>> Home Home Arsip METROPOLIS Ingat Kodrat Wanita
Turnamen Tenis Sumeks Open 2013
PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open 2013 telah rampung digela...Readmore
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
  • Turnamen Tenis Sumeks Open 2013

    PALEMBANG - Technical Meeting Turnamen Tenis Sumeks Open ...

  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Ingat Kodrat Wanita

Kiprah dan sepak terjang RA Kartini banyak menginspirasi wanita yang satu ini, Dra Sri Rahayu MSi, kepala perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel. Apalagi, dipuncak kariernya ini demi tugas dia harus berpisah dari orang yang dicintainya. SORE itu, Sri—demikian sapaan karib Dra Sri Rahayu MSi—sengaja meluangkan waktu untuk diwawancara. Tatkala disodorkan topik tentang pejuang emansipasi wanita RA Kartini, dia langsung antusias.“RA Kartini itu, sebetulnya sudah mendukung KB-lho,ujar Sri, yang dilantik menjadi kepala BKKBN Sumsel pada 12 April lalu.Dalam pandangannya, “kartini”zaman dulu dengan sekarang sangat berbeda. Kartini dulu identik dengan wanita kuno dan kurang pergaulan. Para perempuannya setelah berusia 12 tahun langsung dipingit.Kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan sangat terbatas. Hanya Kartini yang dalam keadaan dipingit tetap berjuang memikirkan kebebasan kaum perempuan, hingga lahirnya sekolah perempuan ketika itu.Kalau sekarang seiring dengan terbukanya informasi, pemikiran kartini-kartininya sudah maju karena banyak relasinya.Perempuan bisa belajar dimana saja. Kesempatan berkarier terbuka luas dan sama dengan pria.Persamaan hak sudah terakomodir.Hanya, saya berpesan,se-modern apa pun kartini sekarang harus ingat kalau kodratnya tetap sebagai perempuan.Setiap keputusan yang diambil harus rembukkan bersama suami. Komunikasi tetap dijaga dan seimbang. “Kalau saya pribadi,ketika berjauhan demi melaksanakan tugas, komunikasi saya dan suami serta anak-anak tetap terjalin. Begitupun suami,kadang hal sepele apa pun dia konsultasi dengan saya,” katanya tersenyum.“Sebagai wanita Jawa, saya banyak belajar dari perjuangan kartini ini,” tambahnya lagi. Menurut Sri, RA Kartini sudah mendukung program KB dengan melakukan penundaan usia perkawinan. Ia nikah usia 24 tahun. “Biasanya ‘kan wanita Jawa 12, 13 tahun sudah kawin,” ujar Sri.Hanya memang, tambah Sri, jadi pembelajaran juga bagi BKKBN mengapa RA Kartini meninggal di usia 25 tahun setelah melahirkan anaknya. “Itu yang harus disikapi. Agar di-save-kan lagi angka kematian ibu melahirkan ini. Jangan melupakan kesehatan reproduksi kita. Lakukan pap-smear”Soal wanita karier, Sri punya pandangan sendiri. Katanya,selagi mampu wanita itu harus maju. “Kalau di kita (BKKBN) penunjukan untuk memegang sebuah jabatan itu, sangat profesional.Ada uji kompetensi.Ya, kalau lolos mengapa tidak kita terima.”Sri menceritakan bagaimana dia bisa sukses seperti sekarang.Katanya, semua tak lepas dari didikan kedua orang tuanya.“Prinsifnya saya mengalir saja.Di samping, garis tangan. Harus diakui memang, keluarga sangat berperan. Sejak kecil mereka sangat memprotek anak-anaknya.Juga membekali dengan pendidikan dari rumah. Masih SD kita sudah baca kompas dan majalah lain untuk menambah wawasan.” Ia mengungkapkan, lulus SMA dirinya langsung bekerja di BKKBN. Dua tahun kemudian ambil S-1. Setelah itu, prioritas mengasuh anak. “Baru pada 2006 saya ambil S2 di UI. Semua berjalan lancar hingga saya menapaki puncak karir seperti sekarang. Kuncinya mau dan banyak belajar.” Keluarga mendukung? “Suami dan anak sangat mendukung.Ketika jadi Plh kepala BKKBN Provinsi Bali, saya berjauhan dengan keluarga. Ketika di Jakarta pun saya biasa pergi pagi pulang malam. Suami sudah tahu kondisi itu dan dia mendukung,Pesannya hanya satu.Kalau sudah niat mantapkan hati dan jangan setengah-setengah,”ungkap istri Capt Sutrisno Djajadiputro M Mar ICAP dan ibu dari Maruti Lintangsenjani (semester VI FK UGM) dan Altito Asmoro (kelas 1 SMA) ini.Oh ya...objek KB ,kan kebanyakan perempuan, bagaimana pendapat Anda? Kata Sri, tidak hanya kondom dan metode operasi pria (vasekktomi), pihaknya juga sedang dan akan mengembangkan alat kontrasepsi kb pria lain seperti suntik dan pil dengan menggandeng pusat penelitian dan universitas. Tidak juga dengan kepala BKKBN-nya perempuan kita pasang target laki-laki harus banyak ber-KB.Semua sesuai potensi. “Partisipasi pria dalam ber-KB semisal mengizinkan istrinya memasang alkon juga sangat penting,” pungkasnya.(cj7/ce3)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078