Back Anda disini: Home

Artikel

Kumpulkan PNS, Alex Emosi

PALEMBANG - Tidak terima dengan judge dari beberapa media dan elemen masyarakat, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menegaskan ketidakterlibatannya dalam kasus Wisma Atlet. Dengan tatapan pasti dan nada emosi, Alex memandang seluruh SKPD dan jajaran PNS di lingkungan Pemprov Sumsel saat Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan, Pembangunan & Kemasyarakatan di Graha Bina Praja, Kamis (9/10).


"Kalo memang ada (dana Wisma Atlet) dari dulu (dinikmati), kalo saya salah juga dari dulu (sudah dinyatakan salah," kata Alex.

Ia menuturkan, dirinya sudah memberikan keterangan kepada KPK sebanyak dua kali, yakni saat pilkada baru dan kampanye saat mencalonkan Gubernur DKI.

Menurut Alex, masalah tersebut sudah lama sekali yakni pada 2011 lalu, namun terus terangkat kasusnya setiap ada kegiatan besar atau kampanye.

"Saya sudah 2 kali pemilihan jadi Bupati Muba, 2 kali Gubernur Sumsel, dan satu kali Gubernur Jakarta. Jadi saya ini adalah manusia pertama yang terbanyak ikut Pilkada di Indonesia. Meski kalah sekali tapi tidak apa-apa. Masalah ini selalu timbul dan redup," ujar dia.

Ia juga berang karenanya banyaknya elemen masyarakat yang tidak setuju dengan penyelenggaraan ASIAN GAMES 2018 mendatang, padahal itu adalah agenda bergengsi jika dilaksanakan di Indonesia. Bahkan, sebanyak negara-negara di Asia saling bertarung untuk bisa menjadi tuan rumah.

"Sumsel itu sangat diperhitungkan oleh mata nasional, regional dan international. Ini incaran tiap negara. Untuk memancing sesuatu yang besar harus dengan umpan yang menarik. Coba dilihat apa yang kita peroleh usai PON, ISG dan MTQ, kemajuan pembangunan," bebernya.

Ia meminta kepada semua PNS di Pemprov Sumsel untuk menjauhi iri hati dan dengki. Harus bisa berkaca untuk diri sendiri sebelum bisa mencela dan menghina orang lain.

"Jangan fitnah. Berkacalah, apakah saudara lebih baik dari yang difitnah? Jika saudara tanya dengan ayah dan anak saudara, apakah mereka bangga dengan saudara. Jika tidak, maka saudara belum menjadi orang yang diharapkan," kata dia.

"Saya bangga dengan anak dan orang tua saya. Saya yakin anak dan istri saya bangga dengan saya. Jadi berhentilah SMS saling menggunjing, menghina dan menyudutkan orang lain. Karena itu bisa menghabiskan waktu saja. Harusnya kita disini lebih fokus untuk bekerja dan bangun Sumsel jadi lebih baik," lanjut Alex.

Mengenai ungkapan dari Muhammad Nazaruddin bahwa Alex menerima 2,5 persen dari dana pembangunan Wisma Atlet, dirinya malah menanggapi dengan bercanda. "Katanya (Nazaruddin) bilang 2,5 persen. Biasanya kan 10 persen," candanya.

Ungkapan Nazaruddin yang ditayangkan di media televisi dan online itu baginya tidak real karena ada kata-kata dari Nazaruddin yang dibuang. "Kan sebenarnya ada kata-kata 'belum terealisasi' tapi dipotong oleh Metro TV dan media online lainnya. Kalau memang saya mau, maka saya akan minta didahulukan. Tapi Alhamdulillah, saya masih dilindungi (Tuhan) beberapa kali," beber Alex.

Meski menurutnya pemberitaan di sejumlah media menjatuhkan namanya, ia tetap mempersilahkan kepada karyawan Pemprov untuk membaca dan menonton tayangan itu. Hanya saja, Alex menegaskan jika dirinya tidak mengenal apalagi sampai meminta menerima dana tersebut.

"Jika tidak bersalah maka tidak perlu takut. Itu sudah dari dulu ada. Jadi yang hobi memfitnah itu ya berkaca serta intropeksi dulu. Jangan hanya bisa mengomentari orang lain," bebernya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh PNS di lingkungan pemprov Sumsel agar tidak khawatir akan masalah tersebut. Dan dirinya meminta agar semuanya tetap bekerja seperti biasa dan sebaik-baiknya.

"Jangan kuatirkan saya, biar itu menjadi urusan saya. Saya minta semuanya bisa kerja seperti biasa dan lakukan sebaik-baiknya. Dan tolong untuk unggahan di facebook dari Eddy Ganefo ditindaklanjuti lagi," tandasnya. (wia)