Back Anda disini: Home

Artikel

Foto Syur Disebar, JLaw: Ini Kejahatan Seksual

NEW YORK - Tersebarnya foto syur Jennifer Lawrence, 24, di dunia maya pada Minggu (31/8) masih membekas di hati aktris The Hunger Games itu. Setelah sekian lama bungkam, dia akhirnya angkat bicara untuk kali pertama. Kepada Vanity Fair, JLaw mengungkapkan perasaannya mengenai kejadian itu.
 
Dilansir dari NY Daily News, aktris yang menjadi cover majalah Vanity Fair edisi November tersebut menyatakan, apa yang menimpanya itu merupakan kejahatan seks. 'Ini bukan skandal. Ini kekerasan seksual. Ini menjijikkan,' ucapnya pada majalah tersebut.

Ketika tahu foto syurnya tersebar bagai virus di internet, dia ketakutan. 'Aku tidak tahu bagaimana hal ini akan memengaruhi karirku,' kata pacar Chris Martin tersebut.
 
'Hanya karena aku publik figur, hanya karena aku seorang aktris, bukan berarti aku meminta hal ini,' tambahnya geram. 'Tidak berarti kejahatan ini bisa mengekspos semuanya. Ini tubuhku dan seharusnya menjadi pilihanku. Faktanya, bukan pilihanku untuk menjadi sangat menjijikan. Aku tidak percaya bahwa kita hidup dalam dunia macam ini.'
 
Bintang peraih Oscar itu menjelaskan alasannya tidak mengeluarkan pernyataan langsung dan hanya melalui publikasi saat hacker membobol akunnya di iCloud. Juga, akun banyak artis lainnya. 'Semua hal itu membuat aku mencoba menuliskan sesuatu yang membuat aku menangis dan marah. Aku mulai menulis permohonan maaf, tetapi tidak tahu harus berkata apa,' ungkapnya.
 
JLaw mengindikasikan bahwa nude selfies yang bocor ke internet itu dikirimkan untuk pacarnya. Dia memang tidak menyebut nama seseorang ketika membicarakannya. Namun, dia percaya bahwa pacar yang dimaksud adalah Nicholas Hoult, kekasihnya yang kini sudah putus.
 
Soal kejadian itu, dia menyuarakan agar hukum perlu diubah. Jika tidak mempan, Lawrence mengajak orang-orang untuk mengubahnya. 'Itu sebabnya situs (yang menyebarkan foto-foto) ini harus bertanggung jawab. Melihat kenyataan seseorang dapat dieksploitasi secara seksual. Mereka mengambil keuntungan dari semua ini. Ini sangat di luar pemikiran saya,' ungkapnya lagi.
 
Dia pun menjelaskan, siapa pun yang mengakses situs tersebut adalah orang yang memalukan. 'Siapa saja yang melihat foto-foto, Anda mengabadikan pelanggaran seksual. Anda seharusnya meringkuk malu,' tegasnya. (cik/c15/jan)