Sen09012014

Last update11:42:09 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Jokowi Diminta Dalami Ideologi Negara

JAKARTA - Dosen program pascasarjana UGM, DR Saafroedin Bahar menyatakan ada satu hal yang tidak pernah disinggung oleh calon presiden Jokowi Widodo (Jokowi) dimasa-masa kampanye pemilu presiden (pilpres), yakni masalah ideologi.

"Satu hal yang tidak pernah disinggung oleh Jokowi saat kampanye hingga sekarang yakni soal ideologi. Saya rasa ke depan, jika dia terpilih jadi presiden, masalah ideologi ini penting juga untuk dimaknai dan didalami," kata Saafroedin Bahar dalam Dialog Kenegaraan, 'Menanti Putusan Mahkamah Konstitusi', di Gedung DPD, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (20/8).

Demikian juga halnya keputusan Jokowi merekrut Hendro Priyono dalam tim kampanye dan menunjuk dia sebagai Tim Penasihat Kantor Transisi. "Saya hanya mengingatkan Hendro Priyono juga punya masalah tersendiri dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Jokowi harus lebih hati-hati," saran Komisioner Komnas HAM periode 1995-2007 itu.

Menyikapi proses pemilu presiden yang saat ini bermuara ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jenderal TNI Bintang Satu (Purn) itu menyatakan sudah sangat bagus.

"Secara umum, prosesnya ini sudah ada kemajuan dalam kerangka membangun bangsa dan negara demokrasi. Bahwa ada yang saat ini menuntut keadilan ke MK, itu juga hal bagus. Semua kelebihan dan kekurangan Pilpres 2014 ini, lompatan demokrasi yang sangat luar biasa," ujarnya.

Menjawab pertanyaan kubu mana yang akan dimenangkan MK, dia memprediksi putusan MK bakal memenangkan pasangan capres nomor urut 2. "Mungkin nomor dua yang dimenangkan MK mesti terbukti ada kecurangan di pilpres. Kecurangan itulah yang menjadi fokus bangsa ini," tegasnya.

Yang jadi keprihatinan bangsa adalah para pendukung dari kedua pasang kontestasi. "Para pendukung ini yang bikin ramai. Kedua pasang capres mungkin tenang-tenang saja," pungkas Saafroedin. (fas/jpnn)