Back Anda disini: Home

Artikel

Jakabaring Pusat Pendidikan Internasional

PALEMBANG – Pelatihan jurnalis se-ASEAN yang dikemas dalam acara Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) dimulai, kemarin (11/2). Ikut sekitar 40 peserta dalam pelatihan ini. Mereka para wartawan dari Indonesia, Malaysia, Laos, Singapura, Myanmar, Thailand, Brunei, Kamboja, Vietnam, dan Filipina.

Acara yang mengangkat tema “Bringing ASEAN Closer to People Heart and Mind” ini dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Djoko Suyanto, tokoh pers nasional maupun lokal, serta jajaran kepala SKPD di lingkungan Provinsi Sumsel.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin mengatakan, jurnalis di Sumsel berperan cukup banyak dalam membantu pemerintah mewujudkan pembangunan.  Karena itulah, pihaknya juga memperhatikan dunia jurnalis.

“Tidak hanya ini saja, kami juga akan bangun pusat pelatihan jurnalis ASEAN di Jakabaring,” tegasnya. Alex menganggap acara ini merupakan sejarah baru bagi dunia jurnalis Indonesia maupun tingkat ASEAN.

Menurut Alex, kawasan Jakabaring memang akan dijadikan pusat pendidikan. Ke depan akan ada beberapa universitas “kelas dunia” yang berencana membuat cabang di sana. “Mereka akan berkumpul sehingga Palembang menjadi kota pendidikan yang benar-benar berkualitas tinggi,” tuturnya.

Menkopolhukam RI, Djoko Suyanto mengatakan, pers berperan penting dalam mendukung tiga pilar, yakni politik, ekonomi, dan sosial budaya. Pilar-pilar itu juga sudah disepakati ASEAN untuk masuk dalam blue print tiap negara. “Walau sudah ada kebebasan pers, tapi harus tetap ada batasan. Itulah kondisi idealnya,” ujarnya.

Dengan adanya CAJ,  visi tersebut dapat disatukan karena semua wartawan ASEAN dapat saling bertukar informasi. Masing-masing dapat manfaatkan ajang ini untuk bertukar informasi terkait perkembangan dunia pers di negara masing-masing.

Djoko menilai, media memiliki pengaruh kuat terhadap pengambilan kebijakan. Tidak hanya kebijakan dalam negeri, tapi juga secara internasional. Untuk itulah, dibutuhkan profesionalisme pers sehingga mampu menyajikan berita yang memang benar-benar layak.  “Intinya, harus mampu dipertanggungjawabkan,” katanya.

Presiden CAJ, Benny Antiporda mengatakan, pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan media dalam menyajikan berita-berita yang baik. “Dipilihnya Indonesia untuk mengadakan pelatihan ini karena kebebasan pers Indonesia sudah terjamin penuh,” ucapnya. Palembang ditetapkan sebagai pusat pelatihan wartawan ASEAN karena dianggap mampu mengembalikan nama besar daerah ini yang memang merupakan asal Kerajaan Sriwijaya.

Sabam Siagian, redaktur senior The Jakarta Post yang menjadi salah seorang narasumber dalam  pelatihan itu kemarin mengatakan, media harus bijak menyikapi segala permasalahan yang timbul, khususnya antarnegara ASEAN.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Australia ini mencontohkan pemberitaan mengenai penamaan kapal perang Indonesia, KRI Usman Harun yang sedang menghangat dan menimbulkan sedikit gesekan antara Indonesia dan Singapura. Ia menilai, ada kekurangdewasaan dalam menyikapi persoalan itu.

“Seharusnya Singapura juga tidak perlu emosi. Tapi saya yakin, masalah ini akan dapat diselesaikan dengan baik oleh pemerintah kita,” tukasnya. (rip/lia/nan/dom/ce4)