m.rian@rocketmail.com Jaga iklim investasi sehingga realisasi Double Track TAA, Monorail, dan Proyek vital lainnya dapat tumbuh dengan cepat. Yang pasti selalu bersemangat....Jumat, 10 May 2013
- toyo_widodo@yahoo.com Saya akan memajukan dunia pendidikan...Sabtu, 04 May 2013
GELORA SRIWIJAYA
23 May 2013 JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ] |
| Berita lain |

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax : (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078




Kiprah dan sepak terjang RA Kartini banyak menginspirasi wanita yang satu ini, Dra Sri Rahayu MSi, kepala perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel. Apalagi, dipuncak kariernya ini demi tugas dia harus berpisah dari orang yang dicintainya. SORE itu, Sri—demikian sapaan karib Dra Sri Rahayu MSi—sengaja meluangkan waktu untuk diwawancara. Tatkala disodorkan topik tentang pejuang emansipasi wanita RA Kartini, dia langsung antusias.“RA Kartini itu, sebetulnya sudah mendukung KB-lho,ujar Sri, yang dilantik menjadi kepala BKKBN Sumsel pada 12 April lalu.Dalam pandangannya, “kartini”zaman dulu dengan sekarang sangat berbeda. Kartini dulu identik dengan wanita kuno dan kurang pergaulan. Para perempuannya setelah berusia 12 tahun langsung dipingit.Kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan sangat terbatas. Hanya Kartini yang dalam keadaan dipingit tetap berjuang memikirkan kebebasan kaum perempuan, hingga lahirnya sekolah perempuan ketika itu.Kalau sekarang seiring dengan terbukanya informasi, pemikiran kartini-kartininya sudah maju karena banyak relasinya.Perempuan bisa belajar dimana saja. Kesempatan berkarier terbuka luas dan sama dengan pria.Persamaan hak sudah terakomodir.Hanya, saya berpesan,se-modern apa pun kartini sekarang harus ingat kalau kodratnya tetap sebagai perempuan.Setiap keputusan yang diambil harus rembukkan bersama suami. Komunikasi tetap dijaga dan seimbang. “Kalau saya pribadi,ketika berjauhan demi melaksanakan tugas, komunikasi saya dan suami serta anak-anak tetap terjalin. Begitupun suami,kadang hal sepele apa pun dia konsultasi dengan saya,” katanya tersenyum.“Sebagai wanita Jawa, saya banyak belajar dari perjuangan kartini ini,” tambahnya lagi. Menurut Sri, RA Kartini sudah mendukung program KB dengan melakukan penundaan usia perkawinan. Ia nikah usia 24 tahun. “Biasanya ‘kan wanita Jawa 12, 13 tahun sudah kawin,” ujar Sri.Hanya memang, tambah Sri, jadi pembelajaran juga bagi BKKBN mengapa RA Kartini meninggal di usia 25 tahun setelah melahirkan anaknya. “Itu yang harus disikapi. Agar di-save-kan lagi angka kematian ibu melahirkan ini. Jangan melupakan kesehatan reproduksi kita. Lakukan pap-smear”Soal wanita karier, Sri punya pandangan sendiri. Katanya,selagi mampu wanita itu harus maju. “Kalau di kita (BKKBN) penunjukan untuk memegang sebuah jabatan itu, sangat profesional.Ada uji kompetensi.Ya, kalau lolos mengapa tidak kita terima.”Sri menceritakan bagaimana dia bisa sukses seperti sekarang.Katanya, semua tak lepas dari didikan kedua orang tuanya.“Prinsifnya saya mengalir saja.Di samping, garis tangan. Harus diakui memang, keluarga sangat berperan. Sejak kecil mereka sangat memprotek anak-anaknya.Juga membekali dengan pendidikan dari rumah. Masih SD kita sudah baca kompas dan majalah lain untuk menambah wawasan.” Ia mengungkapkan, lulus SMA dirinya langsung bekerja di BKKBN. Dua tahun kemudian ambil S-1. Setelah itu, prioritas mengasuh anak. “Baru pada 2006 saya ambil S2 di UI. Semua berjalan lancar hingga saya menapaki puncak karir seperti sekarang. Kuncinya mau dan banyak belajar.” Keluarga mendukung? “Suami dan anak sangat mendukung.Ketika jadi Plh kepala BKKBN Provinsi Bali, saya berjauhan dengan keluarga. Ketika di Jakarta pun saya biasa pergi pagi pulang malam. Suami sudah tahu kondisi itu dan dia mendukung,Pesannya hanya satu.Kalau sudah niat mantapkan hati dan jangan setengah-setengah,”ungkap istri Capt Sutrisno Djajadiputro M Mar ICAP dan ibu dari Maruti Lintangsenjani (semester VI FK UGM) dan Altito Asmoro (kelas 1 SMA) ini.Oh ya...objek KB ,kan kebanyakan perempuan, bagaimana pendapat Anda? Kata Sri, tidak hanya kondom dan metode operasi pria (vasekktomi), pihaknya juga sedang dan akan mengembangkan alat kontrasepsi kb pria lain seperti suntik dan pil dengan menggandeng pusat penelitian dan universitas. Tidak juga dengan kepala BKKBN-nya perempuan kita pasang target laki-laki harus banyak ber-KB.Semua sesuai potensi. “Partisipasi pria dalam ber-KB semisal mengizinkan istrinya memasang alkon juga sangat penting,” pungkasnya.(cj7/ce3)