Back Anda disini: Home

Artikel

Pelajar SMP Gagalkan Perampokan

BATURAJA - Aksi berani dilakukan Rebi (15) dan Rio (14) warga Kebun Jati, Baturaja, OKU. Dua saudara kandung yang masih duduk di bangku SMP itu berhasil menggagalkan aksi perampokan yang dilakukan Reki Sanjaya (24), warga Desa Tegal Rejo, Kecamatan, Lawang Kidul, Muara Enim.

Kejadiannya di Bukit Pasir, Baturaja, OKU, kemarin (22/3) sekitar pukul 13.00 WIB.  Menurut informasi, korban berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah BG BG 2117 FX hendak pulang sekolah. Tiba-tiba, di tempat kejadian perkara (TKP), korban dihadang pelaku dengan menodongkan pistol softgun.

Tanpa basa-basi pelaku langsung menembakannya mengenai tangan korban.   Pelak, korban terjatuh. Namun, saat pelaku akan membawa kabur sepeda motor jarahannya, korban Rebi langsung memukulkan helm yang dipakainya ke kepala pelaku. Akibatnya, pelaku terjatuh dan terjadi perkelahian.

"Aku rebut pistolnyo. Adik nolongi dan dio beteriak maling. Warga langsung datang dan mukuli pelaku," kata Rebi kepada wartawan saat menjalani perawatan akibat luka tembakan di tangan kirinya dan perut di RSUD dr Ibnu Sutowo, Baturaja, kemarin (22/3).

Akibat dihajar massa, pelaku Reki Sanjaya (24) mengalami luka serius di bagian wajah. Bahkan, saat dibawa ke Mapolres OKU, pelaku tak bisa berbuat apa-apa maupun bicara. Seperti orang tak sadarkan diri.

Namun, setelah diistirahatkan dan diberikan minum, akhirnya pelaku sadar dan bisa dimintai keterangan oleh polisi. "Baru inilah aku nodong pak. Aku diajak AN (masih buron) orang Muara Dua. Dio nunggu agak ke dalam di jalan cor naik sepeda motor Mio warno merah," ujar pelaku Reki Sanjaya.

Ia mengaku sudah menyusun rencana penodongan satu hari sebelum kejadian. Dimana, Sanjaya sebagai eksekutor, dan AN memantau situasi. "Pistol itu punyo dio (AN red). Aku yang nodongnyo. Aku tepakso nodong kareno katek gawean dan butuh duet untuk ngidupi anak bini," kilah bapak satu anak tersebut.

Kapolres OKU AKBP Mulyadi SIk MH didampingi Kasat Reskrim AKP Zulfikar dan Kanit Pidum Iptu Yuliko, mengatakan pihaknya sudah mengamankan pelaku dan barang bukti. Seperti senjata air softgun, tas milik pelaku dan sepeda motor korban.

"Kami sedang melakukan pengembangan dan pengejaran pelaku lainnya. Pelaku terancam pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun ke atas. Sementara untuk korban, atas keberaniannya mengungkap kasus ini, akan kami berikan penghargaan, Senin (24/3) di sekolahnya," pungkasnya. (gsm/vin/ce2)