NEWS UPDATE
- Bentuk Polisi Lingkungan Target Sekolah Adiwiyata NasionalPALEMBANG – Guna mewujudkan lingkungan sekolah sehat dan menuju A...Jumat, 24 May 2013
- Sakit, Seorang Prajurit Gugur Pangdam Sambut Kepulangan 487 Anggota Yonif 200/RaiderPALEMBANG – Sebanyak 487 prajurit Yonif 200/...Jumat, 24 May 2013
- Banyak PNS Minta Pindah PALEMBANG – Minat PNS dari kabupaten/kota pindah tugas ke pemprov Sumsel meningkat. Dalam kurun wa...Jumat, 24 May 2013
- 16 Ilir-BKB Area Parkir Terpadu PALEMBANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang berencana memperluas area parkir kawasan pas...Jumat, 24 May 2013
- 58,86 Kg Ganja Dimusnahkan PALEMBANG – Polda Sumsel memusnahkan 55 paket besar ganja seberat 58,86 kg yang merupakan barang...Jumat, 24 May 2013
- Minim Minat Meneliti Palembang- Rendahnya iklim penelitian salah satu faktor penyebab minimnya minat generasi muda Indone...Jumat, 24 May 2013
- Kewalahan, Terima 1.000 Berkas Perhari DEMANG LEBAR DAUN – Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) kota Palembang kewalahan meneri...Jumat, 24 May 2013
- Rusak, Rawan Kecelakaan KH AZHARI - Akibat kondisi Jl KH AZhari Kelurahan 14 Ulu yang mngalami rusak, beberapa warga yang me...Jumat, 24 May 2013
- DPU-DT Buka Cabang Baru YOS SUDARSO - Dompet Peduli Umat Daarut Tauhid (DPU DT) membuka kantor cabang baru. Kantor baru ya...Jumat, 24 May 2013
- Antre, Cairkan Dana PKH-BSM A RIVAI – Suasana kantor PT Pos yang berada di Jl A Rivai dan Merdeka terlihat ramai dari biasanny...Jumat, 24 May 2013
- 79 Siswa Menerima Dana BSM A RIVAI – Sebanyak 79 Siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 33 menerima dana Bantuan Siswa Miskin ...Jumat, 24 May 2013
- Raih Hasil Manis di Badai Pegunungan PALEMBANG- Klub kesayangan "Wong Kito" akhirnya berhasil memetik poin penuh setelah melawat ke Persi...Jumat, 24 May 2013
- Diterjang Puting Beliung, 148 Rumah Rusak PAGARALAM - Sedikitnya 148 rumah di tiga dusun di wilayah Kecamatan Dempo Selatan yakni Dusun Meri...Jumat, 24 May 2013
- Mangkir Tiga Kali Panggilan, DPO MA Diamankan GHA BASTARI- Meski sudah dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali secara patut untuk menyerahkan dir...Jumat, 24 May 2013
- Bidan Desa Jarang Masuk BANYUASIN - Bidan desa di Desa Rantau Bayur dan Tebing Abang jarang bertugas, hal ini diungkapkan to...Jumat, 24 May 2013
- Digoyang Korupsi, PKS Tetap Optimis Masuk 3 Besar JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan melakukan rapat kerja di Menara Bidakara, Jumat (24/5...Jumat, 24 May 2013
- Berkas Curian Fathanah Diberikan ke Pengacara JAKARTA -- Pengacara Ahmad Rozi mengaku menerima Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang dicuri Ahmad Fa...Jumat, 24 May 2013
- Gubernur BI Sumpah Jabatan di Hadapan Ketua MA JAKARTA-- Agus D. W. Martowardojo hari ini mengucapkan sumpah jabatannya sebagai Gubernur Bank Ind...Jumat, 24 May 2013
- Tokoh Intelijen Digarap KPK untuk Fathanah JAKARTA - Anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga salah satu tokoh intelijen...Jumat, 24 May 2013
- Pencerca Misbakhun di Twitter jadi Tersangka JAKARTA - Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya telah menetapkan Benny Handoko, pemilik akun twitter @be...Jumat, 24 May 2013
| Gempa-Tsunami Masih Mengancam |
|
|
|
| Ditulis oleh Administrator |
| Jumat, 13 April 2012 12:00 |
|
