Back Anda disini: Home

Artikel

Sempat Tertekan, IHSG Mampu Bertahan

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahankan posisi di zona hijau meski sempat bergerak fluktuatif dan nyaris tertekan hingga akhir perdagangan.

Pada penutupan perdagangan hari ini (23/2), IHSG naik 3,173 poin (0,06 persen) ke level 5.403,277 sebagai rekor penutupan tertinggi lagi. Indeks LQ45 naik 1,016 poin (0,11 persen) ke level 942,127.

Frekuensi transaksi perdagangan reguler hari ini mencapai 237.895 kali dengan volume 3,953 miliar saham atau Rp 4,917 triliun. Sebanyak 155 saham naik, 165 saham turun, dan selebihnya stagnan.

Saham-saham berhasil naik dengan nilai tertinggi (top gainers) antara lain, Merck (MERK) naik 5.000 (3,57 persen) ke level 145.000. Taisho Pharmaceutical (SQBI) naik 5.000 (1,59 persen) ke level 320.000. Unilever (UNVR) naik 725 (2,05 persen) ke level 36.050. Lionmesh (LION) naik 400 (5,19 persen) ke level 8.100.

Sebaliknya, saham-saham dengan penurunan nilai paling dalam (top losers) di antaranya Delta Djakarta (DLTA) turun 9.000 (2,95 persen) menjadi 296.000. Multi Bintang (MLBI) turun 1.175 (10,49 persen) menjadi 10.025. Gudang Garam (GGRM) turun 575 (1,05 persen) menjadi 54.425. Indo Tambangraya (ITMG) turun 450 (2,47 persen) menjadi 17.750.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan IHSG sempat dikhawatirkan turun sampai ke bawah 5.395. Tetapi, berhasil menguat jelang penutupan sehingga kekhawatiran menuju tren turun itu sirna.

Namun, harga minyak turun lagi. Itu sebabnya, kata dia, saham komoditas turun. ”Tapi di sisi lain DJI (indeks Dow Jones Industrial) itu sebenarnya closing bagus hari Jumat kemarin (21/2), new high di atas resistance 18.100,” ulasnya.(jawapos)