Back Anda disini: Home

Artikel

Ibu Kejam, Banting Anak hingga Tewas

SUKA MAKMUE - Lilis (32), warga Dusun Karang Anyar, Gampong Prodadi, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Aceh, membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia 3 tahun. Caranya pun sadis, dengan membantingnya ke lantai dan dinding sebanyak 10 kali.
 
 Informasi yang diperoleh Rakyat Aceh (Grup JPNN), Kamis (19/3), awalnya korban yang bernama Muhammad Fatli sedang asik bermain dengan abangnya berinisial Az di dalam rumah.  Kemudian mereka bertanya kepada Lilis, kemana ayah mereka yang  sudah pergi kerja sebagai supir mobil pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah itu.
 
 Mendengar pertanyaan itu berulang kali dari sang anak, Lilis kemudian naik pitam. Ia langsung mengangkat Fatli dan membantingkannya ke dinding. Setan pun mulai merasukinya sehingga ia kembali membanting anaknya tersebut berulang kali hingga bersimbah darah.
 
 Melihat kejadian itu,  abang korban Az yang berusia 7 tahun ini, langsung berteriak minta tolong kepada tetangga terdekat. Dalam hitungan menit, tetangga pun berkerumun  menyelamatkan bocah yang berusia 3 tahun tersebut.
 
 "Awalnya kami bawa ke Pukesmas terdekat, kemudian dirujuk ke BLU, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nagan Raya, setelah dilakukan pertolongan pertama kemudian dirujuk lagi ke RSUZA Banda Aceh. Namun, di tengah perjalanan Fatli menghembuskan nafas terakhirnya," ungkap Suratno yang mengaku paman korban. Jenazah korban pun kembali dibawa balik ke Nagan Raya untuk dikebumikan.
   
 Kapolres Nagan Raya AKBP Agus Andrianto,S.I, mengatakan, pelaku diduga  mengalami gangguan jiwa.  Namun, pihaknya  akan segera memanggil tim ahli untuk memeriksa pelaku.
 
“Kasus ini lagi kita sidik, dan menunggu hasil visum dari dokter untuk memastikan penyebab meninggalnya korban. Sedangkan pelaku sebelum kita periksa terkait kasus ini, terlebih dulu kita periksa  jiwanya oleh tim ahli,” kata AKBP Agus Andrianto.  

Sedangkan menurut geuchik Gampong Prodadi, Bambang Herogunadi, pelaku diduga  mengalami gangguan jiwa. Karena selama ini dengan para tetangganya juga kurang akur. (mag-59/sam/jpnn)