Berdasar data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal terdapat di empat wilayah berbeda. Yakni, Kota Banda Aceh atas nama Yatim Kulam (70), Kabupaten Lhoksemauwe satu korban tewas pria berusia 39 tahun, dan dua di Kabupaten Aceh Besar adalah Fauziah (60) dan M Yusuf (70). Sedangkan satu korban tewas lagi di Kabupaten Aceh Barat Daya bernama Hatijah Hamid (70). Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan kalau kelima korban meninggal bukan karena secondary effect seperti tertimba bangunan atau longsor. “Mereka meninggal karena serangan jantung,” ujarnya. Kaget tersebut datang saat gempa berkekuatan besar datang. Kemungkinan, korban tewas yang didominasi para lanjut usia itu trauma berat dengan gempa sebelumnya di 2004. Selain itu, masih ada satu korban kritis anak-anak lantaran tertimpa pohon saat gempa di Aceh Singkil. Lebih lanjut dia menjelaskan, korban luka-luka sampai kemarin malam mencapai tujuh orang. Masing-masing empat orang di Kabupaten Simeuleu, dua di Aceh Singkil dan satu di Aceh Selatan. Meski demikian, Sutopo menegaskan kalau data tersebut belum sempurna karena masih dilakukan pendataan. Untuk kerugian materiil, BNPB belum bisa mengestimasi seluruhnya. Beberapa yang sudah didata diantaranya adalah jembatan putus di Aceh Barat. Jembatan itu menyambungkan Kecamatan Jatmalaka ke Kecamatan Samatiga. “Di sana, Asrama Putri Pesantren Arrazatun Nabawiyah juga rusak,” jelasnya. Sementara di Aceh Besar, dilaporkan adanya kerusakan cukup parah di sebuah rutan. Bahkan, gara-gara itu narapidana yang melarikan diri dan belum ditemukan hingga kini. BNPB masih mengimbau kepada warga untuk tetap siap siaga di beberapa hari ini. Sebab, goncangan masih terjadi meski magnitude gempa terus menurun. Sutopo sendiri belum bisa memastikan sudah berapa kali gempa terjadi, namun hingga kemarin sore sudah mencapai 31 kali gempa susulan. Kewaspadaan terlihat dari toko-toko milik warga yang ada di pinggir pantai barat untuk sementara waktu ditutup. Sedangkan yang agak jauh dari pantai kebanyakan sudah dihuni lagi rumahnya. “Untuk mengurangi korban anak-anak, sebagian sekolah di Aceh Besar dan Aceh Utara diliburkan,” tandasnya. Menambah ketenangan warga, Menurut Sutopo, Tim Reaksi Cepat BNPB sudah tiba di Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Bengkulu. Personel, logistik dan peralatan telah disiapkan BNPB, semuanya dalam posisi stand by untuk dikerahkan ke lapangan. Namun semuanya menunggu komando dari lapangan yang saat ini sedang melakukan kajian kerusakan dan kerugian. Di bagian lain, Menkokesra Agung Laksono mengatakan, pihaknya bersama Presiden akan meninjau kondisi lapangan pascagempa hari ini. Agung memaparkan, pemerintah akan melakukan tiga tinjauan. Yang pertama, mengecek fasilitas ASEAN Co-ordinating Center for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Center) atau Pusat Mitigasi Bencana Kawasan Negara ASEAN Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berada di sekitar area gempa. Sebab, saat terjadi gempa, hanya dua dari empat sirene yang berfungsi. “Itu diakibatkan tidak adanya power supply karena tidak ada listrik. Karena itu, ke depan kita pikirkan untuk memiliki power supply independen,” kata Agung dalam konferensi pers di gedung Menkokesra, kemarin (12/4). Selanjutnya, pemerintah akan memantau jalur-jalur evakuasi di sekitar wilayah gempa. Agung mengungkapkan, korban berjatuhan bukan