Back Anda disini: Home

Artikel

Alex Noerdin Raih Dua Penghargaan Sekaligus

BENGKULU - Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014 bertema “Pers Sehat Rakyat Berdaulat” berlangsung di Kompleks  Benteng Marlborough, Bengkulu, Minggu (9/2), menjadi momen bersejarah bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin.

Keduanya didaulat menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).  Presiden SBY menerima penghargaan “Sahabat Pers” yang diserahkan langsung Ketua PWI Pusat, Margiono.  Sedangkan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menerima dua penghargaan sekaligus yaitu penghargaan internasional dari Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) dan penghargaan khusus dari Dewan Pers.

Pemberian penghargaan dari CAJ kepada Alex yang diserahkan langsung Sekretaris Jendral CAJ, Benny Antiporda itu disaksikan Presiden SBY. Penghargaan itu diberikan atas kepeloporan pelatihan wartawan ASEAN yang akan dimulai 10 Februari 2014 di Palembang.

Menurut Benny Antiporda, penghargaan itu merupakan apresiasi dari  masyarakat pers nasional dan ASEAN atas kepedulian dan kepeloporan Pemprov Sumsel di bawah kepemimpinan H Alex Noerdin terhadap dunia pers.  
CAJ atau Konfederasi Wartawan ASEAN merupakan wadah wartawan negara-negara ASEAN yang didirikan di Jakarta, 11 Maret 1975. Pendirinya para utusan dari organisasi wartawan nasional semua negara anggota ASEAN.

Sementara penghargaan khusus diberikan Ketua Dewan Pers, Bagir Manan, kerena Alex dinilai peduli dan menjadi pelopor lahirnya Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang pertama kali secara nasional, di Palembang, bersamaan dengan peringatan HPN 2010 lalu.

Bagir mengatakan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin merupakan tokoh yang menjadi pelopor pendidikan jurnalisme di Indonesia. “Kami berikan penghargaan khusus kepada Alex Noerdin, sebagai pelopor pendidikan pers, juga menjadikan Palembang sebagai tempat pusat pelatihan jurnalis ASEAN,” katanya.

Tampak sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Diantaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi.

HPN di Bengkulu itu dihadiri sejumlah duta besar, Menteri Penerangan Malaysia, para tokoh pers dan insan pers. Selain itu juga gubernur dan jajaran pemerintah daerah. Suatu kebanggaan karena Gubernur Sumsel H Alex Noerdin merupakan satu-satunya kepala daerah yang mendapat penghargaan dalam acara puncak HPN 2014 tersebut. Anugerah itu merupakan pernghargaan yang ketiga. Sebelumnya pada HPN 2010, Alex sudah menerima penghargaan Pena Emas.

“Kami senang membantu wartawan karena selama ini wartawan juga telah begitu banyak membantu kami dalam mempromosikan daerah. Kerja sama yang baik ini semoga selalu terjalin dengan baik,” jelas Alex.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, selama hampir sepuluh tahun memimpin Indonesia, dirinya banyak sekali mendapat kritikan dari awak media. Tapi kritikan itu menjadikan dirinya lebih kuat sehingga bisa bertahan sampai sekarang.

“Terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada saya yang disebut dengan Sahabat Pers. Insya Allah saya akan terus menjadi sahabat pers sampai kapanpun juga,” ungkapnya. Kata SBY, berkat kritikannya, dia menjadi bisa berbuat lebih baik, termasuk dalam mengambil keputusan. “Dan ini juga yang membuat saya bertahan sampai hampir sepuluh tahun,” imbuhnya.

Dituturkan SBY, dirinya telah banyak memperjuangkan kebebasan pers, mulai sejak zaman reformasi. “Dengan kebebasan pers, teruslah berjuang untuk selalu meningkat kemampuan,” pesannya. (rel/tha/ce1/dom)