Sen07062015

Last update11:49:42 PM

Back Anda disini: Home

Artikel

Lemparan Bom Molotov Iringi Bentrok Antarwarga

CIREBON – Bentrok antarwarga terjadi di Desa Sirnabaya, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon. Warga yang terlibat tawuran berasal dari Blok Singapura dan Blok Budiraja. Tawuran sebenarnya pecah sejak Jumat dini hari (19/6) sekitar pukul 01.00. Setelah reda, tadi malam sekitar pukul 21.00 pecah lagi.
 
Suasana mencekam membuat warga ketakutan, apalagi sempat terdengar beberapa kali bunyi letusan benda yang diduga bom molotov dengan suara yang memekakan telinga. Tak hanya itu, suara teriakan saling serang dari dua kelompok tersebut membuat suasana tambah panas.
 
Beberapa saat setelah keributan pecah, rumah milik Darto (35) di Blok Budiraja RT 04 RW 01 terbakar. Seluruh barang-barang di rumah korban habis terbakar tak tersisa. Beruntung saat kejadian, pemilik rumah sudah mengungsi ke rumah kerabatnya.
 
Meskipun dua blok tersebut hanya dipisahkan oleh sebuah selokan, tawuran yang terjadi sudah seperti tawuran antardesa. Hal ini terlihat dari senjata yang digunakan kedua blok tersebut dari mulai senjata tajam, batu, senapan angin, panah, sampai petasan. Bahkan diduga ada yang sudah sengaja merakit bom molotov untuk membakar rumah Darto.
 
Menurut juragan Desa Sirnabaya, Agung Rugandi, peristiwa tersebut terjadi diduga karena masalah sepele. Malam sebelumnya, kata Agung Rugandi, warga kedua blok terlibat aksi saling lempar namun tidak sampai membesar dan berhasil diredam polisi. Akar masalahnya, masih kata Agung, ribut antarremaja yang timbul akibat suara dari sepeda motor yang menggunakan knalpot bising.
 
Diceritakan Agung, dua kelompok tersebut terlibat bentrok di sebuah lahan kosong tepat di belakang rumah Darto. Bahkan keributan tersebut berlangsung sekitar satu jam. Segera setelah petugas kepolisian dalam jumlah banyak datang, dua kelompok tersebut langsung kabur.
 
“Tadi sih saya dengar ada yang luka kena senapan angin, tapi belum tahu karena yang luka belum melapor dan kita sampai saat ini masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi bentrok. Khawatir ada bentrok susulan,” ujar Agung dilansir Radar Cirebon (Grup JPNN.com), Sabtu (20/6).
 
Sementara tidak ingin terjadi bentrok susulan, petugas kepolisian dari Polres Cirebon Kota (Ciko), jajaran polsek dan ditambah personel dari Brimob Detasemen C Polda Jabar langsung menyisir dua wilayah yang terlibat bentrok tersebut. Bahkan dalam tim penyisir terlihat Kapolres Ciko AKBP Eko Sulistyo, dan Wakapolres Ciko Kompol Sharly Sollu.
 
Keduanya turun secera langsung untuk memimpin melakukan penyisiran. Polisi kemudian melakukan penggledahan ke rumah-rumah. Hasilnya, sejumlah pemuda dan remaja diamankan dan dibawa ke Mapolres Ciko untuk diperiksa leboh lanjut.
 
Wakapolres Polres Ciko, Kompol Sharly Sollu SIK MH mengatakan selain melakukan penyisiran, pihaknya juga sedang mengupayakan langkah-langkah pencegahan agar aksi serupa tidak terjadi lagi.
 
“Yang jelas ini jadi salah satu prioritas, kita tidak mau hal seperti ini terulang lagi,” ungkapnya.(dri/jpnn)