Jum10242014

Last update01:24:17 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Kritik Pemanggilan Kaka

    KEPUTUSAN kontroversial diambil Carlos Dunga jelang laga melawan Argentina di Beijing Sabtu mendatang (11/10).  Dunga yang diharapkan bisa melakukan regenerasi di skuat Brasil, ternyata masih berharap pada pemain-pemain gaek. Buktinya, dia masih mempercayai Ricardo Izacson dos Santos Leite atau akrab dipanggil Kaka dalam skuat melawan Argentina.  Selain Kaka, Dunga juga memanggil Robinho.
Pemanggilan Kaka membuat banyak pihak mengernyitkan dahi. Sebab, Kaka terakhir kali membela Samba, julukan Brasil tahun lalu saat Italia dan Rusia di laga persahabatan.  Kaka juga tidak lagi bermain di klub besar Eropa. Mantan pemain AC Milan itu "hanya" membela klub lokal Sao Paulo. Setelah masa peminjamannya habis, Kaka langsung terbang ke Amerika Serikat untuk bermain bersama Orlando City.
    Nah, pemanggilan Kaka yang kini sudah berusia 32 tahun, dianggap sebuah kemunduran.  Kritik itu disampaikan legenda Brasil, Tostao. Menurut penggawa Timnas Brasil saat juara dunia 1970 itu,  dengan dipanggilnya Kaka makin menunjukkan kalau Brasil kekurangan gelandang kreatif. "Ini suatu kemunduran. Sepak bola Brasil menunjukkan telah gagal menciptakan gelandang yang punya visi permainan yang bagus," kata Tostao kepada ESPN, kemarin (7/10).
    Dalam kacamata Tostao, Brasil saat ini hanya dihuni oleh dua tipe pemain. Yakni para striker dan pemain bertahan. Meski punya sederet gelandang, mereka yang dipanggil jelang laga lawan Argentina ini tidak punya kemampuan menjadi pengatur lini tengah.  Kaka sendiri tidak memperdulikan kritik yang dialamatkan kepadanya. 
    "Pemanggilan dan menjadi bagian Timnas Brasil ini adalah hadiah atas kerja keras saya di klub. Dan jika mereka berpikir saya bukanlah pemain yang fit, saya akan tetap berpikir objektif. Tetap tampil di klub dan menunjukkan kelas saya di Sao Paulo," tutur Kaka seperti diberitakan FIFA, kemarin. (dra/bas/ce5)