>> Home Gelora Sriwijaya Bikin SE Larangan Bawa Handphone
Tangkal Badai Pegunungan
PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke markas Persiwa Wamena di...Readmore
Jual 15 Unit per Bulan
PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- Main Dealer Honda Palemban...Readmore
Putusan Sesuai Perintah MK
PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang segera mengeluarkan surat kepu...Readmore
Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi
PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahun  bulan 4, yang bebas t...Readmore
Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga
Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung di bawah tiap tenda tida...Readmore
  • Tangkal Badai Pegunungan

    PALEMBANG - Sriwijaya FC belum pernah menang saat berlaga ke...

  • Jual 15 Unit per Bulan

    PALEMBANG – Penjualan Honda Brio di PT Maju Mobilindo -- M...

  • Putusan Sesuai Perintah MK

    PALEMBANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang seger...

  • Nenek Delapan Cucu Masuk Bui Lagi

    PALEMBANG – Walau pernah mendekam di penjara selama 1 tahu...

  • Banyak Saingan, Diminta Transparan Harga

    Saat koran ini jalan-jalan ke sana siang kemarin, pengunjung...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Bikin SE Larangan Bawa Handphone

PALEMBANG - Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat SMA/MA/SMK sederajat resmi digelar serentak pagi ini. Sebagai pembuka, 56.609 siswa Sumatera Selatan dari total 2,5 juta pelajar se-Indonesia, mengerjakan ujian mata pelajaran bahasa Indonesia.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumsel, peserta yang ikut UN itu, berasal dari 539 sekolah. Tersebar di 15 kabupaten/kota. Masing-masing, MA (Madrasah Aliyah) sebanyak 8.444 dari 191 sekolah, UN SMA LB (Luar Biasa) ada 33 orang dari 6 sekolah dan SMK 21.313 siswa dari 183 sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Sumatera Selatan, Drs H Ade Karyana Med, mengatakan, seluruh soal sudah selesai disalurkan ke kabupaten/kota di Sumsel. “Seluruh lembar soal masih disegel, tidak boleh dibuka. Penyaluran ke sekolah Senin pagi, diatur berdasarkan rayon. Sekolah harus mengambilnya di rayon sebelum UN dilaksanakan,” ujar Ade.
Ia menegaskan, pelanggaran terhadap pelaksanaan UN akan dikenai sanksi sesuai kesalahan. “Tergantung jenis kesalahan. Yang jelas akan ditindak (melanggar, red) pihak terkait (kepolisian, red),” ujar Ade.
Ia juga membantah ada orangtua siswa di Lubuklinggau yang melaporkan Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau dengan membolehkan siswa di sejumlah sekolah membawa handphone ke ruang ujian. “Saya sudah cross check dengan kepala dinasnya, katanya tidak ada. Itu hanya isu. Yang jelas, saat ujian tidak boleh membawa hp,” kata Ade. Apalagi, sebelum dilaksanakannya UN ini, pihaknya sudah menyosialisasikan tentang tata tertibnya.
“Saya sudah beritahukan, tapi nanti akan saya buat lagi surat edaran tentang larangan bawa hp ke ruang ujian,” ungkapnya. Ia mengimbau kepada peserta UN, untuk tetap percaya diri mengikuti UN hari ini. Segala persiapan menjelang pelaksanaan ini lewat les try out dan lainnya, harus diyakini mampu untuk menjawab soal ujian. “Jangan tergoda tentang isu bocoran jawaban yang bisa menjerumuskan,” ungkap Ade.
Diberitakan sebelumnya, mendekati detik-detik pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat selalu ramai kabar pelanggaran. Contohnya, berseliweran kunci jawaban via handphone (hp) milik peserta ujian. Tahun ini, peredaran hp di ruang ujian wajib diantisipasi pengawas UN.
Ironisnya, ada orangtua siswa di Lubuklinggau yang melaporkan Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau membolehkan siswa di beberapa sekolah membawa alat komunikasi seluler tersebut ke dalam ruang ujian. Menurut Koordinator Posko UN 2012 Kemendibud Setiono, hp masih menjadi media yang aman untuk melakukan pelanggaran UN, seperti menyebarkan kunci jawaban. Bahkan persoalan hp yang bisa masuk ruang ujian. 
Posko UN Kemendikbud ini bisa diakses masyarakat melalui call center 177, telepon (021) 5703303, 385300, dan 5736943. Selain itu juga bisa melalui faks (021) 5733125, 3849451, dan 5736943. Bisa juga melalui e-mail ke; Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya , Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya , Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya .
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau Agusni MPd, mempertanyakan kebenaran berita tersebut. “SMS itu bisa merusak nama baik Disdik, terutama Pemerintah Kota Lubuklinggau, menjadi tercoreng,” kata Agusni, lagi.
Menurut Agusni, nomor hp yang membuat nama baik Disdik tercemar tersebut saat ini tidak lagi aktif. “Berkali-kali kami telepon. Ingin bertanya apakah memang benar. Kalau benar, terus terang bukan hanya pengawas ujian nasional yang bisa diberikan sanksi. Tetapi, kepala sekolah yang bersangkutan juga dapat kami sanksi dan perbuatan tersebut juga melanggar aturan, malah pengawas dan kepala sekolah bisa kami kenakan sanksi pidana,” ujarnya.
Meskidemikian, Agusni menganggap sms tersebut sebagai salah satu teguran positif. “Kita ambil hikmahnya saja. Ini adalah teguran positif, sehingga kami dapat lebih mawas diri dan membuat kami tetap lebih intens dalam mengawasi semua tindak tanduk siswa,” ujar dia.
Di depan puluhan kepala sekolah negeri dan swasta pagi kemarin, Agusni, juga berharap agar kepala sekolah dapat merazia murid-murid mereka yang akan mengikuti ujian nasional besok. “Terus terang, setiap hari ketika tidak ada UN, baik siswa dan siswi tidak diperbolehkan membawa peralatan handphone. Apalagi ketika UN sedang berjalan.”
Agusni yakin para kepala sekolah dan siswa akan mengikuti UN secara jujur tanpa ada kecurangan. Bahkan, Disdik siap melaporkan pihak manapun yang berbuat curang selama UN. Dan sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecurangan, Disdik sengaja mengumpulkan seluruh pengawas ujian supaya satu kata dan satu hati mencegah kecurangan UN. “Kami pun sengaja menempatkan soal UN di  kantor Disdik, bukan di tempat ujian masing-masing sekolah. Dan soal tersebut baru bisa diambil kepala sekolah sekitar pukul 06.30 WIB serta mendapat pengawalan ketat pihak kepolisian. Kalau masih terjadi kecurangan, maka kami orang pertama kali yang akan melaporkannya ke polisi,” pungkasnya.

