Back Anda disini: Home

Artikel

Layak ke Olimpiade Brazil

JAKARTA – Sukses meraih medali emas di Asian Games XVII Incheon, Korsel 2014 membuat  atlet lompat jauh nasional Maria Londa layak dipromosikan menuju Olimpide Brasil tahun 2016.

“Maria Londa merupakan atlet berbakat dan semangatnya cukup tertantang  setiap melakukan latihan. Hal itu yang membuat peningkatan prestasinya spektakuler saat tampil di Asian Games XVII Incheon, Korsel,” ujar  Tekhnokrat Olahraga Nasional, Paulus Pesurnay di Jakarta, Rabu (8/10).

Selain layak diturunkan dalam Olimpiade, Maria Londa harus diberikan janji bonus yang menggiurkan dibanding tampil di PON. Kondisi seperti itu tampaknya harus diberikan pada setiap atlet yang mempunyai peluang menyuguhkan medali bagi Merah-Putih di Olimpiade Brasil tahun 2016.

“Memberikan semangat tanding dan konsentrasi penuh bagi atlet nasional menuju Olimpiade Brasil harus diimbangi dengan bonus dari pemerintah pusat. Pasalnya, tahun 2016 ada event nasional yang menggoda atlet menuju Olimpiade,” jelas  Paulus Pesurnay .

Lebih lanjut dia  menjelaskan, para atlet biasanya diberikan iming-iming mendapat bonus cukup besar oleh suatu daerah bila mendapatkan medali emas. Dengan begitu, atlet yang dipromosikan ke Olimpiade bonusnya harus ditingkatkan dan tidak boleh kalah dibanding daerah. Bila perlu atlet yang masuk final di Olimpiade harus mendapat bonus.

Melalui strategi jitu tersebut tentunya seorang atlet  akan fokus latihan menuju Olimpiade membela Merah-Putih ketimbang harus tampil membela daerah di PON. Bahkan, jelasnya,  persyaratan atlet tampil di PON harus dirubah agar menghindari adanya jual beli atlet antara daerah yang satu dan lainnya.

Persyaratan yang harus diterapkan bagi atlet tampil di PON, katanya, bila meraih medali di pesta olahraga nasional seorang atlet tidak boleh lagi membela daerah lain di PON berikutnya. Melalui persyaratan tersebut, kasus jual beli atlet bisa dihindari.

Sementara ,saat ini jual beli atlet yang akan tampil di PON XIX Jabar tahun 2016 mulai marak dan dapat mengganggu konsentrasi atlet saat dipersiapkan menuju multi event internasional. Kondisi seperti itu yang merusak pembinaan olahraga nasional dalam menggapai prestasi puncak menuju SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade. (bam)