Back Anda disini: Home

Artikel

Kurangi Hambatan Jelang Menulis Skripsi

PALEMBANG - Sebelum menyelesaikan studi sarjana (S1), setiap mahasiswa wajib menyelesaikan skripsi. Penulisan skripsi tidak mudah, butuh penelitian dengan data yang konkret. Karena itulah, Universitas PGRI (UPGRI) Palembang memberikan pelatihan menulis skripsi kepada 2.847 mahasiswa seluruh fakultas, kemarin (12/2). Itu agar mahasiswa menjadi mahir dan tak menemui kendala dalam penulisan.

Rektor UPGRI Palembang, Dr H Syarwani Ahmad MM mengatakan, skripsi merupakan karya ilmiah resmi akhir mahasiswa dalam menyelesaikan program sarjana (S1). Skripsi juga bentuk bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan bidang keahlian.

“Nah, pelatihan skripsi ini bertujuan untuk membantu mahasiswa agar mengenal dasar- dasar yang ada dalam penulisan skripsi, juga membantu perkembangan mahasiswa jelang tugas akhir. Mahasiswa yang ingin menyelesaikan pendidikan sarjananya harus lulus dari ujian skripsi,” ujarnya.

Dengan mengikuti pelatihan, Syarwani berharap semua mahasiswa semester 8 dapat meminimalisir hambatan yang mungkin akan ditemui, serta dapat memecahkan masalah pada saat proses pengerjaan skripsi. “Pelatihan juga diikuti dosen agar para dosen pun bisa mengembangkan ilmunya. Jadi, tak terfokus pada mahasiswa saja, dosen pun harus lebih memahami isi dari skripsi tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, kata Syarwani, tak ada alasan lagi bagi mahasiswa menunda atau menyuruh orang lain membuat skripsi. Saat ini, banyak kasus tentang pengupahan skripsi bermodalkan uang jutaan, skripsi bisa dikerjakan. “Untuk melengkapi syarat skripsi, mahasiswa diharuskan mengikuti beberapa kegiatan, seperti opdik, kursus bahasa asing, serta komputer,” imbuhnya.

Sayangnya, beberapa mahasiswa yang tidak ikut mencoba mengakali dosen dengan meng-copy atau men-scan sertifikat milik temannya. Jika mahasiswa PGRI melakukan itu, pihaknya tak segan-segan men-skors serta membatalkan yudisium atau wisudanya.    

Baginya, mahasiswa yang ingin menjadi seorang guru harus memiliki sifat jujur. “Kalau tidak jujur, bagaimana dengan anak didiknya,” tegasnya. Dikatakan, dalam pengerjaan skripsi mendatang, mahasiswa diberikan waktu enam bulan untuk menyelesaikan. Jika lewat dari waktu itu, mahasiswa akan dikenakan sanksi finansial sebesar 25 persen dari biaya diwajibkan. “Yang lebih memalukan, sanksi moral dari teman sejawat,” bebernya. (cj3/fad/dom/ce4)