Sel09012015

Last update07:47:51 AM

Back Anda disini: Home

Artikel

Bupati Empat Lawang dan Istrinya jadi Tersangka Suap Pilkada

JAKARTA - Buntut kasus suap pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK), kini telah menjerat Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Aljufri (BAA),dan istrinya Suzanna Budi Antoni (SBA). Pasutri ini mengikuti nasib yang dialaminya sesama kepala daerah, yakni Walikota Palembang, Romi Herton dan istrinya Masyitoh yang telah dipidana bersalah.
 
"Terkait pengembangan perkara dugaan korupsi sengketa pilkada di MK, telah ditemukan dua alat bukti yang cukup kemudian menetapkan tersangka BAA (Budi Antoni Aljufri) selaku kepala daerah kabupaten Empat Lawang dan SBA (Suzanna Budi Antoni)," ujar Johan saat konperensi pers di Gedung KPK, Jakarta pada Kamis (2/7).
 
Budi Antoni dan Suzanna dikenakan pasal 6 ayat 1a UU no. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU no. Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana tentang tindak pidana suap dan memberi keterangan tidak benar di persidangan. "Memang benar, terhadap keduanya dikenakan pasal 22 tentang pemberian keterangan tidak benar di persidangan," tambah Johan.
 
Diketahui  Budi Antoni berpasangan dengan Syahril Hanafiah kalah dalam pilkada Empat Lawang tahun 2014 kalah dari pasangan Joncik Muhammad - Alim Halimi. Namun Budi Antoni menggugat hasil itu ke MK yang disidangkan oleh Akil Mochtar selaku Ketua MK. Dalam putusannya, Akil membalik kemenangan tersebut dan menyatakan pasangn Budi Antoni - Syahril Hanafiah sebagai pemenag Pilkada Empat Lawang tahun 2014.
 
Belakangan terungkap Budi Antoni menyuap Akil Mochtar sebesar Rp10 milyar sebagaimana terbukti bersalah dalam putusan pidana Akil Mochtar. Akil dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan pada Oktober tahun 2013. Akil terbukti bersalah melakukan tidak pidana korupsi menerima suap untuk mempengaruhi putusan perkara sengketa pilkada di MK pada 11 daerah yang masuk dalam dakwannya.(ran)
 
Baca selengkapnya di Harian Sumatera Ekspres Jumat (3/7).