Berani Sumpah Pocong
Sejumlah kepala sekolah yang disebut-sebut membolehkan siswanya membawa hp saat UN, juga membantah sudah mengeluarkan instruksi tersebut. “Ndak percoyo saya, Mas. Terus terang saya sendiri kepala SMAN 4 dan saya ndak pernah bilang kepada murid untuk membawa hp saat UN,” ujarnya Puguh Purnomo MPd, kepala SMAN 4 kepada koran ini kemarin. 
Puguh sempat mencurigai adanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. “Mungkin sekolah kita masuk dalam kapasitas yang cukup baik. Sehingga ada saja orang yang ingin mencorengnya,” paparnya.
Senada juga dikatakan kepala SMAN 2, Suradi SPd. “Jika ada guru atau kepala sekolah yang berbuat demikian, sama sekali tidak dapat dikatakan pendidik.”
Bagaimana dengan Palembang? Kadisdikpora, Riza Fahlevi, mengatakan, seluruh soal tersebut diambil sub-rayon. Pembagian soal, dilakukan beberapa saat sebelum UN dilaksanakan. “Diambil per hari dalam setiap jadwal UN. Misal, Senin Bahasa Indonesia, hanya soal itu saja yang boleh diambil. Yang lainnya, sesuai dengan jadwal sampai Kamis nanti,” ungkapnya. Ia optimis, tahun ini tingkat kelulusan siswa mencapai 100 persen. Tahun lalu, hanya 99,89 persen.
“Kota Palembang paling mepet dalam penyaluran soal UN ini, jadi bisa dikatakan nihil pelanggaran,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, soal UN ini tak ada cadangan. Jika pun nantinya ada kekurangan, kata Riza, bisa di-change dengan teman lainnya lembar soal tersebut. “Kan bisa juga ngerjakan soal dari urutan terakhir dulu,” kata Riza.
Ia meminta kepada siswa peserta UN, untuk percaya diri menghadapi UN. Jangan perdaya dan terprovokasi karena kunci jawaban yang diberikan oleh seseorang. “Harus percaya dengan kemampuan sendiri, kalau lulus dengan hasil sendiri rasanya lebih puas ketimbang lulus dengan hal yang tidak benar,” ungkapnya.
Untuk soal UN hari ini, pelajaran Bahasa Indonesia mulai pukul 08.00-10.00 WIB. Selasa Bahasa Inggris pukul 08.00-10.00 WIB dan Fisika (khusus IPA), serta Ekonomi (IPS) pukul 11.00-13.00 WIB. Rabu mata pelajaran Matematika pukul 08.00-10.00 WIB. Sedangkan Kamis, IPA Kimia 08.00-10.00 WIB dan Biologi pukul 11.00-13.00 WIB. Lalu, IPS, Sosiologi pukul 08.00-10.00 WIB dan Geografi pukul 11.00-13.00 WIB.
“Peserta yang datang terlambat, tetap bisa ikut. Tapi, waktu pelaksanaan sesuai batas waktu yang ditentukan, tidak ada waktu tambahan,” ungkapnya. Di Kota Palembang, terbagi dalam 21 sub-rayon yang terdiri dari 18 SMA dan 3 MA. Sementara SMK, sub-rayonnya 7. Jumlah pesertanya, sebanyak 25.102 orang.  
Di Prabumulih, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)-nya, Rasyid, mengingatkan agar tidak begitu saja percaya akan bocornya jawaban UN. Karena, jawaban tersebut belum tentu benar. “Belum tentu kunci jawaban yang beredar itu benar. Jangan-jangan malah menjebak.” 
