>> Home Weekend Healthy Life Bangun pagi malah loyo
Kekurangan 136.049 Rumah
PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga 2018 diperkirakan Dinas ...Readmore
Kelilingi Bukit Siguntang
PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 BE, ribuan umat Buddha men...Readmore
Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013
PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrima FN akhirnya terpilih se...Readmore
Konser Musik, Bertabur Artis
PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pemkot menyiapkan berbagai&...Readmore
Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M
JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminuddin akhirnya ...Readmore
  • Kekurangan 136.049 Rumah

    PALEMBANG – Angka kekurangan rumah (backlog) hingga...

  • Kelilingi Bukit Siguntang

    PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Waisak 2557 B...

  • Endara-Syahrima, Jawara BGP 2013

    PALEMBANG –  Endara Prima Wardhana dan Syahrim...

  • Konser Musik, Bertabur Artis

    PALEMBANG – Menyemarakkan HUT Palembang ke-3300, pe...

  • Hilmi Ditanya Rekaman Rp 15 M

    JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ...

NEWS UPDATE

Stop
Play
Bangun pagi malah loyo

KELELAHAN yang menumpuk membuat seseorang tak bisa tidur nyenyak. Ada kalanya ketika tidur disertai mengigau atau sering terbangun.Dalam kondisi seperti itu, alih-alih mendapatkan rasa nyaman, justru tubuh makin capek, melebihi daripada yang sebelumnya dirasakan.Jika aneka gangguan tersebut berlanjut, dr Sutis Nasia SpS menyarankan untuk segera berobat ke dokter. Apalagi, bila ditandai dengan berkurangnya waktu tidur nyenyak. Bisa jadi, itu adalah gejala sindrom fi bromyalgia. Sindrom fi bromyalgia tergolong gangguan kronis.Tandanya nyeri dan kekakuan pada jaringan ikat serta otot. Sindrom itu disertai keluhan kelelahan tubuh,gangguan tidur (kurang tidur nyenyak), dan perubahan emosi (selengkapnya lihat grafi s). ’’Gangguan ini tidak membunuh, namun menga ki ba tkan disfungsi dan penurunan kualitas hidup,’’ terang spesialis saraf dari RS Mitra Keluarga Surabaya tersebut.Sindrom itu kebanyakan dialami perempuan usia 25–40 tahun. ’’Dari literature diungkap, pria jarang mengalami sindrom fi bromyalgia. Kebanyakan kaum hawa,’’ tambahnya.Penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Namun, menurut alumnus FK Unair itu, ada enam faktor yang berpotensi memicu seseorang mengalami
sindrom tersebut. Di antaranya, kurang tidur nyenyak, ke lainan neurokimia, hilangnya kontrol saraf simpatis, dan faktor jaringan otot setempat.Pemeriksaan dengan EEG (rekam otak) mampu menunjukkan gangguan itu. Normalnya, saat tidur dan masuk stadium IV (NREM), ada aktivitas gelombang delta. Pada pengidap sindrom tersebut,juga disisipi gelombang alfa, yakni gelombang yang ada saat seseorang terjaga. Itulah yang mengakibatkan pasien tak bisa tidur nyenyak.Selain itu, pada fase tidur stadium IV, dilepaskan hormone pertumbuhan. Salah satu fungsi hormon tersebut adalah untuk homeostasis (keseimbangan kondisi) otot. Bila masa tidur nyenyak berkurang, pelepasan hormon pertumbuhan pun terbatas. Dampaknya, perbaikan otot pascaaktivitas ikut terganggu. ’’Inilah alasan penderita sindrom fi bromyalgia selalu merasa lelah dan loyo saat bangun pagi,’’ papar Sutis.Seseorang dengan kelainan neurokimia juga berpotensi menderita sindrom fi bromyalgia. Dalam kondisi normal, terdapat serotonin yang berperan pada tidur nyenyak. Juga menghambat keluarnya rasa nyeri berkelanjutan. ’’Bila ada kelainan, serotonin tak akan muncul. Pasien merasa tubuhnya nyeri,’’ terangnya.Meski berkaitan dengan otot, sindrom tersebut tak disertai peradangan jaringan. Karena itu, tak ada otot tubuh yang rusak. Kondisi tersebut membuat fi bromyalgia berbeda dengan penyakit rematik lainnya. Termasuk,rheumatoid arthritis maupun lupus. Pada rematikjenis lain, peradangan jaringan mengakibatkan nyeri atau kekakuan pada sendi. Sayangnya, tak banyak pasien yang menyadari gejala sindrom tersebut.Sutis mengatakan, pengobatan justru memutuskan lingkaran nyeri yang dialami pasien. Hal lain yang patut dilakukan pasien adalah mengatur kembali ritme tidur nyenyak. Sutis mengatakan, diusahakan pasien tidur alami tanpa obat-obatan. ’’Serta meningkatkan aktivitas dengan latihan fi sik tiga kali seminggu dengan durasi 5 sampai 40 menit. Upaya ini bisa mengatasi keluhan nyeri berkepanjangan,’’jelasnya. (ai/c6/nda/ce2)


Add this to your website
 

--------------------------------------------------

GELORA SRIWIJAYA

article thumbnailGoyang Gergaji Mantan Klub
23 Feb 2013

PALEMBANG - Gelandang sayap Sriwijaya FC M Fahrudin akan kembali bersua menghadapi Arema Cronous, mantan klub yang membesarkan namanya. Pada laga Minggu (24/2), Fahrudin mengaku kalau dirinya ingin [ ... ]


Berita lain

Harian Pagi Sumatera Ekspres
Gedung Graha Pena Jl. Kol H Barlian No.773 KM.6,5 Palembang 30152
Telp : (0711) 411768, 415263, 415264
Fax :  (0711) 420066
Info Berlangganan : (0711) 7739888
Info Layanan Iklan : (0711) 420078