semata karena bencana, melainkan dampak dari kepanikan masyarakat. “Sebelumnya pernah terjadi di Manado, bencana sampai menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Karena berebut menyelamatkan diri,” jelas Agung. Untuk itu, lanjut dia, pemerintah berencana membangun sejumlah shelter berupa gedung tinggi yang kokoh dan tahan badai di area-area yang berpotensi bencana. Shelter tersebut dibangun untuk menampung setidaknya 5.000 orang. Dengan keberadaan sejumlah shelter diharapkan bisa mencegah jatuhnya korban saat bencana terjadi. “Sebenarnya sudah banyak yang menawarkan, salah satunya Jerman. Jadi nanti shelter itu akan dibangun setiap 1 atau 2 kilometer, di samping jalur evakuasi. Tapi memang dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk itu. Kita akan bicarakan itu juga,” paparnya. Di samping itu, kata dia, kunjungan tersebut juga bermaksud meninjau kinerja pemerintah daerah dalam menangani kondisi pascagempa. Sejauh ini, pemda bisa mengatasi permasalahan-permasalahan terkait gempa kemarin. “Jadi tinggal monitoring dari pusat. Kesiapan early warning system kita sudah dipasang mulai dari Aceh, Papua, Jawa sampai Sulawesi,” kata politikus Partai Golkar itu. Sementara itu, dari pihak BPPT menyatakan gempa yang terjadi kemarin, adalah gempa yang berskala regional. Menurut peneliti Geodinamika BPPT Agustan, gempa Aceh tergolong gempa Outer Rise. Gempa tersebut merupakan dampak dari gempa Sumatera-Andaman yang terjadi pada 26 Desember 2004 lalu. Gempa tersebut menyimpan energi yang sangat besar. Dalam waktu 40 detik mampu menghasilkan getaran guncangan yang dahsyat. “Karena didominasi pergeseran lempeng secara horisontal jadi tidak menimbulkan gelombang tsunami yang besar,” jelas Agustan. Namun, lanjut dia, jika pergeseran yang terjadi secara vertikal, maka bisa menimbulkan tsunami yang besar. Hal itu pernah terjadi pada tahun 1977 di Sumbawa. Gempa tersebut mengakibatkan 187 korban tewas. “Gempa ini sangat jarang terjadi. Ini baru kali ketiga. Sebelumnya tahun 2007 dan 1977,” katanya. Meski tidak menimbulkan gelombang tsunami yang besar, beberapa daerah seperti Padang, Bengkulu dan Pantai Barat Sumatera masih terancam gempa. Deputi BPPT sekaligus Ketua AHA Center Ridwan Djamaluddin menuturkan, masih ada energi yang belum dilepaskan. “Energi yang keluar akibat gempa kemarin, tidak melepaskan energi ini. Jadi masih tersimpan. Hal itu bisa mengancam daerah Padang, Bengkulu dan Pantai Barat Sumatera. Tapi kita belum bisa pastikan kapan, para ahli masih menelusuri,” jelasnya.
Gempa Jelang UN, Kemendikbud Ketar-ketir Gempa yang mengguncang perairan Aceh Rabu sore lalu sempat membuat cemas jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pemicunya, gempa yang terjadi bertubi-tubi itu, mengguncang beberapa hari sebelum pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA dan sederajat. Untungnya setelah mengorek informasi dari lokasi, Mendikbud Mohammad Nuh lega karena gempa tidak sampai merusak infrastruktur penunjang UN. Mulai dari sekolah, gudang penyimpangan soal, dan sebagainya. “Jadi insya Allah bisa dijalankan serentak,” kata mantan menkominfo itu di Jakarta kemarin (12/4). Nuh menuturkan, gempa susulan di Aceh tidak ada yang bisa mengetahuinya. Namun, dia berharap tidak akan ada gempa susulan yang berpotensi menggangu pelaksanaan UN SMA dan sederajat yang akan digelar 16-19 April mendatang.
