Back Anda disini: Home

Artikel

Buron 2 Tahun, Samson Didor Polisi

BANJARMASIN - Yusran alias Samson alias Abau (27),  warga Jalan Kelayan B Gang Gembira Banjarmasin Selatan terpaksa dihadiahi sebutir timah panas oleh petugas karena berusaha kabur dari sergapan. Dia adalah buronan kasus penganiayaan yang menyebabkan Fathan alias Afat (35) pada Minggu (10/6) tahun 2012 silam.
 
Samson ditangkap kemarin (9/10) sekitar pukul 09.30 Wita, ketika melintas di Jalan Kelayan A Jembatan 1 Juli. Dari proses penangkapan itu Samson berusaha melarikan diri.
 
Di hadapan petugas, Samson mengaku selama menjadi buronan, ia berdiam diri di Buntok dan Tamiang Layang, Kalimantan Tengah. Sedangkan di Banjarmasin sudah enam bulan. Untuk menghidupi dirinya sendiri, ia sempat menjadi tukang becak dan buruh bangunan.
 
“Di Buntok hampir satu tahun enam bulan. Di sana saya menjadi tukang becak, kalau di Tamiang saya kerja sebagai buruh bangunan,” ujarnya.
 
Menurut cerita Samson, awal masalahnya hingga ia menghabisi nyawa Afat karena dirinya ditantang. Ketika itu ia bersama dua temannya bertanya dengan korban sambil berlalu menaiki motor, mencari Romo temannya untuk mengajak minuman keras.
 
Setelah bertanya dengan Afat itu, korban langsung mendatangi mereka bertiga sambil membawa kayu balok. Lalu Afat bertanya dengan Samson ada apa mencari Romo.
 
”Ia berucap bahwa Romo itu adiknya. Katanya ada apa cari Romo sambil menenteng kayu balok,” kata Samson.
 
Merasa ditantang, ia pulang ke rumah mengambil senjata tajam jenis mandau dan mengajak adik dan rekan-rekannya untuk menyerbu Afat.
 
”Begitu saya melihat  korban, langsung saya serang membabi buta. Saya yang banyak melukai Afat, teman saya hanya ikut mengeroyok saja dan mereka sudah bebas dari penjara dan Tamang adik saya tidak tahu kemana kabur, kerena selama buron saya tidak ada saling kontak,” ujarnya.
 
Kanit Reskrim Ipda Sugianto Polsek Banjarmasin Selatan mengatakan, tersangka selama dua tahun menjadi buronan setelah melakukan penganiayaan hingga korbannya tewas. Tertangkapnya Samson awalnya ada informasi dari masyarakat bahwa tersangka terlihat mondar-mandir di kawasan Kelayan. Polisi akhirnya menemukan pelaku yang saat itu menunggangi sepeda motor di jembatan 1 Juli.
 
”Ia kami cegat dan saat dilakukan penangkapan, Samson berontak berusaha melarikan diri dan terpaksa kami hadiahi timah panas,” jelasnya.(lan)