Jum10242014

Last update10:26:50 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Bayar Kesalahan

      AMSTERDAM - Fans Belanda di era Guus Hiddink masih harus bersabar. Hingga dua laga berlalu di bawah penanganannya, Oranje, julukan Timnas Belanda, belum juga memperoleh kemenangan. Karena itu, di matchday kedua kualifikasi Euro 2016 grup A melawan Kazakhstan dini hari nanti fans menunggu victory pertama Hiddink.
      Kedatangan pelatih anyar di sebuah tim biasanya selalu diikuti dengan gairah besar. Mereka kerap mendatangkan kemenangan karena tim dilanda semangat tinggi dengan kehadiran pelatih baru. Tapi, kebiasaan itu tidak berlaku pada kedatangan Hiddink di Timnas Belanda.
      Pelatih yang banyak berkelana di berbagai negara dan klub itu justru membawa kekalahan sejak dikontrak pascaprestasi gemilang Belanda di Piala Dunia 2014 Juli lalu. Total, sudah dua kekalahan yang didapatkan. Kekalahan pertama dilanda dari Italia 0-2 dalam laga persahabatan (4/9). Sedangkan kekalahan kedua, lebih buruk lagi, didapat dari Republik Ceko dengan skor 1-2.
      Kekalahan kedua tersebut yang terasa paling menyakitkan bagi Robin van Persie dkk. Sebab, hasil negatif itu didapatkan di laga perdana mereka di grup A kualifikasi Euro 2016. Akibatnya, mereka menghuni peringkat kedua dari bawah. Padahal, baru beberapa bulan mereka baru saja menjadi semifinalis Piala Dunia 2014 sekaligus meraih posisi ketiga.
       Peluang untuk mengerek peringkat mereka terbentang luas saat Robin van Persie dkk menghadapi Kazakhstan. Apalagi, dalam sejarah UEFA, ini adalah kali pertama Belanda menghadapi negeri pecahan Uni Soviet tersebut di level senior.
      Memang, secara peringkat Kazakhstan lebih baik dibanding Belanda. Mereka menghuni peringkat ketiga setelah mampu bermain imbang 1-1 melawan Latvia di matchday pertama. Tapi, Belanda jelas lebih unggul di atas kertas. Mereka memiliki pemain yang tampil di liga utama Eropa. Mereka juga bermain di depan publik sendiri di Amsterdam Arena.
      Kepercayaan diri itu juga diungkapkan Hiddink. Dia berkaca dari sejarah panjang negeri Belanda di kontestasi Euro. Sepanjang partisipasi mereka, belum pernah gagal lolos ke turnamen empat tahunan negara-negara Eropa tersebut. Masalahnya, anak asuh pelatih 67 tahun itu belum kembali ke level permainan seperti saat Piala Dunia. "Kasusnya selalu seperti itu. Tapi sebagai tim besar, kami tidak boleh kalah dua kali berturut-turut," katanya seperti dilansir Goal.
      Kepercayaan diri Hiddink beralasan. Mereka kini kedatangan pemain utama yang absen dalam dua kekalahan mereka sebelumnya. Yakni, winger kidal Arjen Robben. Robben kembali dari cedera engkel dan siap diturunkan. "Saya lega bisa kembali. Dan saya siap untuk membawa tim kembali ke jalan yang seharusnya," kata Robben seperti dikutip Super Sport.
      "Saya sangat kecewa saat melihat kami dikalahkan Ceko. Saya duduk di sofa rumah seperti seorang suporter dan tidak percaya kami menyerah begitu saja. Saya terus meneriakkan sumpah serapah sampai istri saya mengingatkan, "anak-anak sedang tidur"," kata pemain 30 tahun tersebut.
      Mantan pemain Real Madrid dan Chelsea itu mengungkapkan bahwa satu-satunya jalan untuk membayar kekalahan atas Ceko adalah menang atas Kazakhstan dan Islandia pada Senin (13/10) mendatang. "Kami sudah jauh tertinggal. Kami harus mengejar dengan dua victory," katanya.
      Sayangnya, Belanda bakal tanpa servis sejumlah pemain utama di Piala Dunia. Mereka adalah Daryl Janmaat, Jordy Clasie (keduanya cedera hamstring) Memphis Depay (cedera pangkal paha), Ron Vlaar, dan Rafael van der Vaart (keduanya cedera betis).
      Sementara itu di kubu sebelah, pelatih Kazakhstan Yuri Krasnozhan sedang tidak gembira. Dia masih menyayangkan kegagalan anak asuhnya meraih kemenangan atas Latvia. "Kami bermain seri melawan tim yang sama tujuh bulan lalu. Sekarang kami juga seri lagi. Para pemain tidak bisa gembira dengan ini," kata Krasnozhan. (aga/ce5)