Ditambah lagi, sebelum UN, tiap sekolah-sekolah telah melaksanakan evaluasi penyelesaian soal dengan melakukan ujian semester, untuk mempersiapkan UN. “Melihat hasil US, tampaknya para siswa telah siap untuk menghadapi UN tahun ini,” tandasnya.
Terdapat 2.766 pelajar tingkat SMA sederajat di lingkungan Disdik Prabumulih yang terdaftar mengikuti UN Tahun Ajaran 2011/2012 tahun ini. Masing-masing, 1.820 SMA dan SMK 946.
Kapolres OKUT, AKBP Kristiyono melalui Kabag Ops, Kompol Sugeng Hariyadi, menjamin soal UN tidak bocor. “Lebih kurang 100 personel kita siapkan, setiap polsek ada dua personel kita kerahkan dan selebihnya di-back up dari anggota polres,” ujar  Kristiyono.
Bupati OKUT, H Herman Deru SH MM, mengimbau para peserta dan juga penyelenggara UN untuk menjaga kedisiplinan, ketertiban, dan kejujuran dalam UN tahun ini. Selain itu, Diknas dan kepolisian yang terlibat dalam pelaksanaan ini untuk terus berkoordinasi untuk kelancaran pelaksanaan UN.
Terpisah, Kadiknas Kabupaten OKUT Drs H Surya Bhakti MM melalui Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan Drs Wdwar, mengatakan, semua soal telah didistribusikan pada 12 sub-rayon yang ada. Di antaranya, untuk SMA sebanyak 6 sub-rayon, MA ada 2 sub-rayon, dan SKM 4 sub-rayon.
Di OKI, menurut Kapolres-nya, AKBP Agus Fatchulloh SIk, melalui Kabag Ops, Kompol Taswin, pihaknya menerjunkan 60 personel. Tiap ruang kelas dijaga dua personel. “Pakaian preman. Selain itu, pihaknya juga melakukan pengawalan pendistribusian soal-soal UN ke setiap sekolah, begitu juga pendistribusian hasil ujian ke kantor Dinas Pendidikan OKI.
Bupati OKI Ir H Ishak Mekki MM berpesan agar guru-guru dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi para siswa serta memotivasi semangat belajar siswa. “UN jangan dijadikan momok yang menakutkan bagi siswa, tetapi siswa harus siap dan bersemangat menyambutnya,” ungkapnya melalui Sekda, Edwar.
Di sisi lain, naskah soal UN di OKU Selatan sudah didistribusikan ke sub-rayon.  Dari 25 sekolah penyelenggara SMA/MA/SMK, tercatat 2.665 peserta. Dengan rincian SMA/MA berjumlah 2.184 peserta dan SMK 481 peserta. 
Di OKU, rencananya Wakil Bupati OKU Drs Kuryana Azis bakal meninjau pelaksanaan UN 2012. “Insya Allah, Pak Wabup (Kuryana Azis, red) direncanakan meninjau UN SMA/SMK dan MAN di OKU,” kata ajudan wakil bupati OKU, Dicky Tirta Hadi, kemarin.
Kepala Disdik  OKU Drs H A Tarmizi SE MT menjelaskan dipilihnya tiga sekolah saja yang akan dikunjungi oleh Wabup OKU, yakni MAN Baturaja, SMA Kader Pembangunan, dan SMAN 4 OKU, karena tiga sekolah tersebut  sudah mewakili seluruh sekolah di OKU dari mulai sekolah di lingkungan Kemenag OKU, SMA swasta, dan sekolah negeri di OKU.  