33 Napi Kabur Belum Kembali Sebanyak 33 narapidana dari ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sigli sejak kabur saat gempa kemarin (11/4), dilaporkan belum kembali. Pencarian masih terus dilakukan pihak lapas dibantu kepolisian. Kepala Lapas Kota Sigli, Joko Budi Supiyanto, kepada Rakyat Aceh (Sumeks Group) kemarin, mengatakan, saat gempa berkekuatan 8,5 SR melanda Kota Sigli, sejumlah 206 narapidana kabur karena takut tsunami. Sejumlah petugas sipir rutan tersebut dibantu personel TNI/Polri masih melakukan pengejaran terhadap para napi yang masih di luar Rutan. “Jadi sekarang kita masih melakukan pengejaran terhadap 33 orang napi yang kabur karena isu tsunami pascaterjadinya gempa,” kata Joko. Menurut Joko, para napi itu kabur pada saat gempa sedang berlangsung. Mereka kabur karena takut naiknya air laut raksasa yang lebih dikenal dengan sebutan tsunami. Seperti diketahui posisi, Lapas Benteng, Sigli, hanya terpaut 60 meter dari bibir pantai.” Dan inilah yang menyebabkan para napi kabur karena khawatir terjadinya tsunami,” sebutnya.
Dinding Lapas Meunasah Roboh Sementara itu, gempa melanda Kota Banda Aceh juga mengakibatkan tembok atau dinding bagian belakang lapas di Desa Meunasah Manyang, runtuh sepanjang 60 meter dan beberapa tembok lainnya, terlihat retak-retak berat dan sedang. Bahkan, ada juga yang miring letaknya setelah gempa mengguncang kota setempat. Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka. Kepala Lapas Banda Aceh di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Lambaro, Aceh Besar, Ridwan Salam menjelaskan, beberapa saat setelah gempa pertama terjadi, petugas lapas menghubunginya memberitahu kondisi sebagian dinding lapas yang roboh dan retak. Untuk itu, Ridwan Salam pun meminta petugas jaga di lapas yang baru saja dua minggu lebih relokasi dari Lapas Kajhu, untuk menghubungi pihak kepolisian agar mengamankan lokasi. Karena banyak masyarakat yang ingin menyaksikan runtuhnya dinding lapas dari dekat. “Kita khawatir nanti ada yang masuk dan membebaskan napi,” tuturnya. (mir/ian/dim/ken/wan/ce1) |
--------------------------------------------------
Seandainya Saya Gubernur Sumsel
- agus_edwar@ymail.com Menata birokrasi dan membangun infrastruktur jalan...Kamis, 23 May 2013
- muharram_agussalim@yahoo.com Saya akan memajukan sektor pertanian dan hasil bumi Sriwijaya untuk kemakmuran Rakyat Sumsel...Rabu, 22 May 2013
- m.rian@rocketmail.com Jaga iklim investasi sehingga realisasi Double Track TAA, Monorail, dan Proyek vital lainnya dapat tumbuh dengan cepat. Yang pasti selalu bersemangat....Jumat, 10 May 2013
- toyo_widodo@yahoo.com Saya akan memajukan dunia pendidikan...Sabtu, 04 May 2013
Berita Utama
-
Semua Kandidat Merasa Beruntung
PALEMBANG - Empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), periode 2013-2018, sudah mend...Minggu, 21 April 2013
-
The Avengers, Movie of the Year
LOS ANGELES - Superhero yang dikumpulkan jadi satu serta ada musuh kuat dan adegan penuh efek visual yang mengagumkan ma...Selasa, 16 April 2013
-
Hatta Tak Bisa Bahas APBN
JAKARTA - Penunjukan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai pelaksana tugas (Plt) menteri keuangan rupany...Sabtu, 20 April 2013
- Brimob Rotasi Anggotanya MUSI RAWAS - Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Fiandar mengatakan, hingga saat ini jumlah anggota di lapangan sebanyak 1...Kamis, 02 May 2013
GELORA SRIWIJAYA
23 May 2013 JAKARTA - Besok (24/5), Persiwa Wamena menjamu Sriwijaya FC di Stadion Pendidikan, Wamena. Namun, tim berjuluk Badai Pegunungan itu masih pusing menyiapkan komposisi terbaik untuk menjamu juara ber [ ... ] |
| Berita lain |

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax : (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078







BANDA ACEH - Gempa besar yang melanda Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Rabu (11/4) sore, mengakibatkan lima korban tewas. Kecemasan juga belum sepenuhnya hilang dari warga Bumi Serambi Mekah karena gempa susulan masih terus terjadi. Meski demikian, dilaporkan kalau warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan mencoba beraktivitas seperti biasa.
