>> Home
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Sayangi Telinga, Hindari Bising Cetak

POLUSI suara hampir tidak mungkin dihindari. Tidak hanya suara keras, kebisingan tingkat rendah secara terus-menerus juga akan menurunkan kemampuan pendengaran.
Bahkan, jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan ketulian.
“Karena itu, sayangi telinga Anda sedini mungkin dari kebisingan agar terhindar dari ketulian,” ungkap dr Abla Ghanie SpTHT KL (K) kepada koran ini, kemarin.
Spesialis THT dari RS Dr Mohammad Hoesin (RSMH) ini mengajak agar mengistirahatkan telinga pada hari  Tuli Sedunia yang jatuh pada tanggal 25 April mendatang. Terutama dari suara-suara bising. Hal ini dilakukan sebelum ketulian muncul.
Menurut Abla, makin hari manusia semakin dibanjiri oleh suara-suara. Bukan hanya suara keras yang bisa membuat sakit pendengaran seseorang, tetapi juga suara-suara biasa yang secara konstan terdengar oleh manusia sepanjang hari.
“Padahal, tingkat kebisingan rendah yang terus- menerus (kronis) juga bisa menimbulkan masalah kesehatan telinga,” ujarnya.
Dalam  beberapa tahun terakhir  ini, sambungnya, tingkat kebisingan telah meningkat tajam. Hal ini tidak saja mengganggu ketentraman, tetapi juga mempengaruhi kehidupan dan kesehatan sehari-hari. Kebisingan dalam skala rendah pun bisa memicu sakit kepala, mudah lelah, stres, insomnia, tekanan darah tinggi,  masalah jantung, dan pencernaan. “Juga menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh, perilaku agresif, dan masalah belajar anak-anak,” tegas Abla.
Ia mengatakan, kebisingan terus-menerus yang terjadi di atas 85 desibel akan merusak pendengaran seseorang. Semakin tinggi intensitasnya, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk merusak pendengaran.
Kehilangan pendengaran biasanya terjadi secara bertahap dan tanpa rasa sakit. Gejalanya mulai kehilangan pendengaran, antara lain setelah mendengar suara keras, biasanya telinga akan berdengung atau kesulitan mendengar.
Hal ini disebut dengan ambang pergeseran sementara. Setelah beberapa jam atau hari, biasanya akan kembali normal. Tetapi jika terjadi berulang-ulang, maka pergeseran sementara ini bisa berubah menjadi permanen.
Sebelum kehilangan pendengaran, ada beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan dini. Tanda-tanda itu, antara lain timbulnya suara berdengung (tinnitus) di telinga setelah terpapar kebisingan, kesulitan untuk memahami pembicaraan. Seseorang bisa mendengar semua kata-kata yang diucapkan, tetapi tidak dapat mengerti semuanya. “Telinga seperti tertutup setelah terkena paparan suara,” bebernya.
Manusia normal mampu mendengar suara berfrekuensi 20-20.000 Hz (satuan suara berdasarkan perhitungan jumlah getaran sumber bunyi per detik) dengan intensitas atau tingkat kekerasan di bawah 80 desibel (dB).
Kalau terus-menerus dan dipaksakan, maka bunyi di atas akan merusak. Hal ini karena bunyi bisa mematikan fungsi sel-sel rambut dalam sistem pendengaran. “Gejala awal sering tidak dirasakan, kecuali telinga berdengung, kemudian diikuti oleh menurunnya kemampuan pendengaran,” paparnya.
Ketua IDI  cabang Palembang ini menambahkan, walaupun keras, suara musik kebanyakan masih bisa ditoleransi oleh telinga lantaran enak didengar. “Musik enak, malah bisa ikut melonggarkan pembuluh darah telinga,” tambahnya

Tidak ada kata terlambat untuk mencegah kehilangan pendengaran akibat suara-suara bising. Mulailah mengistirahatkan telinga. Caranya, yakni sebisa mungkin mengecilkan volume suara yang didengar atau dihasilkan, menghindari atau mengurangi batas waktu berada dalam tempat yang bising, seperti konser musik rock atau klub malam, usahakan untuk menggunakan pelindung pendengaran jika harus berada di lingkungan yang bising, menghentikan sementara penggunaan headphone. “Menghindari penggunaan headphone untuk meredam suara bising di luar, seperti kereta atau lalu lintas. Gunakanlah volume yang pintar ”smart volume” dalam menggunakan MP3 player,” tukasnya. (via/ce4)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078