Bikin Aturan
Di bagian lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membuat aturan seluruh guru mata pelajaran yang kebetulan hari itu mata pelajaran mereka diujikan, dilarang berada di sekolah dan lingkungan sekolah. Upaya ini untuk antisipasi pergerakan mereka untuk membantu para siswa mengerjakan soal ujian.
Sayangnya, hingga saat ini tim atau dosen pengawas masih kesulitan mendeteksi keberadaan guru-guru mata pelajaran yang ada di sekolah. Koordinator tim dosen pengawas UN di Kota Tangerang Selatan, Banten, Yayan Sofyan, menuturkan, pihaknya cukup kesulitan memastikan apakah para guru yang berseliweran di sekolah atau lingkungan sekolah itu adalah guru mata pelajaran yang sedang diujikan.
“Mereka tidak ada tanda pengenal, dari mana kita mengenalinya. Jadi harus waspada dan teliti,” ujar dia usai mendampingi sidak Mendikbud Mohammad Nuh di SMAN 6 Kota Tangerang Selatan, kemarin (15/4). Yayan mengatakan, pergerakan atau keberadaan guru mata pelajaran yang kebetulan hari itu mata pelajaran yang dia ampu sedang diujikan, harus menjauhi sekolahan.
Menurut Yayan, keberadaan guru mata pelajaran yang ikut nimbrung di sekolah saat UN berlangsung ini cukup dilematis. Dia menuturkan, andai mereka tidak boleh ikut ke sekolah, maka panitia pelaksana UN di tingkat sekolah akan kedodoran. Sebab, komposisi guru di suatu sekolah juga terbatas. (rei/tha/ion/qda/hak/dwa/din/ce1)


Add this to your website
 

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078